• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Perusahaan Mau IPO Makin Sepi di Pasar Modal RI, Ini Penyebabnya

Perusahaan Mau IPO Makin Sepi di Pasar Modal RI, Ini Penyebabnya

October 4, 2026
OJK Kunci Arah Bisnis Bank Lewat POJK Baru Berbasis Risiko

OJK Kunci Arah Bisnis Bank Lewat POJK Baru Berbasis Risiko

October 5, 2026
Industri Asuransi dan Dana Pensiun Masih Positif, OJK Ungkap Datanya

Industri Asuransi dan Dana Pensiun Masih Positif, OJK Ungkap Datanya

October 5, 2026
Dunia Tertekan, OECD Justru Naikkan Proyeksi Ekonomi RI 2026

Dunia Tertekan, OECD Justru Naikkan Proyeksi Ekonomi RI 2026

October 5, 2026
Kredit Bank Ngebut 13,65%, Tapi UMKM Cuma Tumbuh 2,38%

Kredit Bank Ngebut 13,65%, Tapi UMKM Cuma Tumbuh 2,38%

October 5, 2026
BEI Terapkan IDSS dengan Manajemen Risiko Terukur & Menyeluruh

BEI Terapkan IDSS dengan Manajemen Risiko Terukur & Menyeluruh

October 5, 2026
IHSG Terkoreksi 6,96% di September 2026

IHSG Terkoreksi 6,96% di September 2026

October 5, 2026
Kabar Baik, OJK Restrukturisasi Kredit Korban Gempa NTT

Kabar Baik, OJK Restrukturisasi Kredit Korban Gempa NTT

October 5, 2026
Suku Bunga Global Belum Mau Turun, OJK Wanti-wanti Pasar RI

Suku Bunga Global Belum Mau Turun, OJK Wanti-wanti Pasar RI

October 5, 2026
Investor Singapura Borong Rp40,6 M Saham TGUK, Jadi Pengendali Baru

Investor Singapura Borong Rp40,6 M Saham TGUK, Jadi Pengendali Baru

October 5, 2026
Sesi I Dana Asing Kabur Rp205 M Kala IHSG Hijau, 5 Saham Ini Diborong

Sesi I Dana Asing Kabur Rp205 M Kala IHSG Hijau, 5 Saham Ini Diborong

October 5, 2026
G7 Lepas Cadangan Minyak-Harga Batu Diramal Bisa Tembus USD 200

G7 Lepas Cadangan Minyak-Harga Batu Diramal Bisa Tembus USD 200

October 5, 2026
Akhir Sesi I IHSG Bertahan di Zona Hijau ke Level 6.038

Akhir Sesi I IHSG Bertahan di Zona Hijau ke Level 6.038

October 5, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 5, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Perusahaan Mau IPO Makin Sepi di Pasar Modal RI, Ini Penyebabnya

1 day ago
in News
Perusahaan Mau IPO Makin Sepi di Pasar Modal RI, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026 terlihat menurun. Hingga akhir Agustus 2026, baru tujuh perusahaan yang mencatatkan saham dengan total dana dihimpun sekitar Rp2,16 triliun, jauh di bawah periode yang sama tahun lalu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan penurunan jumlah calon emiten dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kondisi global.

“Penurunan calon perusahaan untuk melakukan IPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dinamika kondisi pasar global, termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (4/10/2026).

Data BEI menunjukkan jumlah IPO hingga Agustus 2026 turun sekitar 68,2% dibandingkan 22 perusahaan pada Januari-Agustus 2025. Penghimpunan dana juga anjlok sekitar 79,2% dari Rp10,39 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp2,16 triliun.

OJK Masih Melihat Ada Antrean IPO

Meski realisasi IPO menyusut, OJK mencatat masih ada tujuh perusahaan dalam pipeline per 6 September 2026 dengan target penghimpunan dana maksimal sekitar Rp4,02 triliun. Namun, beberapa rencana IPO belum mendapat persetujuan karena perusahaan masih perlu meningkatkan kualitas keterbukaan informasi.

“Terdapat beberapa rencana IPO saham yang belum memperoleh persetujuan karena masih diperlukan peningkatan kualitas keterbukaan informasi,” kata Hasan.

Penyusutan aktivitas IPO juga terlihat dari nilai transaksi. Rata-rata dana yang dihimpun setiap emiten turun dari sekitar Rp471,91 miliar pada 2025 menjadi Rp308,76 miliar pada 2026, atau berkurang 34,6%.

Bukan Sekadar Mengejar Jumlah IPO

Menurut Hasan, OJK tidak hanya mengejar jumlah perusahaan yang melakukan IPO, tetapi juga memperhatikan total penghimpunan dana di pasar modal. OJK menargetkan penghimpunan dana pasar modal sebesar Rp250 triliun pada 2026, sementara hingga 6 September 2026 telah mencapai Rp148,3 triliun.

“Dalam mencapai target dimaksud, OJK tetap senantiasa mengedepankan pada kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon emiten,” imbuh Hasan.

Di sisi lain, minimnya jumlah IPO tidak sepenuhnya berarti saham-saham baru kehilangan minat investor. Sejumlah saham IPO 2026 masih mencatat lonjakan harga yang signifikan setelah debut, meski kondisi tersebut belum cukup untuk menunjukkan pemulihan fungsi pasar perdana sebagai sumber pendanaan perusahaan.

OJK bersama BEI pun terus melakukan sosialisasi dan coaching clinic di sejumlah daerah untuk mendorong perusahaan yang siap melantai di bursa.

(arj/arj)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Kunci Arah Bisnis Bank Lewat POJK Baru Berbasis Risiko

OJK Kunci Arah Bisnis Bank Lewat POJK Baru Berbasis Risiko

October 5, 2026
Industri Asuransi dan Dana Pensiun Masih Positif, OJK Ungkap Datanya

Industri Asuransi dan Dana Pensiun Masih Positif, OJK Ungkap Datanya

October 5, 2026
Dunia Tertekan, OECD Justru Naikkan Proyeksi Ekonomi RI 2026

Dunia Tertekan, OECD Justru Naikkan Proyeksi Ekonomi RI 2026

October 5, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .