• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.055

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.055

July 16, 2026
Pansel Kepala Bursa Mineral OJK Tunggu Aturan Menkeu

Pansel Kepala Bursa Mineral OJK Tunggu Aturan Menkeu

July 16, 2026
BI Dukung Pembentukan ‘Surga Investasi’ PFII

BI Dukung Pembentukan ‘Surga Investasi’ PFII

July 16, 2026
6 Hari Naik 161,73%, Saham PRDL Gerak Gak Wajar dan Dipantau BEI

6 Hari Naik 161,73%, Saham PRDL Gerak Gak Wajar dan Dipantau BEI

July 16, 2026
OJK Minta Insentif Pajak Buat ETF Emas, Begini Jawaban Airlangga

OJK Minta Insentif Pajak Buat ETF Emas, Begini Jawaban Airlangga

July 16, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056

July 16, 2026
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

July 16, 2026
Saham Teknologi Rontok Tertekan Aksi Jual, Bursa Asia Berguguran

Saham Teknologi Rontok Tertekan Aksi Jual, Bursa Asia Berguguran

July 16, 2026
Asing Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Naik Tipis

Asing Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Naik Tipis

July 16, 2026
Mau Punya Alfamart Sendiri? Segini Modal yang Dibutuhkan di 2026

Mau Punya Alfamart Sendiri? Segini Modal yang Dibutuhkan di 2026

July 16, 2026
IHSG Lanjut Naik Tipis, Asing Serok 10 Saham Ini

IHSG Lanjut Naik Tipis, Asing Serok 10 Saham Ini

July 16, 2026
DJP Blokir Sertifikat Elektronik & Rekening 295 Penunggak Pajak Rp76 M

DJP Blokir Sertifikat Elektronik & Rekening 295 Penunggak Pajak Rp76 M

July 16, 2026
Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

Loker! OJK Buka Pendaftaran Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral

July 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 16, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.055

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.055
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka di zona hijau terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (16/7/2026). Penguatan terjadi di tengah aksi jual dolar oleh pelaku pasar global.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda berhasil mengawali perdagangan pagi ini dengan terapresiasi tipis 0,03% atau menguat ke level Rp18.055/US$.

Kondisi ini sekaligus melanjutkan tren penguatan rupiah. Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (15/7/2026), rupiah ditutup menguat 0,11% ke level Rp18.060/US$.

Sementara itu, dinamika pergerakan indeks dolar AS (DXY) masih cukup menarik. DXY pada pukul 09.00 WIB terpantau bergerak stabil di level 100,505. Namun pada perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS turun tajam 0,43%.


Dengan melihat tren pelemahan indeks dolar AS, pasar tampak tengah melakukan aksi jual pada aset berdenominasi dolar AS. Kondisi ini pada akhirnya dapat membuka ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia setelah data harga produsen Amerika Serikat (AS) dirilis lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut memperkuat tanda-tanda meredanya tekanan inflasi di AS.

Producer Price Index (PPI) untuk permintaan akhir turun 0,3% pada Juni 2026. Angka ini berbalik dari Mei 2026 yang sebelumnya direvisi menjadi naik 0,6%.

Realisasi tersebut lebih rendah dari perkiraan pasar yang sebelumnya memperkirakan PPI tidak berubah. Data harga produsen yang lebih lunak memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) masih dapat bersabar dalam menentukan arah suku bunga.

Meski begitu, pasar tetap mencermati eskalasi terbaru antara AS dan Iran. Ketegangan yang kembali meningkat membuat harga minyak masih bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan terakhir, sehingga risiko terhadap prospek inflasi belum sepenuhnya mereda.

Adapun, Bank Indonesia (BI) juga terus berupaya melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan bahwa BI telah masuk ke pasar Non-Deliverable Forward (NDF) di luar negeri atau offshore sejak April 2026.

Hal tersebut disampaikan Destry dalam Investment Forum 2026 yang digelar CNBC Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/7/2026).

“Sejak April, terobosan BI masuk di pasar NDF 24 jam 6 hari. Kami menggunakan kanwil di luar untuk masuk monitor NDF,” kata Destry.

Menurut Destry, BI masuk ke pasar NDF dengan bantuan kantor perwakilan di luar negeri, termasuk Singapura, Hong Kong, dan New York.

Selain itu, BI juga memberi pengecualian atas larangan transaksi NDF jual valas terhadap rupiah di pasar luar negeri bagi dealer utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) tertentu yang memenuhi syarat. Kebijakan ini ditempuh untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah serta pendalaman pasar keuangan domestik.

“Dalam rangka stabilisasi moneter bisa jual NDF, tidak boleh beli. Cover di DNDF itu sifatnya voluntary. Kenapa primary dealers, karena ada hubungan ke BI dan banyak juga terkait LCT dan sebagainya,” papar Destry.

Selain pelonggaran NDF offshore bagi dealer PUVA, BI juga memperluas instrumen operasi moneter valas dengan instrumen spot dan swap dalam valuta Offshore Chinese Renminbi (CNH) terhadap rupiah.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pansel Kepala Bursa Mineral OJK Tunggu Aturan Menkeu

Pansel Kepala Bursa Mineral OJK Tunggu Aturan Menkeu

July 16, 2026
BI Dukung Pembentukan ‘Surga Investasi’ PFII

BI Dukung Pembentukan ‘Surga Investasi’ PFII

July 16, 2026
6 Hari Naik 161,73%, Saham PRDL Gerak Gak Wajar dan Dipantau BEI

6 Hari Naik 161,73%, Saham PRDL Gerak Gak Wajar dan Dipantau BEI

July 16, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .