• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street

Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street

August 20, 2026
OJK Cabut Izin Usaha 1 Bank di Bekasi

OJK Cabut Izin Usaha 1 Bank di Bekasi

August 20, 2026
1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun

1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun

August 20, 2026
Harga Minyak Mendekati US0 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu

Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu

August 20, 2026
Kredit Investasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%

Kredit Investasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%

August 20, 2026
Diterpa Isu Akuisisi BYAN, Emiten Milik Haji Isam Akhirnya Buka Suara

Diterpa Isu Akuisisi BYAN, Emiten Milik Haji Isam Akhirnya Buka Suara

August 20, 2026
Bos Danantara Panggil Manajemen, Telkom Bakal Pangkas Anak Jadi 18

Bos Danantara Panggil Manajemen, Telkom Bakal Pangkas Anak Jadi 18

August 20, 2026
Wow! Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal

Wow! Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal

August 20, 2026
Habis Akuisisi, Emiten RI Ini Kantongi Kontrak Nikel US Juta

Habis Akuisisi, Emiten RI Ini Kantongi Kontrak Nikel US$14 Juta

August 20, 2026
Penyebab IHSG Tancap Gas Naik 1% Pagi Ini

Penyebab IHSG Tancap Gas Naik 1% Pagi Ini

August 20, 2026
Breaking News! IHSG Lompat 1% Pagi Ini

Breaking News! IHSG Lompat 1% Pagi Ini

August 20, 2026
Rupiah Dibuka Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

Rupiah Dibuka Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

August 20, 2026
PLN, Pertamina hingga Telkom Turun Tangan Bantu Korban Gempa NTT

PLN, Pertamina hingga Telkom Turun Tangan Bantu Korban Gempa NTT

August 20, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, August 20, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street

2 hours ago
in News
Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (20/8/2026), mengikuti pemulihan indeks utama Wall Street setelah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor panjang turun dari level tertingginya dalam beberapa tahun terakhir.

Melansir CNBC.com, sentimen pasar turut dipengaruhi rencana pemerintah AS untuk meningkatkan pembelian kembali surat utang jangka panjang guna meredakan tekanan dari aksi jual di pasar obligasi.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,66%, sementara indeks Topix naik 0,57% pada perdagangan Kamis. Penguatan juga terjadi di Korea Selatan dengan indeks Kospi melonjak 3,11%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 2,26%.

Pasar saham Australia juga bergerak di zona hijau dengan indeks acuan S&P/ASX 200 menguat 0,59%. Pergerakan positif bursa Asia terjadi setelah indeks S&P 500 sebelumnya berhasil menghentikan tren pelemahan selama tiga sesi beruntun.

Pemulihan S&P 500 terjadi ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang mulai turun dari level tertingginya dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah AS mengumumkan langkah untuk meredakan tekanan pasar setelah aksi jual obligasi yang terjadi belakangan ini mendorong kenaikan tajam pada yield.

Departemen Keuangan AS mengatakan akan meningkatkan pembelian kembali atau buyback surat utang bertenor 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun menjadi lebih dari dua kali lipat dalam beberapa bulan mendatang.

Kebijakan tersebut diumumkan setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun pada awal pekan ini melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Meski demikian, mantan Kepala Makro Wells Fargo Michael Schumacher menilai jeda tekanan di pasar obligasi tersebut kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Ia masih berpandangan negatif dan memperkirakan suku bunga jangka panjang di AS akan kembali meningkat.

Menurut Schumacher, salah satu faktor utama yang berpotensi mendorong kenaikan suku bunga jangka panjang adalah besarnya defisit anggaran pemerintah AS yang belum menunjukkan tanda-tanda akan membaik.

Selain itu, peningkatan belanja pertahanan juga diperkirakan akan menambah tekanan, terutama setelah konflik di Iran memperkuat kebutuhan pengeluaran pemerintah.

“Di kasus AS khususnya, ada defisit anggaran yang sangat besar dan tidak banyak tanda bahwa hal itu akan membaik,” kata Schumacher dalam wawancara dengan CNBC.

Dia menambahkan bahwa tekanan tersebut sebenarnya sudah ada sebelum konflik di Iran dan kini justru semakin meningkat.

Menjelang perdagangan Kamis di Wall Street, investor selanjutnya akan mencermati rilis data klaim pengangguran mingguan AS. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan klaim pengangguran awal untuk pekan yang berakhir pada 15 Agustus mencapai 210.000.

Selain data ketenagakerjaan, pasar juga akan menantikan laporan kinerja keuangan Walmart untuk kuartal II fiskal yang dijadwalkan dirilis sebelum pembukaan perdagangan. Hasil kinerja perusahaan ritel tersebut akan menjadi salah satu perhatian investor dalam mengukur kondisi belanja konsumen di AS.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Cabut Izin Usaha 1 Bank di Bekasi

OJK Cabut Izin Usaha 1 Bank di Bekasi

August 20, 2026
1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun

1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun

August 20, 2026
Harga Minyak Mendekati US0 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu

Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu

August 20, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .