• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Melemah, Investor Pantau Ketat Konflik Timur Tengah

Bursa Asia Melemah, Investor Pantau Ketat Konflik Timur Tengah

July 8, 2026
Nasib Pasar Modal RI Saat Indonesia Masuk Watchlist S&P DJI

Nasib Pasar Modal RI Saat Indonesia Masuk Watchlist S&P DJI

July 8, 2026
Tiba-Tiba Muncul Gugatan Baru Hotel Sultan

Tiba-Tiba Muncul Gugatan Baru Hotel Sultan

July 8, 2026
Ada Peringatan Dari S&P, IHSG Anjlok ke Zona Merah

Ada Peringatan Dari S&P, IHSG Anjlok ke Zona Merah

July 8, 2026
Emiten RS Grup Emtek Kantongi Kredit Rp4 T dari CIMB Niaga & OCBC

Emiten RS Grup Emtek Kantongi Kredit Rp4 T dari CIMB Niaga & OCBC

July 8, 2026
Hari Pertama Diperdagangkan, Saham Emiten Healthcare (EMMI) Naik 11,7%

Hari Pertama Diperdagangkan, Saham Emiten Healthcare (EMMI) Naik 11,7%

July 8, 2026
Perdana Melantai, Harga Saham Emiten Grup Djarum (BACH) Mentok Atas

Perdana Melantai, Harga Saham Emiten Grup Djarum (BACH) Mentok Atas

July 8, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1% Lebih Usai Dapat Peringatan S&P

Breaking! IHSG Anjlok 1% Lebih Usai Dapat Peringatan S&P

July 8, 2026
S&P Pertahankan Status Bursa RI, Tapi Terancam Turun Kelas Jika…

S&P Pertahankan Status Bursa RI, Tapi Terancam Turun Kelas Jika…

July 8, 2026
Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.970 Pagi Ini

Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.970 Pagi Ini

July 8, 2026
IHSG Dibuka Terkoreksi Nyaris 1%, Investor Cerna Kabar S&P

IHSG Dibuka Terkoreksi Nyaris 1%, Investor Cerna Kabar S&P

July 8, 2026
BEI Suspensi Perdagangan Saham Panca Global (PEGE), Kenapa?

BEI Suspensi Perdagangan Saham Panca Global (PEGE), Kenapa?

July 8, 2026
IHSG Mulai Rebound, Cek 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Mulai Rebound, Cek 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

July 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 8, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Bursa Asia Melemah, Investor Pantau Ketat Konflik Timur Tengah

2 hours ago
in Market
Bursa Asia Melemah, Investor Pantau Ketat Konflik Timur Tengah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Rabu seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang menekan sentimen investor global.

Melansir CNBC, pelaku pasar juga memilih bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,55%, sementara Topix terkoreksi 0,7%. Bursa Korea Selatan juga bergerak di zona merah dengan Kospi melemah 0,72% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 1,94%.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 turun 1,36%, mencerminkan pelemahan yang terjadi hampir di seluruh kawasan Asia-Pasifik. Kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang membebani selera risiko investor.

Sentimen negatif tersebut mengikuti pelemahan di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat. Investor melakukan aksi ambil untung pada saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sementara kenaikan harga minyak turut membebani pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun lebih dari 100 poin setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi intraday. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,5% dan Nasdaq Composite anjlok 1,2% dengan saham-saham produsen chip memimpin penurunan.

Fokus investor kini beralih ke risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juni yang dijadwalkan dirilis pada Rabu pukul 14.00 waktu AS.

Dokumen tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran lebih rinci mengenai pertemuan kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh, ketika bank sentral mempertahankan suku bunga namun mengisyaratkan masih terbukanya peluang kenaikan suku bunga jika tekanan inflasi berlanjut.

Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, mengatakan risalah rapat FOMC kali ini berpotensi menjadi faktor yang sulit diprediksi karena Warsh dinilai tidak memberikan penjelasan yang rinci dalam konferensi pers sebelumnya.

Menurutnya, risalah tersebut kemungkinan bernada hawkish dan dapat memuat sejumlah kejutan yang memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter AS ke depan.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Nasib Pasar Modal RI Saat Indonesia Masuk Watchlist S&P DJI

Nasib Pasar Modal RI Saat Indonesia Masuk Watchlist S&P DJI

July 8, 2026
Tiba-Tiba Muncul Gugatan Baru Hotel Sultan

Tiba-Tiba Muncul Gugatan Baru Hotel Sultan

July 8, 2026
Ada Peringatan Dari S&P, IHSG Anjlok ke Zona Merah

Ada Peringatan Dari S&P, IHSG Anjlok ke Zona Merah

July 8, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .