• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Alasan Saham Prajogo & Hapsoro Kompak Ambruk Berjamaah

Alasan Saham Prajogo & Hapsoro Kompak Ambruk Berjamaah

October 27, 2025
BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

October 23, 2026
Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

October 23, 2026
IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

October 23, 2026
IHSG Parkir di Zona Hijau, Tapi 10 Saham Ini Dibuang Asing

IHSG Parkir di Zona Hijau, Tapi 10 Saham Ini Dibuang Asing

October 23, 2026
SBN Ritel Bidik Rp141 T Tahun Ini, ST017 Jadi Kesempatan Terakhir

SBN Ritel Bidik Rp141 T Tahun Ini, ST017 Jadi Kesempatan Terakhir

October 22, 2026
BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

BYAN Ungkap soal Transaksi Saham, BEI Soroti Harga Jual ke Haji Isam

October 22, 2026
BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

BEI Kembali Kategorikan FILM Sebagai Saham HSC

October 22, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Alasan Saham Prajogo & Hapsoro Kompak Ambruk Berjamaah

12 months ago
in News
Alasan Saham Prajogo & Hapsoro Kompak Ambruk Berjamaah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Saham-saham emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro kompak ambruk pada perdagangan sesi pertama, Senin (27/10/2025). Jatuhnya saham-saham konglo tersebut membuat IHSG terkoreksi dalam.

Emiten milik Prajogo diketahui telah menjadi penopang IHSG dalam beberapa tahun terakhir, bahkan saat saham blue chip dan sektor perbankan ditinggal investor. Jatuhnya saham-saham milik konglo hari ini membuat IHSG sempat turun dalam hingga berayun turun nyaris 5% pada perdagangan intraday. IHSG turun hingga 4,73% dari posisi tertinggi di 8.354 hingga sempat menyentuh level terendah di 7.959 atau kehilangan 395 poin dalam satu sesi perdagangan intraday.

Saham Grup Barito kompak turun dalam, dengan hanya saham Chandra Asri Pacific (TPIA) yang mengalami koreksi paling tipis atau kurang dari 1%. Kemudian ada saham Barito Pacific (BRPT) dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang pada titik terendah hari ini nyaris menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Kedua saham tersebut berhasil memangkas koreksi namun masih turun dua digit.

Selanjutnya ada saham Chandra Daya Investasi (CDIA), Petrosea (PTRO) dan Barito Renewables Energy (BREN) yang sempat menyentuh ARB, namun mampu memangkas koreksi meskipun tetap mencatatkan koreksi dalam.

Selain saham-saham Prajogo, ada juga saham milik suami dari ketua DPR RI Puan Maharani, Happy Hapsoro, yang ikut terpuruk. Saham Rukun Raharja (RAJA) dan Raharja Energi Cepu (RATU) sempat menyentuh batas ARB hari ini.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan mengatakan bahwa saham Prajogo ambruk seiring dengan muncul isu perubahan perhitungan MSCI dan kabarnya akan membuat saham Prajogo terdepak.

“Tapi ya itu issue, real dari MSCI belum keluar, tapi effectnya investor panic selling duluan,” katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (27/10/2025).

Sebagai informasi MSCI akan mengumumkan indeks terbaru pada 5 November 2025 dan akan berlaku efektif pada 25 November 2025.

Terpisah, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan bahwa saham konglomerat semakin ditinggalkan, sedangkan yang lain hanya ikut terseret. “Penurunan ini sangat besar dan cepat, mengejutkan karena baru ATH dan sentimen risk on yang kuat di regional maupun global,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa saat ini ada pergeseran investasi dari saham konglomerat ke emiten-emiten blue chip. Akan tetapi hal ini belum mampu menopang indeks.

Lukman memperkirakan ada kemungkinan besar investor shifting ke indeks regional lainnya. “Tidak sepenuhnya lari, hanya keluar dari saham-saham konglomerat. Ekspektasi meredanya tensi dagang China-AS bisa meredam saham spekulatif dan mendukung saham-saham bluechip yang memiliki fundamental yang jauh lebih baik,” katanya.

Sebelumnya, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, investor saham telah beralih dari sebelumnya mengakumulasi saham-saham emiten konglomerat ke saham-saham perusahaan yang berkinerja baik atau saham blue chip.

“Kalau untuk saat ini memang sudah terjadi shifting dari saham-saham konglomerat ke saham-saham blue chip,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (24/10).

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Aliran Dana Asing Deras Keluar, Saham BBCA Turun Takhta




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

BRI (BBRI) Umumkan Lanjut Buyback Saham, Siapkan Rp1 Triliun

October 23, 2026
Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

Kami Jaga Fiskal, BI Urus Moneter

October 23, 2026
IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

IHSG Ditutup Menguat, 10 Saham Ini Diborong Asing

October 23, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .