• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

Rupiah Dibuka Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

August 20, 2026
Wow! Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal

Wow! Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal

August 20, 2026
Habis Akuisisi, Emiten RI Ini Kantongi Kontrak Nikel US Juta

Habis Akuisisi, Emiten RI Ini Kantongi Kontrak Nikel US$14 Juta

August 20, 2026
Penyebab IHSG Tancap Gas Naik 1% Pagi Ini

Penyebab IHSG Tancap Gas Naik 1% Pagi Ini

August 20, 2026
Breaking News! IHSG Lompat 1% Pagi Ini

Breaking News! IHSG Lompat 1% Pagi Ini

August 20, 2026
PLN, Pertamina hingga Telkom Turun Tangan Bantu Korban Gempa NTT

PLN, Pertamina hingga Telkom Turun Tangan Bantu Korban Gempa NTT

August 20, 2026
Cek TINS, BULL, hingga RMKE

Cek TINS, BULL, hingga RMKE

August 20, 2026
Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street

Bursa Asia Menguat, Mengekor Wall Street

August 20, 2026
IHSG Tinggalkan 6.400 Lagi, Asing Terciduk Jualan Saham Ini

IHSG Tinggalkan 6.400 Lagi, Asing Terciduk Jualan Saham Ini

August 20, 2026
BI Dorong 1 Bank Himbara Jadi Bank Kliring Renminbi

BI Dorong 1 Bank Himbara Jadi Bank Kliring Renminbi

August 20, 2026
Kredit Investastasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%

Kredit Investastasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%

August 20, 2026
Prodia Siapkan Buyback Saham Rp150 Miliar, Dimulai Hari Ini

Prodia Siapkan Buyback Saham Rp150 Miliar, Dimulai Hari Ini

August 20, 2026
Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

August 20, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, August 20, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Dibuka Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800

54 minutes ago
in Lifestyle
Rupiah Dibuka Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pagi ini dengan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda mendapat angin segar setelah dolar AS anjlok di pasar global.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan Kamis (20/8/2026) dengan penguatan 0,14% ke level Rp17.800/US$.

Penguatan tersebut terjadi sehari setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Agustus.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 98,833.

Pelemahan pagi ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Rabu, DXY ditutup anjlok 0,83%, mendekati posisi terendah dalam tiga bulan terakhir.


Dolar AS tertekan setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan langkah untuk meredakan gejolak di pasar obligasi pemerintah.

Pemerintah AS berencana menggandakan operasi pembelian kembali obligasi berjangka panjang guna menjaga likuiditas pasar. Kebijakan tersebut diumumkan setelah aksi jual besar-besaran mendorong imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun menyentuh 5,337%, posisi tertingginya sejak 2007.

Setelah langkah tersebut diumumkan, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun berangsur turun ke sekitar 5,184%.

Penurunan imbal hasil membuat daya tarik aset berdenominasi dolar ikut berkurang. Kondisi tersebut menekan greenback dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih kuat.

Namun, pasar tetap mencermati risalah rapat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang menunjukkan sejumlah pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi belum kembali menuju target 2%.

Adapun, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 5,75% turut memberikan kepastian bagi pasar mengenai arah kebijakan moneter.

Gubernur sementara BI Destry Damayanti menegaskan nilai tukar rupiah ke depan diperkirakan tetap stabil seiring dengan upaya bank sentral mengoptimalkan instrumen moneternya.

“BI menempuh strategi menjaga stabilitas nilai tukar. Ke depan nilai tukar stabil didukung penguatan stabilisasi BI,” kata Destry, Rabu (19/8/2026).

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Wow! Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal

Wow! Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal

August 20, 2026
Habis Akuisisi, Emiten RI Ini Kantongi Kontrak Nikel US Juta

Habis Akuisisi, Emiten RI Ini Kantongi Kontrak Nikel US$14 Juta

August 20, 2026
Penyebab IHSG Tancap Gas Naik 1% Pagi Ini

Penyebab IHSG Tancap Gas Naik 1% Pagi Ini

August 20, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .