• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Kembali Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.640

Rupiah Kembali Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.640

May 21, 2026
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

July 13, 2026
Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun

Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun

July 13, 2026
BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

July 13, 2026
Internasional Percaya RI Jaga Fiskal

Internasional Percaya RI Jaga Fiskal

July 13, 2026
Rating RI Aman, S&P Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah

Rating RI Aman, S&P Beri Sederet Catatan Buat Pemerintah

July 13, 2026
BEI Mau Buka Jalan Investor RI Trading Saham BYD hingga Tencent

BEI Mau Buka Jalan Investor RI Trading Saham BYD hingga Tencent

July 13, 2026
BTN Mau Gelar RUPSLB, Catat Tanggalnya

BTN Mau Gelar RUPSLB, Catat Tanggalnya

July 13, 2026
Laporan S&P Cerminan Confidence Investor Global Terhadap RI

Laporan S&P Cerminan Confidence Investor Global Terhadap RI

July 13, 2026
S&P Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2026, Ini Alasannya!

S&P Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2026, Ini Alasannya!

July 13, 2026
Netizen Sebut IHSG Anjlok Tiap Prabowo Pidato, Ini Kata Bos Bursa

Netizen Sebut IHSG Anjlok Tiap Prabowo Pidato, Ini Kata Bos Bursa

July 13, 2026
Dana IPO NATO Masih Sisa Rp127,72 M, Mengendap Tujuh Tahun di Bank

Dana IPO NATO Masih Sisa Rp127,72 M, Mengendap Tujuh Tahun di Bank

July 13, 2026
Setelah Pengumuman S&P, Saham BMRI Naik 4,17%, BBNI 3,22%, BBRI 2,87%

Setelah Pengumuman S&P, Saham BMRI Naik 4,17%, BBNI 3,22%, BBRI 2,87%

July 13, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Kembali Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.640

2 months ago
in News
Rupiah Kembali Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.640
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp17.640/US$ atau melemah 0,23%. Kondisi ini membuat rupiah kembali tertekan setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu (20/5/2026), mata uang Garuda ditutup menguat 0,54% di level Rp17.600/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak cukup volatil. Rupiah mengawali perdagangan di level Rp17.600/US$, lalu sempat melemah lebih dalam hingga menyentuh Rp17.685/US$. Namun, tekanan sedikit berkurang menjelang penutupan perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat. Per pukul 15.00 WIB, DXY naik 0,22% ke level 99,308.


Penguatan indeks dolar AS di pasar global turut menjadi salah satu penekan rupiah pada perdagangan hari ini.

Greenback kembali diburu pelaku pasar seiring ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve) berpeluang menaikkan suku bunga. Risalah rapat terakhir The Fed yang dirilis Rabu menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan mendukung kenaikan suku bunga jika inflasi tetap bertahan di atas target 2%.

Mengacu data LSEG, pasar kini memperkirakan peluang sebesar 70% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember. Pasar juga sudah sepenuhnya memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga paling lambat pada Maret 2027.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran sudah berada di tahap akhir. Namun, Trump juga menyebut AS bisa mengambil langkah lebih keras jika kesepakatan tidak tercapai.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia sebenarnya telah mengambil langkah stabilisasi dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada RDG Rabu (20/5/2026).

Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai langkah BI tersebut tepat dan menunjukkan otoritas moneter tidak ingin terlambat merespons gejolak pasar.

Menurut Fakhrul, jika BI tidak cepat tanggap dalam merespons pelemahan rupiah, biaya stabilisasi bisa menjadi jauh lebih mahal.

“Keputusan BI sudah tepat. Ini bukan sekadar kenaikan suku bunga, ini adalah pernyataan bahwa policy anchor Indonesia masih dijaga. Dalam situasi seperti ini, Bank Indonesia tidak boleh terlambat. Kalau terlambat, biaya stabilisasi akan jauh lebih mahal,” ujar Fakhrul dalam keterangan resmi dikutip Kamis (21/5/2026).

Fakhrul menilai tekanan terhadap Indonesia saat ini bukan sekadar volatilitas biasa, melainkan fase yang membutuhkan respons moneter yang pre-emptive. Kenaikan suku bunga acuan tersebut dinilai dapat menjadi titik balik bagi rupiah setelah sebelumnya mengalami tekanan berat terhadap dolar AS.

Ia memproyeksikan rupiah berpotensi menguat secara bertahap dengan target awal di kisaran Rp17.300/US$, sebelum bergerak menuju level keseimbangan baru di sekitar Rp16.800/US$.

“Rupiah sudah selesai fase overshooting-nya. Dengan respons BI yang tegas, pasar sekarang punya jangkar baru. Level Rp17.300 menjadi titik berhenti pertama, dan apabila koordinasi kebijakan berjalan baik, rupiah bisa bergerak menuju Rp16.800,” ujarnya.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

July 13, 2026
Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun

Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun

July 13, 2026
BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

July 13, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .