• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Amran Punya Jurus Baru Bikin Pendapatan Petani Tembus Rp 16 Juta/Bulan

Amran Punya Jurus Baru Bikin Pendapatan Petani Tembus Rp 16 Juta/Bulan

July 9, 2026
AS Kembali Serang Iran, Harga Emas & Batu Bara Kembali Naik

AS Kembali Serang Iran, Harga Emas & Batu Bara Kembali Naik

July 9, 2026
IHSG Sesi I Menguat 0,21% ke Level 5.885

IHSG Sesi I Menguat 0,21% ke Level 5.885

July 9, 2026
S&P Pantau Status RI, IHSG Lesu & Rupiah Tembus Rp 18.077/USD

S&P Pantau Status RI, IHSG Lesu & Rupiah Tembus Rp 18.077/USD

July 9, 2026
Bursa Ukur Dampak Peringatan Keras S&P DJI, Outflow Triliunan?

Bursa Ukur Dampak Peringatan Keras S&P DJI, Outflow Triliunan?

July 9, 2026
Anak Buah Trump Tembak Mati Imigran yang Cari Kerja, FBI Turun Tangan

Anak Buah Trump Tembak Mati Imigran yang Cari Kerja, FBI Turun Tangan

July 9, 2026
Musim Kemarau Datang, Produksi Garam 2026 Bisa Naik 450%

Musim Kemarau Datang, Produksi Garam 2026 Bisa Naik 450%

July 9, 2026
Pria Ini Cuan Banyak dari Bisnis, Modalnya Sayang Istri

Pria Ini Cuan Banyak dari Bisnis, Modalnya Sayang Istri

July 9, 2026
Terbaru! RI Berhasil Produksi Gas 100 Juta Kaki Kubik, Ini Pemiliknya

Terbaru! RI Berhasil Produksi Gas 100 Juta Kaki Kubik, Ini Pemiliknya

July 9, 2026
BEI Siapkan Ketentuan Papan Pemantauan Khusus

BEI Siapkan Ketentuan Papan Pemantauan Khusus

July 9, 2026
Harga Saham Bergerak Tak Wajar, BEI Pantau Ketat LUCY dan NEST

Harga Saham Bergerak Tak Wajar, BEI Pantau Ketat LUCY dan NEST

July 9, 2026
AS Gempur Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan

AS Gempur Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi 2 Pekan

July 9, 2026
Investasi Saham VS Kripto Mana Lebih Untung? Ini Kata Pakar

Investasi Saham VS Kripto Mana Lebih Untung? Ini Kata Pakar

July 9, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 9, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Amran Punya Jurus Baru Bikin Pendapatan Petani Tembus Rp 16 Juta/Bulan

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Amran Punya Jurus Baru Bikin Pendapatan Petani Tembus Rp 16 Juta/Bulan
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendorong percepatan modernisasi pertanian lewat sistem intensifikasi. Salah satu yang kini didorong pemerintah adalah penerapan metode tanam baru yang disebut PM AAS (Pertanian Modern-Advanced Agriculture System), yang diklaim mampu mendongkrak produksi sekaligus menaikkan pendapatan petani.

Amran mengatakan, upaya percepatan ini telah dibahas bersama jajaran dinas pertanian hingga penyuluh di seluruh Indonesia. Fokusnya bukan hanya mengejar produksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani lewat transformasi pertanian modern.

“Hari ini kami kumpulkan Kepala Dinas, kemudian Direktur Wilayah PPL se-Indonesia. Tujuannya adalah kita melakukan akselerasi dengan intensifikasi,” kata Amran saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menurut dia, sistem intensifikasi akan dipercepat melalui pertanian modern yang diarahkan langsung untuk memperbaiki taraf hidup petani. .

“Sistem intensifikasi kita akselerasi, yaitu pertanian modern sekarang, kemudian kesejahteraan petani. Petani sejahtera. Jadi pertanian modern bertransformasi, pertanian modern menjadikan petani sejahtera,” ujarnya.

Salah satu contoh yang disorot Amran adalah metode PM AAS. Ia menyebut metode tersebut sudah diuji coba di lahan seluas 1.600 hektare selama dua tahun. Hasilnya, produktivitas padi disebut bisa menembus 10 ton per hektare, bahkan di beberapa lokasi mencapai 12 ton per hektare. Sementara hasil minimalnya berada di kisaran 9 ton per hektare.




Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

“Contoh sederhana sekarang ada metode baru, metode PM AAS. Ini sudah 1.600 hektare kita uji coba. Itu produksinya 10 ton bahkan ada 12 ton. Minimal 9 ton. Nah, kita mencoba daerah-daerah irigasi kita tanami metode ini. Katakanlah sekarang rata-rata nasional kan 5,5 ton (per hektare). Kalau 11 ton kan berarti dua kali lipat,” tutur dia.

