• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 2%

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 2%

October 22, 2026
RI Terancam Kehilangan Dana Rp100 Triliun Gegara MSCI

RI Terancam Kehilangan Dana Rp100 Triliun Gegara MSCI

October 22, 2026
IHSG Menghijau Ditopang Saham-Saham BUMN, Danantara Masuk?

IHSG Menghijau Ditopang Saham-Saham BUMN, Danantara Masuk?

October 22, 2026
Harga Bergerak Tak Wajar, BEI Gembok Saham STRK dan TRUK

Harga Bergerak Tak Wajar, BEI Gembok Saham STRK dan TRUK

October 22, 2026
IHSG Naik 1% Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1% Ini Penyebabnya

October 22, 2026
Entitas BlackRock Guyur Investasi Jumbo ke TBS (TOBA) S5 Juta

Entitas BlackRock Guyur Investasi Jumbo ke TBS (TOBA) S$555 Juta

October 22, 2026
Banyak Saham Diborong, IHSG Balik Arah Naik 1%

Banyak Saham Diborong, IHSG Balik Arah Naik 1%

October 22, 2026
Video: IHSG Dibuka Anjlok 2,4% – Rupiah Kembali ke Level Rp 18.000/USD

Video: IHSG Dibuka Anjlok 2,4% – Rupiah Kembali ke Level Rp 18.000/USD

October 22, 2026
IHSG Dibuka Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Dibuka Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 22, 2026
Bank Sentral Korea Tahan Suku Bunga 3%, Inflasi Masih Panas

Bank Sentral Korea Tahan Suku Bunga 3%, Inflasi Masih Panas

October 22, 2026
IHSG Parkir di Zona Hijau, Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Parkir di Zona Hijau, Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 22, 2026
OJK Denda 971 Pihak Rp2,5 T, Terbesar Sepanjang Sejarah Pasar Modal

OJK Denda 971 Pihak Rp2,5 T, Terbesar Sepanjang Sejarah Pasar Modal

October 22, 2026
ADB Yakin RI Keluar dari Middle Income Trap, Rasio Pajak Jadi PR

ADB Yakin RI Keluar dari Middle Income Trap, Rasio Pajak Jadi PR

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 22, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 2%

2 hours ago
in Market
Breaking! IHSG Dibuka Anjlok 2%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (22/10/2026) dengan tekanan jual yang cukup dalam. IHSG berada di level 5.217,14, turun 111,22 poin atau 2,09%.

IHSG dibuka pada level 5.247,98, atau melemah 80,38 poin (1,51%) dari penutupan kemarin. Artinya, indeks sudah memulai hari dengan gap down sekitar 1,51% sebelum perdagangan berjalan. Setelah pembukaan, tekanan berlanjut dan indeks turun lagi sekitar 30,84 poin (0,59%) dari harga pembukaan hingga mencapai posisi terakhir 5.217,14.

Sepanjang sesi awal, pergerakan indeks berada di rentang sempit, dengan level tertinggi 5.250,94 dan terendah 5.213,34. Grafik intraday menunjukkan IHSG turun cukup cepat sejak pembukaan, lalu bergerak mendatar di kisaran 5.215. Sampai data ini diambil, volume transaksi tercatat 8,75 juta lot dengan nilai perdagangan Rp408,56 miliar.

Pada perdagangan Kamis ini, pelaku pasar akan mencermati sejumlah perkembangan penting dari dalam dan luar negeri.
Mulai dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya, disertai sejumlah kebijakan baru untuk mendorong penyaluran kredit perbankan.

Selain itu, pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, termasuk responsnya terhadap ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI, turut menjadi perhatian investor.

Sementara dari eksternal, inflasi Inggris yang kembali meningkat dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis menjadi sentimen yang perlu dicermati.

Presiden Prabowo Subianto buka suara mengenai pernyataan lembaga penyedia indeks global MSCI yang membuka kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Prabowo menilai pernyataan MSCI sebagai bentuk tekanan yang bertujuan menakut-nakuti pelaku pasar Indonesia.

“Kita masih banyak gangguan, masih banyak kita terus dihadang ada apa itu, macem-macem lah ada MSCI macem-macem dia mau takut-takutin kita,” ujar Prabowo, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).

Sebagai pengingat, MSCI tengah mengkaji kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang atau Emerging Market menjadi Standalone Market. Rencana tersebut masih berada dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar hingga April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Meski pasar saham mengalami tekanan cukup besar, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Sementara itu, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan reformasi pasar modal yang sedang dijalankan otoritas Indonesia, terutama terkait transparansi kepemilikan saham dan penegakan aturan perdagangan. Langkah-langkah tersebut menjadi perhatian menjelang keputusan akhir MSCI pada Juni 2027.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
RI Terancam Kehilangan Dana Rp100 Triliun Gegara MSCI

RI Terancam Kehilangan Dana Rp100 Triliun Gegara MSCI

October 22, 2026
IHSG Menghijau Ditopang Saham-Saham BUMN, Danantara Masuk?

IHSG Menghijau Ditopang Saham-Saham BUMN, Danantara Masuk?

October 22, 2026
Harga Bergerak Tak Wajar, BEI Gembok Saham STRK dan TRUK

Harga Bergerak Tak Wajar, BEI Gembok Saham STRK dan TRUK

October 22, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .