• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

June 24, 2026
BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

July 4, 2026
Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

July 4, 2026
Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

July 4, 2026
Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

Jurus Bisnis Karoseri Ekspansi ke Luar Negeri & Sambut Era EV

July 4, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

July 4, 2026
Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

Keluarga Ini Punya Pendapatan Pasif Rp2,88 Miliar Sebulan

July 4, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

Tertarik Punya Alfamart Sendiri? Segini Biaya dan Balik Modal

July 4, 2026
Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

Tantangan RI Perkuat Ekosistem AI Untuk Perkuat Daya Saing

July 4, 2026
Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade

July 4, 2026
Cara Daftar Program Magang Nasional, Gaji Rp3,5 Juta-6 juta/bulan

Cara Daftar Program Magang Nasional, Gaji Rp3,5 Juta-6 juta/bulan

July 4, 2026
Duit di Rekening Auto Ludes, Perhatikan Modus Baru Maling M-Banking

Duit di Rekening Auto Ludes, Perhatikan Modus Baru Maling M-Banking

July 4, 2026
Duit Warga RI Dimaling Rp9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

Duit Warga RI Dimaling Rp9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak

July 4, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 4, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

1 week ago
in ENTREPRENEUR
Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 Juni 2026.

Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. Kenaikan ini merupakan respons kebijakan BI untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global. Di samping itu, keputusan tersebut juga menjadi langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap berada dalam rentang sasaran 2,5±1% di 2026 dan 2027.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (pro-growth) Indonesia. Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat oleh BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

Tak hanya itu, BI juga menyebut bahwa kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.

Respons Ekonom Atas Kenaikan BI-Rate 25 BPS

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai, kenaikan BI-Rate 25 poin menjadi 5,75% merupakan langkah yang rasional dan defensif untuk menjaga stabilitas rupiah dan menjaga target inflasi.

“Dengan tambahan kenaikan ini, BI telah menaikkan suku bunga secara kumulatif 100 poin dasar sejak Mei 2026, termasuk kenaikan di luar jadwal pada 9 Juni 2026. Artinya, BI sedang mengirim sinyal kuat bahwa stabilitas rupiah dan pengendalian ekspektasi inflasi menjadi prioritas utama di tengah tekanan global yang belum mereda,” ungkap Josua kepada CNBC Indonesia, belum lama ini.

Secara makro, lanjut dia, keputusan ini dinilai tepat lantaran tekanan eksternal terhadap rupiah masih besar. Apalagi, BI mencatat ketidakpastian global tetap tinggi akibat konflik Timur Tengah, risiko kenaikan inflasi global, potensi kenaikan suku bunga Amerika Serikat, imbal hasil surat utang Amerika Serikat yang tinggi, serta dolar AS yang tetap kuat.

Pada akhirnya, terdapat risiko rambatan ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Risiko tersebut di antaranya arus modal yang mudah keluar, sehingga suku bunga domestik perlu cukup menarik agar aset keuangan di Indonesia tetap kompetitif. Kendati begitu, efektivitas kenaikan suku bunga tidak boleh dilebih-lebihkan, karena sumber tekanan rupiah lebih banyak berasal dari faktor luar negeri, bukan semata dari ketidakseimbangan domestik.

Dirinya bilang, transmisi kebijakan moneter dari BI sudah mulai menunjukkan hasil jangka pendek. Kurs Rupiah pada 17 Juni 2026 tercatat Rp17.730 per dolar AS atau menguat 0,76% dibanding akhir Mei 2026. Penguatan ini juga dipengaruhi oleh intervensi BI, kenaikan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan masuknya dana asing ke instrumen keuangan domestik. Posisi SRBI mencapai Rp1.021,13 triliun dengan kepemilikan nonresiden Rp238,09 triliun atau 23,32% dari total outstanding.

“Ini menunjukkan bahwa stabilisasi rupiah masih bertumpu pada daya tarik imbal hasil portofolio jangka pendek. Strategi ini efektif untuk meredam tekanan pasar, tetapi rentan jika sentimen global kembali memburuk atau investor asing menarik dananya secara cepat,” terang Josua.

Dari sisi inflasi, Josua menganggap kenaikan BI-Rate juga dapat dipahami karena tekanan harga mulai meningkat. Sebagai pengingat, inflasi Mei 2026 naik menjadi 3,08% dari 2,42% pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong inflasi inti 2,59%, harga yang diatur pemerintah 2,07%, dan harga pangan bergejolak 6,24%.

Dia melanjutkan, tekanan harga tersebut terutama berasal dari pangan, cuaca, harga energi global, BBM nonsubsidi, LPG, dan avtur. Dengan posisi rupiah yang masih rentan, BI perlu mencegah pelemahan kurs merembet ke harga barang impor (imported inflation), biaya produksi, dan ekspektasi inflasi masyarakat.

Keputusan RDG Juni 2026 dinilai sebagai langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas Rupiah dan menjaga target inflasi. BI juga dinilai perlu berhati-hati agar kenaikan suku bunga tidak berubah menjadi tekanan berlebihan bagi kredit, konsumsi, dan investasi.

Josua pun merekomendasikan agar BI menahan BI-Rate di level 5,75% sebagai skenario dasar, memperkuat stabilisasi rupiah melalui intervensi terukur dan pendalaman pasar valas, mengurangi ketergantungan pada dana asing jangka pendek di SRBI, menjaga likuiditas perbankan untuk sektor produktif, serta memperkuat koordinasi fiskal-moneter. Melalui cara ini, stabilitas rupiah dapat dijaga tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara berlebihan. 

(bul/bul)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

BNI Hadirkan Ragam Promo Rayakan 80 Tahun Pengabdian untuk Negeri

July 4, 2026
Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

Bisnis Keluarga Trump Raup Rp5 T dari Timur Tengah, Terbanyak Kripto

July 4, 2026
Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga

July 4, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .