
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten gula PT Aman Agrindo Tbk (GULA) membukukan peningkatan penjualan yang sangat signifikan, yaitu Rp144,3 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, jumlah ini meningkat 121,5% (dari Rp65 miliar).
Laba usaha perseroan juga meningkat sangat signifikan. Dari Rp2,4 miliar di kuartal kedua 2025, kini pada periode yang sama laba usaha mencapai Rp5,7 miliar atau lebih dari 100%. Peningkatan penjualan dan laba usaha membuat emiten GULA mencatatkan keuntungan. Jika sebelumnya perseroan masih mencatatkan rugi sebesar Rp1,6 miliar, kini pada 2026 GULA sudah mampu membukukan laba sebesar Rp34,8 juta.
Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk, Andreas Utomo optimis kinerja keuangan perseroan akan terus meningkat seiring selesainya pembangunan pabrik gula yang tengah dikerjakan. Jika tidak ada hambatan, Andreas optimis pabrik gula di Pandeglang akan mampu mendongkrak pendapatan perseroan.
“Pabrik gula yang tengah kita selesaikan memiliki kapasitas produksi 500 ton per hari. Perkiraan kuartal 4 tahun 2026 sudah dapat beroperasi. Pabrik terbaru kami di Pandeglang akan memproduksi gula merah. Permintaan gula merah di Indonesia masih sangat terbuka lebar,” kata Andreas.
Ia menjelaskan, saat ini kebutuhan gula nasional mencapai 6,5 juta ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri hanya 2.67 juta ton. Hal ini menunjukkan masih besarnya ruang tumbuh bagi industri gula di Indonesia.
Untuk meningkatkan produksi dan kinerja keuangan, Andreas mengatakan, perusahaannya berencana mengakuisisi salah satu pabrik gula di Jawa Tengah. Kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 1.000 ton giling tebu per hari. Dengan kebutuhan 6,7 juta ton per tahun dan konsumsi 2,7 juta ton per tahun, Andreas optimistis, seluruh produksi pabrik gula yang akan dimiliki perseroan akan terserap di pasar.
“Saat ini proses akuisisi perusahaan gula di Jawa Tengah tengah berproses. Kami berharap tahun ini proses akuisisi sudah dapat diselesaikan. Dengan tambahan produksi dari pabrik di Pandeglang dan akuisisi pabrik gula di Jawa Tengah, diharapkan penjualan PT Aman Agrindo dapat meningkat sehingga kinerja keuangan perseroan akan semakin solid,” jelas Andreas.
Sebelumnya, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham GULA karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar. Selama perdagangan hari ini, saham perusahaan perdagangan gula ini naik 6,88% di level Rp855. Adapun saham GULA terpantau naik 46.15% dalam periode bulanan, dan telah naik 226.34% selama year to date (YTD).
(ayh/ayh)



















