
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga penutupan sesi I siang ini, Kamis (1/10/2026). IHSG parkir di level 6.020,70, turun 50,44 poin atau 0,83% dengan total volume perdagangan sekitar 192,65 juta lot dan nilai transaksi mencapai Rp4,9 triliun.
Pada awal sesi, IHSG dibuka di level 6.062,89, bahkan sempat menguat dan mencapai titik tertinggi harian di 6.095,23 tak lama setelah pembukaan. Namun penguatan itu tidak bertahan lama. Tekanan jual muncul dan menyeret indeks turun cukup tajam hingga mendekati level 6.030 menjelang pukul 10.15.
Setelah itu, indeks sempat memantul dan naik ke kisaran 6.045 pada sekitar pukul 10.45. Pemulihan tersebut terbatas. Menjelang pukul 11.00, IHSG kembali tertekan dan bergerak sideways di kisaran 6.020-6.030, dengan titik terendah harian di 6.018,79.
Pelemahan IHSG siang ini bersal dari sektor teknologi yang melemah 1,9%, disusul oleh sektor utilities yang turun 1,7%, dan sektor konsumer kritikal yang -1,6%.
Adapun saham-saham pemberat IHSG antara lain, PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT. DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT. United Tractors Tbk. (UNTR), dan PT. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN)
Sementara saham-saham penopang koreksi IHSG antara lain, PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT. Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT. VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), PT. Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), dan PT. Golden Energy Mines Tbk. (GEMS).
Memasuki perdagangan hari ini, Kamis (1/10/2026), pelaku pasar dalam negeri akan mencermati berbagai sentimen dari dalam maupun luar negeri.
Dari domestik, perhatian tertuju pada rilis PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi.
Sementara sentimen eksternal, perkembangan perang masih membayangi pasar, di tengah penguatan manufaktur China, inflasi PCE AS yang lebih rendah dari ekspektasi, serta revisi naik pertumbuhan ekonomi AS.
(rob/rob)



















