• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang 1 Juta Ton Material Sisa

Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang 1 Juta Ton Material Sisa

July 8, 2026
Investor Global Lirik Peluang Emas di RI, Ini Buktinya!

Investor Global Lirik Peluang Emas di RI, Ini Buktinya!

July 8, 2026
Video: Bisnis Alat Motor Tertekan: Biaya Produksi Naik

Video: Bisnis Alat Motor Tertekan: Biaya Produksi Naik

July 8, 2026
Ini Respons Tegas OJK Soal PHK Massal di KB Bank (BBKP)

Ini Respons Tegas OJK Soal PHK Massal di KB Bank (BBKP)

July 8, 2026
Masuk Radar Global, Investor Asing Kepincut Masuk RI Lewat Danantara

Masuk Radar Global, Investor Asing Kepincut Masuk RI Lewat Danantara

July 8, 2026
Eksposur Saham RI di S&P DJI Capai Rp4 T, BEI Hitung Potensi Outflow

Eksposur Saham RI di S&P DJI Capai Rp4 T, BEI Hitung Potensi Outflow

July 8, 2026
Jawab Isu Bank Asing Tarik Dana dari RI, OJK: Dilebih-lebihkan

Jawab Isu Bank Asing Tarik Dana dari RI, OJK: Dilebih-lebihkan

July 8, 2026
Komisi XI DPR RI dan OJK Rapat Tertutup Soal Perbankan, Bahas Apa?

Komisi XI DPR RI dan OJK Rapat Tertutup Soal Perbankan, Bahas Apa?

July 8, 2026
Joyce Soeryadjaya Mundur dari Jabatan Komisaris Saratoga (SRTG)

Joyce Soeryadjaya Mundur dari Jabatan Komisaris Saratoga (SRTG)

July 8, 2026
Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.990

Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.990

July 8, 2026
Pasar RI Dapat Ancaman S&P DJI, Investor Waspadai Hal Ini

Pasar RI Dapat Ancaman S&P DJI, Investor Waspadai Hal Ini

July 8, 2026
Komisi XI DPR RI dan OJK Rapat Tertutup Soal Perbankan,Bahas Apa?

Komisi XI DPR RI dan OJK Rapat Tertutup Soal Perbankan,Bahas Apa?

July 8, 2026
Komisi XI DPR RI dan OJK Rapat TertutupSoal Perbankan,Bahas Apa?

Komisi XI DPR RI dan OJK Rapat TertutupSoal Perbankan,Bahas Apa?

July 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 8, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang 1 Juta Ton Material Sisa

2 hours ago
in Lifestyle
Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang 1 Juta Ton Material Sisa
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – MIND ID Grup memperkuat penerapan ekonomi sirkular di sektor pertambangan dengan memanfaatkan lebih dari 1 juta ton material sisa melalui skema penggunaan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan pemulihan (recovery). Langkah tersebut turut mendorong penurunan timbulan limbah padat sebesar 11,3% secara tahunan.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025, sebanyak 82.876 ton limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) serta 946.733 ton limbah padat non-B3 berhasil dialihkan dari pembuangan akhir melalui berbagai skema pemanfaatan kembali. Total material sisa yang dimanfaatkan sepanjang tahun mencapai lebih dari 1 juta ton.

Seiring meningkatnya pemanfaatan material sisa tersebut, total timbulan limbah padat MIND ID Grup turun dari 1.306.835,91 ton pada 2024 menjadi 1.159.049,16 ton pada 2025.

Penurunan terjadi pada dua kategori utama. Limbah padat B3 turun dari 270.478,08 ton menjadi 208.441,10 ton. Sementara itu, limbah padat non-B3 berkurang dari 1.036.357,83 ton menjadi 950.608,06 ton.

Secara tren, penurunan timbulan limbah juga berlangsung konsisten dalam tiga tahun terakhir. Total limbah padat MIND ID Grup tercatat sebesar 1.396.034,05 ton pada 2023, turun menjadi 1.306.835,91 ton pada 2024, kemudian kembali menurun menjadi 1.159.049,16 ton pada 2025.

Selain limbah padat, laporan tersebut juga mencatat timbulan limbah cair B3 sebesar 4.764,52 ton sepanjang 2025. Jenis limbah tersebut meliputi oli bekas, minyak bekas, oil sludge, solar bekas, grease bekas, hingga bahan kimia kedaluwarsa.

Pakar Energi Departemen Teknik Sistem Energi Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Eko Adhi Setiawan, menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya sistem pengelolaan limbah yang terstruktur sebagai fondasi praktik pertambangan yang baik (good mining practice).

“Menurut saya, sistem pengelolaan limbah yang terstruktur sangat penting karena dalam operasi tambang risiko terbesar bukan hanya pada volume limbah, tetapi pada putusnya rantai pengelolaan,” kata Eko dikutip, Rabu (8/7/2026).

Menurut Eko, setiap jenis limbah, baik limbah B3, limbah cair, residu proses, sludge, oli bekas, kemasan bahan kimia, maupun limbah non-B3 dalam volume besar memerlukan jejak pengelolaan yang jelas. Jejak tersebut mencakup asal limbah, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, hingga bukti akhir pengelolaannya.

Dia mengatakan pendekatan pemanfaatan material sisa juga menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan akhir, tetapi mulai mengoptimalkan material yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Limbah tidak hanya dilihat sebagai isu toksisitas yang harus diamankan, tetapi juga sebagai material stream yang perlu diklasifikasi,” ujarnya.

Eko berpendapat klasifikasi diperlukan untuk membedakan material yang harus dikendalikan secara ketat, material yang masih dapat dimanfaatkan kembali, didaur ulang, dipulihkan nilainya, maupun yang benar-benar harus dibuang sebagai pilihan terakhir.

Menurut dia, pendekatan tersebut mulai tercermin pada berbagai inisiatif yang dijalankan entitas anggota MIND ID dalam mendukung praktik ekonomi sirkular. PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), misalnya, memanfaatkan slag nikel hasil proses pyrometallurgy sebagai bahan konstruksi Pomalaa Beton (POTON) untuk kebutuhan road base, yard base, dan konstruksi internal.

ANTAM juga mengolah tailing emas menjadi Green Fine Aggregate (GFA), sementara Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dimanfaatkan bersama slag nikel sebagai bahan baku Pomalaa Beton.

Di PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), internal scrap dari proses peleburan dan pengecoran aluminium digunakan kembali untuk mendukung produksi sehingga membantu mengurangi kebutuhan bahan baku primer berupa alumina.

Sementara itu, PT TIMAH Tbk mengelola Sisa Hasil Pengolahan (SHP) menggunakan metode fisik seperti gravitasi, kemagnetan, dan konduktivitas listrik. Pada 2025, SHP tercatat mencapai 1.506,06 ton ore dan masih memiliki potensi untuk dipulihkan melalui proses lanjutan (tin gain).

“Beberapa material sisa dapat memiliki nilai sebagai bahan baku sekunder, substitusi material, atau input untuk industri lain,” pungkas Eko.

(rah/rah)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Investor Global Lirik Peluang Emas di RI, Ini Buktinya!

Investor Global Lirik Peluang Emas di RI, Ini Buktinya!

July 8, 2026
Video: Bisnis Alat Motor Tertekan: Biaya Produksi Naik

Video: Bisnis Alat Motor Tertekan: Biaya Produksi Naik

July 8, 2026
Ini Respons Tegas OJK Soal PHK Massal di KB Bank (BBKP)

Ini Respons Tegas OJK Soal PHK Massal di KB Bank (BBKP)

July 8, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .