Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) memberikan respons terkait dengan keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dan menetapkan prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.
Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan hasil penilaian S&P mencerminkan kepercayaan investor global yang baik terhadap pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengelola ekonominya serta menjalin koordinasi kebijakan yang baik antara fiskal dan moneter.
“Alhamdulillah, hasil penilaian S&P ini mencerminkan confidence global investor yang baik terhadap Pemerintah Indonesia dalam mengelola ekonominya dan juga koordinasi yang baik antara fiskal dan moneter,” paparnya kepada CNBC Indonesia, Senin (13/7/2026).
Destry pun menggarisbawahi kepercayaan investor yang kuat ini tercermin dengan kembali menguatnya arus dana asing ke pasar keuangan Indonesia, khususnya Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Dari catatan BI, arus modal asing yang masuk ke SBN dan SRBI selama Juni hingga minggu pertama di bulan Juli telah mencapai masing-masing Rp 31 triliun dan Rp 74 triliun atau secara total US$ 5,8 miliar (Rp 105 triliun).
Destry menegaskan ke depan BI akan terus melanjutkan komitmennya untuk menjaga stabilitas rupiah agar dalam mendorong masuknya dana asing ke perekonomian Indonesia. Destry pun menegaskan bank sentral melihat ruang penguatan rupiah yang cukup besar.
“BI melihat saat ini ruang penguatan rupiah masih cukup besar terlebih dengan membaiknya confidence para investor terhadap perekonomian Indonesia,” tegasnya.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google



















