• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Beban Membengkak-Dihantam Inflasi, Wapres Sebut Hidup Warga RI Merosot

Beban Membengkak-Dihantam Inflasi, Wapres Sebut Hidup Warga RI Merosot

June 20, 2026
Tak Mau Terima Warisan Rp89 Triliun, Anak Crazy Rich Pilih Jadi Biksu

Tak Mau Terima Warisan Rp89 Triliun, Anak Crazy Rich Pilih Jadi Biksu

June 20, 2026
Potensi Bisnis Jual Beli & Gadai Emas Hadapi Gejolak Global

Potensi Bisnis Jual Beli & Gadai Emas Hadapi Gejolak Global

June 20, 2026
Bupati Cianjur Bergelimang Harta, Rakyat Jadi Korban Tanam Paksa

Bupati Cianjur Bergelimang Harta, Rakyat Jadi Korban Tanam Paksa

June 20, 2026
Menteri RI Terbukti Nikmati Duit Korupsi, Hakim Beri Vonis Mati

Menteri RI Terbukti Nikmati Duit Korupsi, Hakim Beri Vonis Mati

June 20, 2026
Pertamina Beri Santunan untuk 17.300 Anak Yatim dan Dhuafa

Pertamina Beri Santunan untuk 17.300 Anak Yatim dan Dhuafa

June 20, 2026
Video: Kurangi "Candu" Impor Minyak, DPR Dorong Percepat Investasi EBT

Video: Kurangi "Candu" Impor Minyak, DPR Dorong Percepat Investasi EBT

June 20, 2026
Kukuhkan Posisi, Hutama Karya Masuk Fortune Southeast Asia 500

Kukuhkan Posisi, Hutama Karya Masuk Fortune Southeast Asia 500

June 20, 2026
ATM & M-Banking Bisa Tutup Massal, Muncul Ancaman Petaka Incar Bank

ATM & M-Banking Bisa Tutup Massal, Muncul Ancaman Petaka Incar Bank

June 20, 2026
Koruptor Ini Bikin Purbaya Kaget, Masih Buron-Sempat Keriting Rambut

Koruptor Ini Bikin Purbaya Kaget, Masih Buron-Sempat Keriting Rambut

June 20, 2026
Keraton Yogyakarta Dirampok Saat Subuh, Harta Karunnya Hilang

Keraton Yogyakarta Dirampok Saat Subuh, Harta Karunnya Hilang

June 20, 2026
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500

June 20, 2026
Elektrifkasi Tambang, Produsen China Siap Pasok Alat Berat EV

Elektrifkasi Tambang, Produsen China Siap Pasok Alat Berat EV

June 20, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, June 20, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Beban Membengkak-Dihantam Inflasi, Wapres Sebut Hidup Warga RI Merosot

10 hours ago
in ENTREPRENEUR
Beban Membengkak-Dihantam Inflasi, Wapres Sebut Hidup Warga RI Merosot
Share on FacebookShare on Twitter




Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Memburuknya kondisi ekonomi pada masa awal kemerdekaan Indonesia pernah memicu kritik keras dari Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta terhadap Presiden Soekarno. Hatta bahkan menilai penderitaan ekonomi yang dialami rakyat saat itu lebih berat dibandingkan ketika Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda maupun pendudukan Jepang.

Kritik tersebut disampaikan Hatta melalui surat kepada Soekarno pada 17 Juni 1963. Meski sudah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden sejak 1956, Hatta tetap mengikuti perkembangan ekonomi nasional dan mengaku cemas melihat arah perjalanan negara.

“Sebagai seorang yang telah berpuluh-puluh tahun berjuang dan banyak berkorban untuk mencapai Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, saya merasa wajib menulis surat ini. Hati saya cemas melihat kemunduran dalam berbagai bidang,” tulis Hatta dalam suratnya, dikutip dari Hati Nurani Melawan Kezaliman: Surat-Surat Bung Hatta Kepada Presiden Sukarno 1957-1965 (1988).

Kecemasan Hatta bukan tanpa alasan. Menurut catatan Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern (1999), pada masa itu Indonesia menghadapi tekanan ekonomi yang berat. Inflasi terus meningkat, harga kebutuhan pokok melonjak, dan daya beli masyarakat menurun. Di saat bersamaan, pemerintah tetap menjalankan berbagai proyek mercusuar yang menyedot anggaran besar.

Sebagai ekonom yang sejak awal kemerdekaan terlibat dalam perumusan kebijakan negara, Hatta memandang situasi tersebut sebagai kemerosotan yang sangat serius. Bahkan, dia menyebut kondisi kehidupan rakyat saat itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia.

“Kemerosotan penghidupan rakyat, yang belum ada taranya dalam sejarah Indonesia, lebih dahsyat daripada masa kolonial Belanda dan pendudukan Jepang,” tegas Hatta.

Menurut Hatta, akar persoalan terletak pada kebijakan ekonomi yang keliru. Alih-alih mewujudkan cita-cita sosialisme yang kerap dikampanyekan pemerintah, kebijakan yang diterapkan justru membuat beban rakyat semakin berat.

“Pendapatan rakyat makin ditekan, apalagi dengan politik inflasi yang dipercepat, tetapi beban rakyat makin diperbesar,” ungkap proklamator itu.

Tak hanya itu, Hatta juga menyoroti munculnya kelompok elite yang hidup mewah di tengah kesulitan ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, memperlebar jurang antara golongan kaya dan miskin.

“Pertentangan kaya dan miskin sangat menyolok mata, belum pernah setajam sekarang ini,” tulisnya.

Hatta mengaku ikut merasakan dampak memburuknya kondisi ekonomi. Dari uang pensiunnya yang hanya sebesar Rp5.762, sekitar 70% harus digunakan untuk membayar tagihan listrik. Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa arah kebijakan ekonomi saat itu telah melenceng dari tujuan yang dicanangkan pemerintah.

Karena itu, dia melontarkan pertanyaan tajam kepada Soekarno dan para pembantunya.

“Menjadi pertanyaan sekarang bagi banyak orang, mungkin juga bagi segala orang yang menderita dan berpikir: Inikah jalan ke sosialisme? Apakah sosialisme bukan menjadi lip service saja seperti juga dengan Pancasila?”

Surat tersebut kemudian dikenal sebagai salah satu kritik paling keras yang pernah dilontarkan Hatta kepada Soekarno. Beberapa tahun kemudian, krisis ekonomi yang semakin parah turut menjadi salah satu faktor yang melemahkan posisi politik Soekarno hingga akhirnya kehilangan kekuasaan.

(dce)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tak Mau Terima Warisan Rp89 Triliun, Anak Crazy Rich Pilih Jadi Biksu

Tak Mau Terima Warisan Rp89 Triliun, Anak Crazy Rich Pilih Jadi Biksu

June 20, 2026
Potensi Bisnis Jual Beli & Gadai Emas Hadapi Gejolak Global

Potensi Bisnis Jual Beli & Gadai Emas Hadapi Gejolak Global

June 20, 2026
Bupati Cianjur Bergelimang Harta, Rakyat Jadi Korban Tanam Paksa

Bupati Cianjur Bergelimang Harta, Rakyat Jadi Korban Tanam Paksa

June 20, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .