• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Analis Ungkap Dampak Review MSCI Terbaru bagi IHSG

Analis Ungkap Dampak Review MSCI Terbaru bagi IHSG

June 19, 2026
Pengusaha RI Ini Rajin ke Gunung Kawi dan Berujung Jadi Miliarder

Pengusaha RI Ini Rajin ke Gunung Kawi dan Berujung Jadi Miliarder

July 6, 2026
Catat! Mitratel (MTEL) Jadwalkan Cum Dividen 8 Juli 2026

Catat! Mitratel (MTEL) Jadwalkan Cum Dividen 8 Juli 2026

July 6, 2026
Agrinas Palma Akan Hidupkan Pabrik Biodiesel Tahun Depan

Agrinas Palma Akan Hidupkan Pabrik Biodiesel Tahun Depan

July 6, 2026
Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

Bos OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Ambil Kredit Lebih Gampang

July 6, 2026
PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

PTPN III Butuh Belanja Modal Rp140 Triliun Buat 5 Tahun

July 6, 2026
Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

Menteri Ara Mau Lawan Rentenir Pakai Program Ini

July 6, 2026
Transformasi Energi Bantu Industri Hemat Energi & Berkelanjutan

Transformasi Energi Bantu Industri Hemat Energi & Berkelanjutan

July 6, 2026
2026, PTPN III Bidik Pendapatan Naik 40%, Tapi Laba Turun Tipis

2026, PTPN III Bidik Pendapatan Naik 40%, Tapi Laba Turun Tipis

July 6, 2026
Pengawasan Berlapis PFII Demi Cegah Risiko Pencucian Uang

Pengawasan Berlapis PFII Demi Cegah Risiko Pencucian Uang

July 6, 2026
Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025

Laba Holding Perkebunan (PTPN III) Lompat 81% Jadi Rp6,39 T di 2025

July 6, 2026
Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

Perkuat Kontribusi, Ini Strategi Antam Dongkrak Kinerja

July 6, 2026
Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

Modal Awal Lembaga Pengelola PFII dari Danantara-Barang Milik Negara

July 6, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 6, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Analis Ungkap Dampak Review MSCI Terbaru bagi IHSG

2 weeks ago
in News
Analis Ungkap Dampak Review MSCI Terbaru bagi IHSG
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — MSCI merilis Global Market Accessibility Review 2026 pada Jumat (19/6/2026). Sejumlah analis menilai laporan tersebut menjadi peringatan atas isu transparansi dan tata kelola pasar modal domestik, meski status Indonesia sebagai Emerging Market dinilai masih aman.

Dalam laporan siklus tahun ini, MSCI mencatat lebih banyak peningkatan dibandingkan penurunan peringkat di kelompok negara Emerging Markets. Namun, Indonesia menjadi salah satu dari dua negara berkembang yang mengalami penurunan penilaian akibat kekhawatiran terhadap struktur kepemilikan saham yang kurang transparan dan indikasi aktivitas perdagangan terkoordinasi yang dinilai mengganggu proses pembentukan harga.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata yang menyebut laporan MSCI membawa kabar baik sekaligus buruk bagi Indonesia. Di satu sisi, penurunan penilaian Information Flow mengonfirmasi sejumlah kekhawatiran investor asing terkait transparansi kepemilikan saham, kualitas free float, ketersediaan informasi perusahaan dalam bahasa Inggris, serta dugaan perdagangan terkoordinasi.

Menurut Liza, sorotan MSCI kini tidak hanya tertuju pada standar keterbukaan informasi, tetapi juga pada integritas proses price discovery di pasar saham Indonesia. Hal ini menunjukkan meningkatnya perhatian investor global terhadap kualitas tata kelola pasar, transparansi, dan kredibilitas pembentukan harga saham.

Meski penilaian pada aspek Information Flow diturunkan, Indonesia masih memperoleh penilaian yang kuat pada berbagai indikator aksesibilitas pasar lainnya. Aspek keterbukaan terhadap kepemilikan asing, arus modal, registrasi investor, regulasi pasar, infrastruktur perdagangan, hingga ketersediaan instrumen investasi dinilai tetap berada pada level yang baik.

“Risiko Indonesia turun kelas menjadi Frontier Market masih relatif rendah karena klasifikasi MSCI ditentukan oleh tiga pilar utama, yakni tingkat perkembangan ekonomi, ukuran dan likuiditas pasar, serta aksesibilitas pasar,” kata Liza, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, dampak yang lebih realistis dari laporan MSCI adalah meningkatnya risk premium yang disematkan investor global terhadap Indonesia. Temuan MSCI berpotensi memperkuat pandangan bahwa valuasi saham Indonesia memang menarik, tetapi masih dibayangi persoalan transparansi dan kualitas pembentukan harga.

Narasi tersebut dinilai sejalan dengan kondisi pasar beberapa bulan terakhir yang ditandai oleh aksi jual bersih investor asing yang besar, kekhawatiran terhadap transparansi free float, serta munculnya pertanyaan mengenai struktur pemegang saham pengendali pada sejumlah emiten. Selain itu, pergerakan harga beberapa saham juga dinilai semakin jauh dari fundamental perusahaan.

Terpisah Analis Riset Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi Ahnaf Yassar menjelaskan MSCI menurunkan penilaian pada kriteria Information Flow Indonesia dari “+” menjadi “-“. Penurunan tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap transparansi free float, kualitas pembentukan harga saham, dan tingkat investabilitas pasar.

Meski demikian, Prasetya menilai sejumlah kebijakan yang telah diterapkan regulator, seperti kewajiban pengungkapan pemegang saham di atas 1%, kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan free floatminimum menjadi 15%, masih cukup untuk mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai Emerging Market.

“Akses pasar, bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi, market size, dan likuditas menjadi kunci utama apakah Indonesia berada di klasifikasi Developed, Emerging, Frontier, atau Standalone Markets oleh MSCI,” jelas Prasetya dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas menyatakan penurunan penilaian MSCI pada aspek Information Flow menunjukkan bahwa transparansi kepemilikan saham masih menjadi perhatian utama investor global. Indikasi perdagangan terkoordinasi juga dinilai dapat mengurangi kualitas price discovery dan efisiensi pasar.

“Status Indonesia tetap Emerging Market, namun isu tata kelola dan transparansi masih menjadi sorotan investor global,” kata dia.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pengusaha RI Ini Rajin ke Gunung Kawi dan Berujung Jadi Miliarder

Pengusaha RI Ini Rajin ke Gunung Kawi dan Berujung Jadi Miliarder

July 6, 2026
Catat! Mitratel (MTEL) Jadwalkan Cum Dividen 8 Juli 2026

Catat! Mitratel (MTEL) Jadwalkan Cum Dividen 8 Juli 2026

July 6, 2026
Agrinas Palma Akan Hidupkan Pabrik Biodiesel Tahun Depan

Agrinas Palma Akan Hidupkan Pabrik Biodiesel Tahun Depan

July 6, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .