• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Nilai Tukar Rupiah Menguat Awal Pekan Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.875

Nilai Tukar Rupiah Menguat Awal Pekan Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.875

July 1, 2026
Biayai Danantara-Beli Surat Utang RI

Biayai Danantara-Beli Surat Utang RI

July 2, 2026
Biaya Danantara-Beli Surat Utang RI

Biaya Danantara-Beli Surat Utang RI

July 2, 2026
Kebut Pembahasan RUU, PFII Bakal Jadi Bahan Pidato Kenegaraan Prabowo

Kebut Pembahasan RUU, PFII Bakal Jadi Bahan Pidato Kenegaraan Prabowo

July 2, 2026
KAI Rombak Direksi, Angkat Eks Dirut Pelita Air Dendy Kurniawan

KAI Rombak Direksi, Angkat Eks Dirut Pelita Air Dendy Kurniawan

July 2, 2026
RI Bangun PFII, Purbaya Mau Mobilisasi Uang Orang Kaya di Dunia

RI Bangun PFII, Purbaya Mau Mobilisasi Uang Orang Kaya di Dunia

July 2, 2026
Indosat (ISAT) Divestasi Usaha Fiber Optik Rp11,71 T

Indosat (ISAT) Divestasi Usaha Fiber Optik Rp11,71 T

July 2, 2026
Bank Ramai-Ramai Terbitkan Obligasi, Sinyal Rebutan Dana Sengit

Bank Ramai-Ramai Terbitkan Obligasi, Sinyal Rebutan Dana Sengit

July 2, 2026
PMMP Krisis, Kredit Bank Permata ke Emiten Ini Nyaris Rp1 Triliun

PMMP Krisis, Kredit Bank Permata ke Emiten Ini Nyaris Rp1 Triliun

July 2, 2026
Ditutup Menguat 5,75%, Saham ANTM Siap Balik ke Rp3.000?

Ditutup Menguat 5,75%, Saham ANTM Siap Balik ke Rp3.000?

July 2, 2026
IHSG Ditutup Naik 0,87%, Saham Bank Jumbo Diserbu

IHSG Ditutup Naik 0,87%, Saham Bank Jumbo Diserbu

July 2, 2026
Incar Pasar & Investor Gen Z, Bisnis Emas Makin Berkilau

Incar Pasar & Investor Gen Z, Bisnis Emas Makin Berkilau

July 2, 2026
Seluruh Lapkeu 2025 BUMN Tuntas, Danantara Progres Laporan Konsolidasi

Seluruh Lapkeu 2025 BUMN Tuntas, Danantara Progres Laporan Konsolidasi

July 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 2, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Nilai Tukar Rupiah Menguat Awal Pekan Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.875

1 day ago
in Market
Nilai Tukar Rupiah Menguat Awal Pekan Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.875
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan ini dengan tenaga positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda pada pembukaan perdagangan Senin (29/6/2026) menguat ke posisi Rp17.875/US$ atau terapresiasi 0,17%.

Penguatan pada pagi ini membuat rupiah berpeluang melanjutkan tren positifnya setelah berhasil menutup perdagangan akhir pekan lalu di zona hijau. Pada Jumat (26/6/2026), rupiah ditutup menguat 0,06% ke level Rp17.905/US$.

Dengan posisi saat ini, rupiah terus mencoba menjauh dari bayangan level Rp18.000/US$ yang sempat kembali menekan pada pekan lalu. Saat itu, rupiah sempat menyentuh level terlemah harian di Rp17.985/US$ sebelum akhirnya berbalik menguat hingga penutupan perdagangan.

Sementara itu, tekanan dari dolar AS mulai sedikit mereda pada pagi ini. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau bergerak stabil cenderung melemah di level 101,347.

Pergerakan rupiah pada awal pekan ini terjadi di tengah dolar AS yang mulai kehilangan tenaga di pasar global. Dolar AS bergerak melemah tipis dan melanjutkan koreksi sebelumnya, seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Pelemahan harga minyak mentah juga ikut meredakan kekhawatiran inflasi yang sebelumnya sempat membayangi pasar.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat The Fed 28-29 Juli berada di 29,90%. Sementara itu, peluang The Fed mempertahankan suku bunga di level saat ini mencapai 70,10%.

Di sisi domestik, Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar global.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan masyarakat dan pelaku usaha tetap diperbolehkan membeli valuta asing, termasuk dolar AS, dengan nominal di atas US$10.000 per bulan. Namun, transaksi tersebut harus disertai dokumen pendukung atau underlying yang jelas.

“Boleh transaksi dolar AS lebih dari US$10.000, tapi harus ada dokumen underlying jelas, jadi kita bukan membatasi, orang gak boleh transaksi dolar gitu, rupiah ke dolar enggak tapi kita hanya ingin mengatur, menata ulang tata kelolanya,” kata Destry dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia, dikutip Senin (29/6/2026).

Destry menjelaskan, dokumen underlying menjadi bukti bahwa pembelian valas dilakukan untuk kebutuhan riil, bukan untuk tujuan spekulatif. Kebutuhan tersebut bisa berupa pembayaran impor, biaya pendidikan di luar negeri, pengobatan, hingga pembayaran kewajiban luar negeri.

“Misal mau sekolah ke luar negeri, kan pasti enggak mungkin dong cuma US$10.000, pasti akan butuhnya lebih, asal ada dokumennya jelas, misalnya acceptance letter dari luar negeri butuh biaya sekian, oh itu boleh, karena itu menjadi underlying-nya, jadi kita bukan membatasi, tapi belilah atau tukarlah sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Kebijakan penyesuaian ambang batas pembelian valas tunai terhadap rupiah mulai berlaku pada 1 Juli 2026. BI menegaskan langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan pasar valuta asing domestik berjalan lebih sehat dan efisien.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Biayai Danantara-Beli Surat Utang RI

Biayai Danantara-Beli Surat Utang RI

July 2, 2026
Biaya Danantara-Beli Surat Utang RI

Biaya Danantara-Beli Surat Utang RI

July 2, 2026
Kebut Pembahasan RUU, PFII Bakal Jadi Bahan Pidato Kenegaraan Prabowo

Kebut Pembahasan RUU, PFII Bakal Jadi Bahan Pidato Kenegaraan Prabowo

July 2, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .