Jakarta, CNBC Indonesia– Pasar keuangan RI Kembali menghadapi sentiment negative setelah S&P Dow Jones Indices atau S&P DJI memasukkan Indonesia ke dalam daftar 2027 Country Classification Watchlist dan berpeluang terkena ‘special measures’ hingga dapat keluar dari ’emerging market” karena terkait transparansi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Ashmore Asset Management, Steven Satya Yudha menilai rilis S&P DJI semakin menambah daftar tekanan pada pasar saham RI mengingat isu governance ini telah disoroti oleh sejumlah indeks provider. Imbasnya indeks saham juga masih dilanda capital outflow.
Diharapkan komitmen otoritas bursa untuk mendorong reformasi bursa saham Indonesia sudah sangat positif dan memenuhi standar indeks di regional. Hanya saya Indeks provider masih melihat dampak nyata dari reformasi yang tercermin dalam perubahan ‘behavior’ dari para pelaku pasar.
Seperti apa dampak penilaian indeks provider terhadap pasar modal RI? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Ashmore Asset Management, Steven Satya Yudha dalam Power Lunch, CNBC (Kamis, 08/07/2026)
