Ia lalu menggambarkan dampaknya bila metode ini diterapkan secara luas. Misalnya, bila produktivitas naik 3 ton per hektare dan diterapkan di lahan 1 juta hektare, maka tambahan produksi bisa mencapai 3 juta ton. Jika lahan irigasi itu ditanami tiga kali dalam setahun, maka tambahan produksi bisa naik menjadi 9 juta ton gabah.

“Katakanlah naik 3 ton saja, kalau 1 juta hektare kita tanami berarti 3 juta ton. Kalau ditanam 3 kali 1 tahun khusus daerah irigasi berarti 9 juta ton. 9 juta ton itu katakanlah rendemen 55 persen itu berarti 5 juta ton peningkatan. Ini kita kejar,” ujarnya.

Tak hanya produksi, Amran juga mengklaim metode ini bisa mengerek pendapatan petani secara signifikan. Ia menyebut, jika metode tersebut berjalan optimal di daerah irigasi dengan tiga kali masa tanam per tahun dan produksi menyentuh 10 ton per hektare, maka pendapatan petani bisa melonjak berlipat.

“Kalau ini bisa optimal untuk daerah irigasi, tiga kali tanam, produksi 10 ton, pendapatan petani per bulan, satu keluarga yang dulunya itu Rp5 juta, meningkat menjadi Rp16,3 juta per orang. Ya katakanlah Rp15 juta per orang. Itu meningkat tiga kali lipat,” kata Amran.

Ia menegaskan, arah kebijakan pertanian modern saat ini memang ditujukan untuk mengejar kesejahteraan petani. Menurut dia, jika petani sejahtera, maka dorongan untuk terus menanam juga akan semakin kuat dan pada akhirnya ikut mengerek produksi pangan nasional.

“Nah, sekarang kita kejar pendekatannya adalah kesejahteraan. Transformasi pertanian modern besar-besaran, itu dengan memperhatikan kesejahteraan petani,” ucap dia.

Lebih lanjut, Amran menyebut PM AAS bukan varietas benih baru, melainkan metode tanam yang merupakan gabungan antara metode dari Arkansas (Amerika Serikat) dan sistem Jajar Legowo. Lewat metode ini, populasi tanaman per hektare ditingkatkan jauh lebih tinggi dibanding pola tanam biasa.

“Nggak, cuma metodenya. Metode gabungan antara Arkansas dengan metode Jajar Legowo. Nah ini prinsip kerjanya adalah penggabungan. Jadilah metode AAS,” jelasnya.

Ia menjelaskan, metode ini memanfaatkan ruang tanam yang tetap memberi ruang cahaya seperti pola Jajar Legowo, tetapi dengan populasi tanaman yang jauh lebih padat. Jika sebelumnya populasi tanaman berkisar 300 ribu-360 ribu batang per hektare, maka lewat metode ini jumlahnya bisa ditingkatkan hingga sekitar 1 juta batang.

Dengan kepadatan tanaman yang lebih tinggi, biaya produksi memang naik. Namun, Amran menyebut kenaikannya relatif kecil dibanding lonjakan pendapatan yang dihasilkan.

“Biayanya naik. Dulu biayanya Rp13 juta, naik menjadi Rp15 juta. Tapi dulu pendapatannya Rp20 juta, ini menjadi Rp65 juta. Dulu untungnya Rp5 juta, sekarang bisa Rp16 juta. Nah itu urutan-urutannya,” kata Amran.

Selain menaikkan populasi tanaman, metode ini juga disebut bisa menghemat tenaga kerja karena proses tanam tidak lagi melalui tahapan semai, cabut, lalu pindah tanam. Pola yang dipakai adalah direct seeding atau tanam benih langsung.

“Kemudian ada lagi, menghemat tenaga kerja yang dulunya kan semai dulu, cabut baru tanam kembali. Sekarang langsung direct seeding,” pungkasnya.

(wur)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
AS Kembali Serang Iran, Harga Emas & Batu Bara Kembali Naik

AS Kembali Serang Iran, Harga Emas & Batu Bara Kembali Naik

July 9, 2026
IHSG Sesi I Menguat 0,21% ke Level 5.885

IHSG Sesi I Menguat 0,21% ke Level 5.885

July 9, 2026
S&P Pantau Status RI, IHSG Lesu & Rupiah Tembus Rp 18.077/USD

S&P Pantau Status RI, IHSG Lesu & Rupiah Tembus Rp 18.077/USD

July 9, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .