Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) memperkuat bisnis wealth management dengan menggandeng PT Setiabudi Investment Management (Setiabudi IM) untuk memasarkan produk reksa dana kepada nasabah.
Kerja sama tersebut diresmikan dalam acara BINA Insight: Market Outlook & New Opportunities 2026 di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Melalui kemitraan ini, Bank INA akan memperluas pilihan instrumen investasi bagi nasabah sekaligus memperkuat ekosistem layanan wealth management.
Wakil Direktur Utama Bank INA Yulius Purnama Junaedi mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan terus berkembang. Nasabah kini tidak hanya membutuhkan tempat menyimpan dana, tetapi juga solusi pengelolaan aset yang mampu memberikan nilai tambah.
“Kemitraan dengan Setiabudi Investment Management menghadirkan opsi instrumen investasi di reksa dana yang terjangkau, mudah dipahami masyarakat, namun tetap memiliki potensi keuntungan yang optimal dan aman,” ujar Yulius dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).
Ia menambahkan kerja sama tersebut diharapkan dapat mempermudah nasabah mendiversifikasi aset sekaligus mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.
Direktur Utama PT Setiabudi Investment Management Marto Sutiono mengatakan kolaborasi dengan Bank INA akan memperluas distribusi produk reksa dana yang dikelola perusahaan.
Menurut dia, jaringan Bank INA dapat menjadi katalis untuk memperkenalkan produk investasi berbasis riset fundamental kepada lebih banyak investor.
Langkah memperkuat bisnis wealth management tersebut sejalan dengan upaya Bank INA meningkatkan sumber pendapatan di luar bunga kredit.
Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026, pendapatan provisi dan komisi selain kredit Bank INA naik menjadi Rp4,04 miliar dari Rp3,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan administrasi juga meningkat menjadi Rp6 miliar dari Rp2,57 miliar.
Di sisi lain, kredit yang diberikan setelah pencadangan turun menjadi Rp14,34 triliun dari Rp14,86 triliun pada akhir 2025. Dana pihak ketiga (DPK) juga menyusut menjadi Rp25,04 triliun dari Rp27,26 triliun.
Meski demikian, laba bersih Bank INA pada kuartal I-2026 naik menjadi Rp52,98 miliar, dibandingkan Rp14,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ditopang oleh penerimaan kembali kredit yang telah dihapusbukukan sebesar Rp91,39 miliar.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google


















