• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!

Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 30, 2026
Ritel Bisa Jadi Benteng Hadapi Gejolak

Ritel Bisa Jadi Benteng Hadapi Gejolak

October 30, 2026
Rupiah Dibuka Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.128 per Dolar AS

October 30, 2026
Bank Neo Commerce (BBYB) Tunjuk Dirut Baru, Ini Sosoknya

Bank Neo Commerce (BBYB) Tunjuk Dirut Baru, Ini Sosoknya

October 30, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,61% ke Level 5.066

IHSG Dibuka Melemah 0,61% ke Level 5.066

October 30, 2026
Geger! Bursa Kripto Terbesar Selidiki Dugaan Peretasan Rp 50,3 T

Geger! Bursa Kripto Terbesar Selidiki Dugaan Peretasan Rp 50,3 T

October 30, 2026
Anak Usaha DEWA Kantongi Kredit Rp149 M dari Bank Mega, Buat Apa?

Anak Usaha DEWA Kantongi Kredit Rp149 M dari Bank Mega, Buat Apa?

October 30, 2026
Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Khawatirkan Prospek AI

Bursa Asia Dibuka Variatif, Investor Khawatirkan Prospek AI

October 30, 2026
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Djarum, Kerugian Negara Tembus Triliun

KPK Bongkar Dugaan Korupsi Djarum, Kerugian Negara Tembus Triliun

October 30, 2026
IHSG Anjlok 3,4%, Ini 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Anjlok 3,4%, Ini 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

October 30, 2026
Banyak Duit, BREN, DSSA, dan CUAN Langsung Bayar Denda OJK Rp2,1 T

Banyak Duit, BREN, DSSA, dan CUAN Langsung Bayar Denda OJK Rp2,1 T

October 30, 2026
Laba PaninBank (PNBN) Nyaris Tak Bertumbuh, Kredit Cuma Naik 0,4%

Laba PaninBank (PNBN) Nyaris Tak Bertumbuh, Kredit Cuma Naik 0,4%

October 30, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 30, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!

3 hours ago
in Lifestyle
Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti buka suara merespons kekhawatiran nilai tukar rupiah yang disebut-sebut berpotensi menembus level Rp20.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Hashim Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengingatkan rupiah bisa melemah hingga ke kisaran Rp 20.000 – Rp 21.000 per dolar AS jika aliran modal asing terus keluar akibat polemik pasar modal di Indonesia.

Destry pun menegaskan, tugas utama BI adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, pergerakan mata uang Garuda tidak hanya ditentukan oleh kondisi domestik, melainkan juga dipengaruhi berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendali bank sentral.

Menurutnya, jika melihat fundamental ekonomi Indonesia, kondisi dalam negeri relatif baik dibandingkan negara-negara lain yang menjadi pembanding atau peer group.

“Di Bank Indonesia kan tugas kami menjaga stabilitas rupiah. Jadi kalau kita lihat pergerakan rupiah kan memang sangat banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi kalau kita lihat dari fundamental ekonomi kita, sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif oke dibandingkan dengan peer group kita,” ujar Destry kepada awak media, Jumat (30/10/2026).

Destry menjelaskan, pergerakan rupiah saat ini juga merupakan bagian dari fluktuasi yang terjadi di pasar. Sebab, nilai tukar dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran (supply and demand), serta persepsi pelaku pasar.

Dia mencontohkan, perkembangan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat dapat langsung memengaruhi pergerakan mata uang di pasar global. Ketika muncul perkembangan bahwa The Federal Reserve (The Fed) tidak menaikkan suku bunga, pasar merespons positif dan penguatan terjadi di tingkat global.

“Kalau kita lihat hari ini juga penguatan terjadi di global. Oh Amerika enggak naikkan suku bunga, dampaknya ternyata langsung positif. Jadi banyak faktor yang di luar kontrol dari kita,” jelasnya.

Meski demikian, Destry memastikan BI memiliki komitmen untuk terus menjaga stabilitas rupiah. Menurutnya, stabilitas menjadi prioritas agar iklim ekonomi tetap kondusif dan sektor riil dapat tumbuh serta menciptakan lapangan pekerjaan.

“Fokus di kita itu adalah memang menjaga stabilitas. Jadi stabilitas itu adalah pertama yang harus kita jaga, supaya tercipta iklim ekonomi yang kondusif untuk nantinya ekonomi di sektor riil bisa tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Di tengah tekanan terhadap rupiah, Destry belum memberikan sinyal bahwa BI akan menaikkan suku bunga acuan. Dia menegaskan, keputusan kebijakan moneter akan bergantung pada perkembangan data ekonomi atau data dependent.

“Nanti kita lihat perkembangannya seperti apa,” ujarnya.

Destry menjelaskan, BI memiliki beragam instrumen kebijakan untuk merespons dinamika ekonomi dan pasar keuangan. Dengan demikian, suku bunga bukan satu-satunya instrumen yang dapat digunakan bank sentral.

Instrumen tersebut antara lain insentif untuk menekan biaya lindung nilai atau hedging, kebijakan makroprudensial, hingga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Karena kita punya kebijakan kan banyak ya instrumennya. Enggak hanya suku bunga aja. Kita punya kebijakan insentif untuk biaya hedging. Untuk yang moneter kita punya kebijakan makroprudensial. Kita punya instrumen SRBI, jadi banyak. Jadi bukan hanya suku bunga yang jadi kebijakan kita,” papar Destry.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 30, 2026
Ritel Bisa Jadi Benteng Hadapi Gejolak

Ritel Bisa Jadi Benteng Hadapi Gejolak

October 30, 2026
Rupiah Dibuka Rp18.128 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Rp18.128 per Dolar AS

October 30, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .