
Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan perkebunan kelapa sawit asal Singapura, Kencana Agri Ltd, tengah menghadapi penyelidikan awal otoritas Indonesia. Hal ini terkait insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area anak usahanya di Kalimantan Utara.
Singapore Exchange Regulation pada Kamis lalu mengeluarkan permintaan klarifikasi kepada Kencana Agri terkait karhutla yang terjadi di Indonesia serta kabut asap lintas negara, yang ditimbulkan. Kecana Agri menyatakan bahwa otoritas Indonesia telah memulai penyelidikan awal terhadap insiden kebakaran di anak usahanya.
Penyelidikan itu berkaitan dengan dugaan pembukaan lahan melalui pembakaran di area terdampak, yang terletak di sepanjang perbatasan antara lahan milik grup perusahaan dan lahan pihak ketiga yang berdekatan.
Melansir Channel News Asia, Minggu (18/10/2026), Kencana Agri menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, anak usahanya tidak melakukan pembukaan maupun persiapan lahan di area terdampak. Hal ini diungkapkan dalam keterbukaan informasi kepada bursa Singapura.
Lebih lanjut, penyidik telah melakukan pemeriksaan lapangan di area terdampak di September lalu. Perusahaan menjelaskan, anak usaha juga telah memberikan informasi yang diminta penyidik.
Kencana Agri mencatat bahwa penyelidikan masih berlangsung dan perusahaan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas terkait.
Perusahaan menyatakan belum menerima penyelidikan, tuduhan, pemberitahuan, ataupun permintaan informasi lainnya dari otoritas pemerintah, media, maupun pemangku kepentingan lain terkait kebakaran yang baru-baru ini terjadi.
Kencana Agri juga menyatakan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar ataupun menggunakan api untuk persiapan lahan. Hal ini sejalan dengan kebijakan perusahaan dan peraturan pemerintah.
Berdasarkan hasil peninjauan operasional grup, manajemen menilai bahwa informasi yang tersedia saat ini tidak menunjukkan bahwa kegiatan atau operasional grup memberikan kontribusi material terhadap kebakaran hutan dan lahan gambut maupun kabut asap lintas negara yang terjadi baru-baru ini.
Perusahaan menambahkan bahwa mereka menerapkan kebijakan larangan pembakaran (zero burning) secara ketat serta melakukan pemantauan untuk mencegah api menyebar ke area perkebunan.
Perkebunan dan pabrik pengolahan Kencana Agri berlokasi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan total luas area tertanam sekitar 67.862 hektare.
Perusahaan mencatat insiden kebakaran di area konsesi yang dikelola anak-anak usahanya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 62 hektare lahan, atau kurang dari 0,09% dari total area tertanam perusahaan.
“Berdasarkan penilaian internal awal, kebakaran tersebut tampaknya tidak berasal dari kegiatan operasional grup, melainkan merambat dari area di sekitarnya,” kata perusahaan.
“Kebakaran ditangani oleh tim pemadam kebakaran anak-anak usaha terkait, dengan bekerja sama bersama otoritas terkait dan masyarakat setempat. Drone dan menara pemantauan kebakaran digunakan untuk menemukan titik api yang masih aktif serta mengarahkan petugas di lapangan.”
“Insiden tersebut telah terkendali, sementara pemantauan dan langkah-langkah penanganan pencegahan tetap dilanjutkan.”
Kencana Agri menambahkan bahwa perusahaan memiliki protokol pencegahan, deteksi, dan penanganan darurat kebakaran di seluruh operasional perkebunannya di Indonesia.
“Dewan direksi mencatat bahwa penyelidikan oleh otoritas terkait masih berlangsung dan akan terus memantau perkembangannya secara saksama,” kata perusahaan.
“Sementara itu, grup terus meningkatkan langkah pencegahan dan pemantauan di seluruh kegiatan operasionalnya untuk mengelola serta menilai potensi dampak operasional yang mungkin timbul akibat kondisi musim kemarau saat ini.”
(emy/haa)



















