• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pangsa Bank Syariah Baru 7,32%, BI Sebut Ruang Tumbuh Besar

Pangsa Bank Syariah Baru 7,32%, BI Sebut Ruang Tumbuh Besar

August 3, 2026
Pasar AS Masih Bergejolak, AI Tak Lagi Jadi Jaminan Saham Naik

Pasar AS Masih Bergejolak, AI Tak Lagi Jadi Jaminan Saham Naik

August 3, 2026
Cadangan Devisa Turun US Miliar hingga Akhir Juli, BI Buka Suara

Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juli, BI Buka Suara

August 3, 2026
Destry Ungkap BI Borong SBN Rp195,25 T hingga Akhir Juli 2026

Destry Ungkap BI Borong SBN Rp195,25 T hingga Akhir Juli 2026

August 3, 2026
Simpanan Seluruh Kelompok Nasabah Tumbuh

Simpanan Seluruh Kelompok Nasabah Tumbuh

August 3, 2026
AS Tunda Serang Iran, IHSG Melemah Tapi Rupiah Sukses Menguat

AS Tunda Serang Iran, IHSG Melemah Tapi Rupiah Sukses Menguat

August 3, 2026
Deposito Jadi Andalan Buat Cari DPK, Bank Kecil Kerek Suku Bunga

Deposito Jadi Andalan Buat Cari DPK, Bank Kecil Kerek Suku Bunga

August 3, 2026
IHSG Masih Sideways, Ditutup Stagnan di Level 6.234

IHSG Masih Sideways, Ditutup Stagnan di Level 6.234

August 3, 2026
Bank Andalkan Deposito Buat Dorong Dana Pihak Ketiga

Bank Andalkan Deposito Buat Dorong Dana Pihak Ketiga

August 3, 2026
Aset Asuransi, Dapen, hingga Kripto Kompak Tumbuh per Juni 2026

Aset Asuransi, Dapen, hingga Kripto Kompak Tumbuh per Juni 2026

August 3, 2026
Pjs Gubernur BI: Rupiah Kembali Menguat

Pjs Gubernur BI: Rupiah Kembali Menguat

August 3, 2026
Pasar Modal RI Mulai Pulih

Pasar Modal RI Mulai Pulih

August 3, 2026
OJK Ungkap Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%

OJK Ungkap Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%

August 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, August 3, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Pangsa Bank Syariah Baru 7,32%, BI Sebut Ruang Tumbuh Besar

3 hours ago
in ENTREPRENEUR
Pangsa Bank Syariah Baru 7,32%, BI Sebut Ruang Tumbuh Besar
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pangsa pasar perbankan syariah cukup besar, sehingga potensinya pun menjanjikan. Namun, potensi tersebut dinilai belum optimal karena literasi keuangan syariah di Indonesia masih rendah.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Dadang Muljawan menjelaskan nilai aset perbankan syariah mencapai sekitar Rp1.049 triliun dengan pangsa pasar mencapai 7,32% pada Juni 2026. Transaksi pasar uang antarbank syariah mencapai Rp71 triliun melalui 819 transaksi.

Data lainnya menunjukkan pembiayaan perbankan syariah tumbuh 11,43% pada Juni 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy) dan dana pihak ketiga tumbuh 13,13%.

“Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat dan aktivitas ekonomi syariah terus meningkat,” kata Dadang dalam paparannya di agenda seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Senin (3/8/2026).

Namun, angka pasar perbankan syariah memperlihatkan masih terdapat ruang pengembangan yang sangat besar. Besarnya populasi muslim dan aktivitas ekonomi masyarakat belum sepenuhnya terhubung dengan produk pembiayaan, investasi, dan layanan keuangan syariah.

Potensi dan tantangan tersebut juga terlihat dari kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan syariah, di mana indeks literasi keuangan syariah pada 2025 telah mencapai 43,42%, sementara indeks inklusi keuangan syariah baru sebesar 13,41%.

“Ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan preferensi belum sepenuhnya dikonversi menjadi akses dan penggunaan nyata terhadap produk dan layanan keuangan syariah,” terang Dadang.

BI memandang ekonomi dan keuangan syariah bukan merupakan pelengkap, melainkan sudut pandang penting yang memperkaya pelaksanaan kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, kebijakan sistem pembayaran, dan pengembangan ekonomi nasional.

Dari sisi moneter, Bank Indonesia terus mendukung pendalaman pasar uang syariah melalui pengembangan instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah agar pengelolaan likuiditas semakin efektif dan transmisi kebijakan menjadi semakin kuat.

Sedangkan dari sisi makropudensial, kebijakan diarahkan untuk mendorong pembiayaan yang berkualitas dan mendukung sektor produktif termasuk industri halal, UMKM, ketahanan pangan, dan sektor prioritas lainnya.

Sementara dari sisi sistem pembayaran, digitalisasi, diarahkan untuk memperluas akses, menurunkan biaya transaksi, meningkatkan efisiensi usaha dan menghubungkan pelaku UMKM dengan konsumen serta pasar yang lebih luas.

“Digitalisasi harus digunakan tidak hanya untuk memindahkan transaksi dari tunai menjadi elektronik, tetapi juga untuk mengintegrasikan data pembayaran, pembiayaan, produksi, sertifikasi, dan pemasaran,” jelas Dadang.

Oleh karena itu, menurutnya, Indonesia telah memiliki modal yang besar, fondasi yang semakin kuat, dan arah pembangunan yang jelas, sehingga kedepannya, Indonesia tidak berhenti sebagai salah satu pasar halal terbesar dunia.

“Indonesia harus menjadi pusat produksi halal, pusat inovasi keuangan syariah, pusat pengembangan talenta syariah, pusat keuangan sosial Islam, serta pusat pengetahuan dan standarisasi ekonomi syariah dunia,” tegasnya.

(chd/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pasar AS Masih Bergejolak, AI Tak Lagi Jadi Jaminan Saham Naik

Pasar AS Masih Bergejolak, AI Tak Lagi Jadi Jaminan Saham Naik

August 3, 2026
Cadangan Devisa Turun US Miliar hingga Akhir Juli, BI Buka Suara

Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juli, BI Buka Suara

August 3, 2026
Destry Ungkap BI Borong SBN Rp195,25 T hingga Akhir Juli 2026

Destry Ungkap BI Borong SBN Rp195,25 T hingga Akhir Juli 2026

August 3, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .