• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Rate Berpeluang Turun di 2026, 5 Ekonom Beri Catatan Ini

BI Rate Berpeluang Turun di 2026, 5 Ekonom Beri Catatan Ini

December 18, 2025
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 7, 2026
LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

October 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

BI Rate Berpeluang Turun di 2026, 5 Ekonom Beri Catatan Ini

10 months ago
in News
BI Rate Berpeluang Turun di 2026, 5 Ekonom Beri Catatan Ini
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

“Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global dengan tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini untuk menjaga stabilitas dan mendorong perekonomian nasional,” tegas

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam paparan hasil, Kamis (18/12/2025).

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1%, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Terkait dengan peluang penurunan suku bunga pada tahun depan, berikut pandangan 5 ekonom terhadap keputusan Bank Indonesia tersebut

1. Bank Permata

Kepala Riset Makroekonomi & Pasar Keuangan Permata Bank Faisal Rachman menilai keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar di tengah tanda-tanda moderasi pertumbuhan ekonomi domestik.

“Menurut BI, keputusan tersebut sejalan dengan upaya untuk menjaga stabilitas Rupiah sekaligus terus meningkatkan efektivitas pelonggaran moneter dan makroprudensial yang telah diterapkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung perekonomian domestik,” ujar Faisal kepada CNBC Indonesia, Rabu (17/12/2025).

Bank Permata memperkirakan ruang penurunan suku bunga BI pada 2026 akan ada walaupun tidak sebesar tahun sebelumnya. Faisal memperkirakan pelanggaran suku bunga secara kumulatif sebesar 50 basis poin atau lebih kecil.

“Ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter kemungkinan akan lebih terbatas dibandingkan tahun 2025. Kami memperkirakan pelonggaran kumulatif tidak lebih dari 50 bps, dan bisa lebih rendah jika tekanan stabilitas berlanjut lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya,” ujarnya.

2. Bank Central Asia (BCA)

Kepala Ekonom BCA David E. Sumual pun menilai keputusan Bank Indonesia sejalan dengan dengan perkembangan inflasi dan variabel keseimbangan eksternal lainnya.

Adapun ruang penurunan suku bunga pada 2026 dinilai masih terbuka, meski realisasinya akan sangat bergantung pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

“Masih ada ruang penurunan suku bunga tahun depan tergantung juga bagaimana kebijakan moneter AS tahun depan,” ujar David kepada CNBC Indonesia.

David pun memperkirakan inflasi akan masih berada pada kisaran 2,5% setelah keputusan Bank Indonesia tersebut. Adapun pemulihan kredit dinilai masih menghadapi sejumlah hambatan struktural di lapangan.

Seperti yang diketahui, Bank Indonesia mencatat, kredit perbankan hanya tumbuh sebesar 7,74% (yoy) hingga November 2025, sedikit meningkat dari pertumbuhan 7,36% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Menurutnya kondisi tersebut bukan disebabkan keterbatasan pasokan likuiditas, yakni akibat permintaan kredit yang masih tertahan.

“Pemulihan kredit terkendala oleh hambatan-hambatan struktural di lapangan. Dari sisi pasokan likuiditas relatif memadai, persoalan lebih pada permintaan kredit yang masih tertahan,” ujarnya.

3. Bank Mandiri

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menilai keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga untuk memprioritaskan stabilitas rupiah. Tak hanya itu, keputusan tersebut juga diharapkan dapat menarik masuknya portofolio asing di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

“Sambil terus memperkuat transmisi pelonggaran moneter dan makroprudensial yang telah diterapkan sebelumnya,” ujar Andry.

Ke depannya, Bank Mandiri memperkirakan Bank Indonesia akan menilai ruang untuk penurunan suku bunga lebih lanjut, didukung oleh perkiraan inflasi untuk tahun 2025-2026 yang tetap berada dalam kisaran target 2,5±1%, sambil juga mempertimbangkan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

4. Bank Danamon

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Situmorang menilai kebijakan moneter mulai menunjukkan perbaikan meski intermediasii perbankan tetap kaku. Suku bunga pasar mengalami penyesuaian lagi karena BI menaikkan suku bunga SRBI menjadi 4,90% untuk 6 bulan, 4,94% untuk 9 bulan, dan 4,98% untuk 12 bulan.

“Dengan demikian, SBN 2 tahun tetap tinggi di 5,08% sementara SBN 10 tahun tetap kaku. Di sektor perbankan, INDONIA berada di 4,12% menurun 191 bps secara tahunan, bersamaan dengan suku bunga pinjaman yang kaku, dibatasi oleh biaya operasional yang tinggi dan margin risiko yang tinggi,” ujar Hosianna.

Bank Danamon menilai ke depannya, BI akan memprioritaskan stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek, karena nilai rupiah terhadap dolar AS masih tinggi. Meskipun demikian, BI menyatakan bahwa masih ada ruang untuk penurunan suku bunga hingga tahun 2026 untuk mendukung pertumbuhan melalui ekspansi likuiditas.

“Dengan syarat stabilitas nilai tukar yang berkelanjutan dan ekspektasi inflasi yang terkendali tetap terjaga,” ujarnya.

5. Maybank Indonesia

Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai hingga saat ini belum terlihat tekanan signifikan baik dari sisi harga energi maupun inflasi impor sehingga ruang penurunan suku bunga BI masih terbuka cukup lebar.

Namun, kebijakan juga akan bergantung pada langkah Bank Sentral AS, The Federal Reserve.

“Misalkan The Fed hanya melakukan penurunan suku bunga satu kali Kita juga kelihatannya Paling penurunan suku bunga hanya sekali Tapi kalau misalkan Begitu The Fed berganti Posisi gubernur bank sentralnya dari Jerome Powell ke figur yang lebih pro ke kebijakan Donald Trump Bisa saja BI Rate bisa turun lebih dari sekali Untuk tahun depan,” ujar Myrdal ke CNBC Indonesia.

Adapun penyaluran kredit yang masih lemah, Myrdal menyoroti peran pemerintah dalam menjaga likuiditas melalui pemindahan dana ke bank-bank milik negara atau Himbara.

Seperti yang diketahui Kementerian Keuangan memindahkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp 276 triliun kepada bank Himbara untuk mendorong kredit, memperkuat likuiditas dan menstabilkan ekonomi nasional.

“Ya seharusnya ini dampaknya bagus ya Jadi dengan adanya injeksi likuiditas Rp 276 triliun kita berharap opportunity cost of money ini Bisa menurun ya Jadi Bank Himbara juga kondisi likuiditasnya berlimpah di saat itulah juga akan ada distribusi,” ujar Myrdal.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .