• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Bakal Menguat Sampai Berapa? Data-Data Ini Jadi Acuannya!

Rupiah Bakal Menguat Sampai Berapa? Data-Data Ini Jadi Acuannya!

June 12, 2026
Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.970 Pagi Ini

Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.970 Pagi Ini

July 8, 2026
IHSG Dibuka Terkoreksi Nyaris 1%, Investor Cerna Kabar S&P

IHSG Dibuka Terkoreksi Nyaris 1%, Investor Cerna Kabar S&P

July 8, 2026
BEI Suspensi Perdagangan Saham Panca Global (PEGE), Kenapa?

BEI Suspensi Perdagangan Saham Panca Global (PEGE), Kenapa?

July 8, 2026
IHSG Mulai Rebound, Cek 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Mulai Rebound, Cek 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

July 8, 2026
Bursa Asia Melemah, Investor Pantau Ketat Konflik Timur Tengah

Bursa Asia Melemah, Investor Pantau Ketat Konflik Timur Tengah

July 8, 2026
Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Asing Kompak Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

July 8, 2026
7 Emiten Ini Masuki Jadwal Cum Dividen Hari Ini

7 Emiten Ini Masuki Jadwal Cum Dividen Hari Ini

July 8, 2026
IHSG Lanjut Menguat, Asing Malah Lego 10 Saham Ini

IHSG Lanjut Menguat, Asing Malah Lego 10 Saham Ini

July 8, 2026
Breaking News: AS Kembali Serang Iran!

Breaking News: AS Kembali Serang Iran!

July 8, 2026
Breaking! AS Kembali Serang Iran Usai Insiden Kapal di Selat Hormuz

Breaking! AS Kembali Serang Iran Usai Insiden Kapal di Selat Hormuz

July 8, 2026
Penampakan Kota China Tenggelam, Warga Dievakuasi Pakai Perahu

Penampakan Kota China Tenggelam, Warga Dievakuasi Pakai Perahu

July 7, 2026
Pemadaman Listrik Massal Hantam Seluruh Negeri, Pemerintah Kelimpungan

Pemadaman Listrik Massal Hantam Seluruh Negeri, Pemerintah Kelimpungan

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 8, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Bakal Menguat Sampai Berapa? Data-Data Ini Jadi Acuannya!

4 weeks ago
in Market
Rupiah Bakal Menguat Sampai Berapa? Data-Data Ini Jadi Acuannya!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pengamat ekonomi buka suara soal nasib rupiah ke depan, di mana mata uang Garuda tengah menjadi pembahasan yang masif di masyarakat setelah sempat menyentuh Rp18.000-an dihadapan dolar Amerika Serikat (AS).

Ekonom senior Raden Pardede mengatakan faktor yang mempengaruhi kuat atau tidaknya rupiah bisa dilihat dari kondisi cadangan devisa dan neraca pembayaran (balance of payment/BOP).

“Jadi, kalau kita lihat rupiah itu faktor apa yang menentukan naik atau turunnya, sebetulnya, bisa dilihat dari cadangan devisanya cukup atau tidak. Kemudian yang berikutnya adalah bagaimana kondisi balance of payment,” kata Raden dalam acara KONEKSI CNBC Indonesia, dikutip pada Jumat (12/6/2026).

Raden melanjutkan, jika neraca pembayaran masih menunjukkan angka positif, maka cadangan devisa nasional juga masih kuat, sehingga pemerintah masih memiliki amunisi yang kuat untuk menstabilkan rupiah.

“Kalau balance of payment masih terus positif, maka cadangan devisa kita akan naik dan masih kuat. Artinya kita masih punya amunisi untuk melawan setiap serangan-serangan terhadap rupiah atau melawan setiap permintaan dolar AS yang membuat rupiah memburuk,” lanjutnya.

Menurutnya, dalam komponen neraca pembayaran, terdiri atas transaksi berjalan (current account) dan neraca modal (capital account). Dari transaksi berjalan, ada komponen seperti neraca perdagangan (trade balance) dan neraca jasa.

“Nah, sekarang ini trade balance kita itu masih positif. Tapi sudah turun akibat dari impor, karena harga minyak yang naik. Kemudian di neraca jasa, ini kita selalu negatif. Jadi dua-duanya ini sekarang membuat current account kita sudah negatif,” terang Raden.

Dia melanjutkan, sejatinya neraca modal Indonesia sempat positif. Namun kini mulai mengalami penurunan karena portofolio investor asing yang makin berkurang.

“Sedangkan financial account kita sempat positif. Financial account itu terdiri dari utama adalah foreign direct invesment (FDI), satu lagi adalah portofolio. Persoalannya, di portofolio ini sudah negatif dan cukup besar,” ujar Raden.

Alhasil, neraca pembayaran Indonesia, jika dihitung antara transaksi berjalan dengan neraca modal, maka sudah berubah menjadi negatif.

NPI pada triwulan I 2026 mencatat defisit 9,1 miliar dolar AS. Transaksi berjalan mencatat defisit 4,0 miliar dolar AS (1,1% dari PDB). Transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2026 mencatat defisit 4,9 miliar dolar AS

“Dua-duanya ini sekarang kalau dijumlahkan, neraca pembayaran kita jadi negatif, alias menurun. Makanya kalau kita lihat neraca pembayaran kita, cadangan devisa kita sekarang ini turun. Kalau enggak salah di awal 2026 masih di US$154,6 miliar, sekarang (Mei 2026) turun jadi US$144,9 miliar. Artinya Bank Indonesia sudah mencoba melakukan, tetapi ini tetap turun, akibat daripada capital outflow,” imbuhnya.

Tak hanya karena cadangan devisa yang terus menurun, masih adanya defisit anggaran turut mempengaruhi kuat atau tidaknya rupiah.

“Belum lagi dari defisit anggaran, karena kalau defisitnya besar, kan ada juga yang memegang uang ini di luar negeri, itu juga mempengaruhi. Nah, gabungan dari situlah utamanya yang menentukan nilai tukar tadi,” ucapnya.

Selain itu, faktor politik, termasuk kondisi geopolitik global dan politik di dalam negeri turut mempengaruhi pergerakan rupiah.

(chd/mij)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.970 Pagi Ini

Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.970 Pagi Ini

July 8, 2026
IHSG Dibuka Terkoreksi Nyaris 1%, Investor Cerna Kabar S&P

IHSG Dibuka Terkoreksi Nyaris 1%, Investor Cerna Kabar S&P

July 8, 2026
BEI Suspensi Perdagangan Saham Panca Global (PEGE), Kenapa?

BEI Suspensi Perdagangan Saham Panca Global (PEGE), Kenapa?

July 8, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .