• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

October 26, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 1,2% ke 5.373

IHSG Ditutup Anjlok 1,2% ke 5.373

October 26, 2026
PPRO Rombak Direksi, Ini Susunan Terbaru

PPRO Rombak Direksi, Ini Susunan Terbaru

October 26, 2026
MBSS Raih Kontrak Pengangkutan Batu Bara Hingga Rp6 T dari GEL Group

MBSS Raih Kontrak Pengangkutan Batu Bara Hingga Rp6 T dari GEL Group

October 26, 2026
Danantara Bongkar Bisnis Berlapis BUMN, Target Hemat Triliunan

Danantara Bongkar Bisnis Berlapis BUMN, Target Hemat Triliunan

October 26, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Naik Jadi Rp18.110

Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Naik Jadi Rp18.110

October 26, 2026
Bos BI Bicara Soal Hilirisasi RI, Beri Saran Penting Ini!

Bos BI Bicara Soal Hilirisasi RI, Beri Saran Penting Ini!

October 26, 2026
Pengguna Sudah 71 Juta, BI Mau Jadikan QRIS Sebagai Kredit Scoring

Pengguna Sudah 71 Juta, BI Mau Jadikan QRIS Sebagai Kredit Scoring

October 26, 2026
Indonesia Didorong Tentukan Peringkat Pasar Modal Sendiri

Indonesia Didorong Tentukan Peringkat Pasar Modal Sendiri

October 26, 2026
Video: HSC Dicoret Dari Indeks, BEI & OJK: Reformasi Berlanjut!

Video: HSC Dicoret Dari Indeks, BEI & OJK: Reformasi Berlanjut!

October 26, 2026
InJourney Airports Pangkas Tarif Bandara 50%, Tiket Pesawat Turun?

InJourney Airports Pangkas Tarif Bandara 50%, Tiket Pesawat Turun?

October 26, 2026
OJK Beberkan Kondisi Kebijakan Pasar Modal Terkini

OJK Beberkan Kondisi Kebijakan Pasar Modal Terkini

October 26, 2026
BI Tetap Ada di Pasar!

BI Tetap Ada di Pasar!

October 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 26, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

50 minutes ago
in News
APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya mencakup sekitar 14-15% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sementara itu, sebagian besar aktivitas ekonomi nasional justru digerakkan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Suahasil menjelaskan, belanja negara pada tahun ini diperkirakan sedikit di bawah Rp4.000 triliun. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan PDB Indonesia yang mencapai sekitar Rp25.000 triliun.

Dengan perbandingan tersebut, Suahasil menekankan bahwa pemerintah tidak bisa mengandalkan APBN semata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membiayai pembangunan nasional.

“Pertanyaannya, kalau APBN-nya 15%, 85% lagi siapa yang menciptakan?” ujar Suahasil dalam sesi tanya jawab di acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, aktivitas ekonomi Indonesia juga ditopang oleh rumah tangga yang melakukan konsumsi, perusahaan yang menjalankan investasi, serta eksportir yang menjual produk ke pasar internasional. Kebutuhan impor juga menjadi bagian dari aktivitas perdagangan Indonesia.

Karena itu, menurut Suahasil, tantangan pemerintah bukan sekadar meningkatkan belanja negara, melainkan mengorkestrasi seluruh pelaku ekonomi agar dapat bersama-sama mendorong penciptaan nilai tambah dan kesejahteraan.

Pemerintah, lanjutnya, harus mampu menentukan sektor dan kegiatan ekonomi yang membutuhkan intervensi negara agar dampaknya terhadap perekonomian menjadi lebih besar.

“Kita tahu yang diperlukan oleh negara kita adalah bagaimana mengorkestrasi keseluruhan perekonomian, mengorkestrasi seluruh pelaku ekonomi, sehingga kemudian bisa bersama-sama memaksimalkan produk domestik bruto,” jelasnya.

Suahasil menambahkan, setiap rupiah belanja negara harus diarahkan ke kegiatan yang memberikan dampak paling besar terhadap perekonomian. Dalam istilah ekonomi, belanja tersebut diharapkan menghasilkan efek pengganda atau multiplier effect yang tinggi.

Penerimaan Negara Jadi Kunci

Namun demikian, Suahasil mengingatkan bahwa upaya membiayai pembangunan tetap membutuhkan penerimaan negara yang memadai. Pemerintah tidak bisa menetapkan berbagai kebutuhan belanja tanpa memastikan sumber pendanaannya.

“Tidak bisa kemudian kita punya daftar keinginan, tapi kemudian tidak ada penerimaan negara. Penerimaan negaranya harus kita kumpulkan,” tegasnya.

Ia mengatakan, Kementerian Keuangan pada 2027 ditargetkan mengumpulkan penerimaan negara sekitar Rp3.400 triliun untuk membiayai belanja negara yang mencapai sekitar Rp4.000 triliun.

Menurut Suahasil, kebijakan fiskal harus mampu menjalankan tiga fungsi utama secara bersamaan.

Pertama, APBN harus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja yang produktif dan memberikan efek pengganda besar. Kedua, APBN harus menjaga stabilitas ekonomi, terutama ketika dunia menghadapi gejolak yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi domestik.

Ia mencontohkan, harga minyak dunia yang dalam paparannya disebut telah mencapai US$115-116 per barel menimbulkan tekanan. Namun, pemerintah tetap menjaga harga sejumlah produk bersubsidi di dalam negeri agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat terus berlangsung.

“APBN tidak membiarkan kondisi ekonomi menjadi terlalu fluktuatif. Konsumsi masyarakat kita stabilkan,” ujarnya.

Ketiga, APBN harus tetap kredibel dan sehat. Menurut Suahasil, hal ini diwujudkan antara lain melalui pengelolaan defisit anggaran yang terukur, dengan komitmen menjaga defisit di bawah 3% PDB.

Selain mengoptimalkan APBN, Suahasil menyoroti peran Danantara dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Ia menggambarkan APBN dan Danantara sebagai dua instrumen yang dapat bekerja bersama untuk merealisasikan visi pembangunan Indonesia. APBN menjalankan fungsi kebijakan fiskal, sementara Danantara berperan sebagai investment arm atau instrumen investasi Republik Indonesia.

“Sehingga ketika ada ide-ide besar mengenai visi besar mengenai Indonesia, ada dua tangan yang bekerja. Tangan pertama adalah APBN, tangan kedua adalah Danantara,” kata Suahasil.

Menurutnya, kedua instrumen tersebut perlu bekerja erat agar agenda pembangunan dapat berjalan secara efektif.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Ditutup Anjlok 1,2% ke 5.373

IHSG Ditutup Anjlok 1,2% ke 5.373

October 26, 2026
PPRO Rombak Direksi, Ini Susunan Terbaru

PPRO Rombak Direksi, Ini Susunan Terbaru

October 26, 2026
APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

October 26, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .