• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking! Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 900 Juta di Kuartal II

Breaking! Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 900 Juta di Kuartal II

August 21, 2026
IHSG Lanjutkan Reli, Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535

IHSG Lanjutkan Reli, Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535

August 21, 2026
Sinergi BNPB, Pemprov, dan Bank Mandiri Tangani Bencana di NTT

Sinergi BNPB, Pemprov, dan Bank Mandiri Tangani Bencana di NTT

August 21, 2026
Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Bencana di NTT

Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Bencana di NTT

August 21, 2026
Harga Gerak Tak Wajar, BEI Pelototi Saham Emiten Haji Isam (TEBE)

Harga Gerak Tak Wajar, BEI Pelototi Saham Emiten Haji Isam (TEBE)

August 21, 2026
HATM Private Placement 868 Juta Saham, Investor Pembelinya Terungkap

HATM Private Placement 868 Juta Saham, Investor Pembelinya Terungkap

August 21, 2026
AS Ancam Sanksi Perang Ekonomi ke Iran, Harga Minyak Meroket

AS Ancam Sanksi Perang Ekonomi ke Iran, Harga Minyak Meroket

August 21, 2026
Investasi RI Meledak, Transaksi Modal & Finansial Surplus US M

Investasi RI Meledak, Transaksi Modal & Finansial Surplus US$12 M

August 21, 2026
BRI Group Kelola Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

BRI Group Kelola Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

August 21, 2026
AS Akan Buyback Utang Lebih Besar Hingga IHSG Melesat 1,68%

AS Akan Buyback Utang Lebih Besar Hingga IHSG Melesat 1,68%

August 21, 2026
Breaking News! Rupiah Menguat, Dolar AS Sudah di Level Rp17.695

Breaking News! Rupiah Menguat, Dolar AS Sudah di Level Rp17.695

August 21, 2026
Defisit Transaksi Berjalan RI Tembus US,5 M, Setara 3,3% PDB!

Defisit Transaksi Berjalan RI Tembus US$12,5 M, Setara 3,3% PDB!

August 21, 2026
Emiten Prajogo (TPIA) Caplok Bisnis Otomotif di Singapura dan Malaysia

Emiten Prajogo (TPIA) Caplok Bisnis Otomotif di Singapura dan Malaysia

August 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, August 21, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Breaking! Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 900 Juta di Kuartal II

2 hours ago
in Lifestyle
Breaking! Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 900 Juta di Kuartal II
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2026 masih mencatat defisit, tetapi nilainya menyusut tajam dibandingkan periode sebelumnya. Bank Indonesia (BI) mencatat defisit NPI sebesar US$0,9 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan defisit US$9,1 miliar pada kuartal I-2026.

Perbaikan tersebut terutama ditopang oleh membaiknya transaksi modal dan finansial yang kembali mencatat surplus, di tengah transaksi berjalan yang justru mengalami pelebaran defisit.

“Transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih tinggi didorong kenaikan defisit neraca perdagangan migas dan penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh peningkatan aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio sehingga mendukung kinerja NPI yang tetap terjaga,” tulis BI dalam laporan NPI kuartal II-2026.

BI mencatat defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 mencapai US$12,5 miliar atau 3,3% terhadap PDB. Angka tersebut melebar signifikan dibandingkan defisit kuartal sebelumnya yang hanya US$3,6 miliar atau 1% dari PDB.

Pelebaran defisit tersebut terutama dipengaruhi kenaikan defisit neraca perdagangan migas akibat meningkatnya impor minyak di tengah tingginya harga minyak dunia.

Di sisi lain, surplus neraca perdagangan nonmigas juga menurun. Kondisi ini terjadi seiring dengan tingginya impor nonmigas untuk memenuhi kebutuhan kegiatan ekonomi domestik.

Defisit transaksi berjalan juga tertekan oleh meningkatnya defisit neraca pendapatan primer akibat kenaikan pembayaran pendapatan primer. Sementara itu, surplus neraca pendapatan sekunder relatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya.

Meski demikian, BI menilai sejumlah faktor yang menekan transaksi berjalan tersebut bersifat sementara.

Berbeda dengan transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial mencatat perbaikan signifikan.

Pada kuartal II-2026, transaksi modal dan finansial mencatat surplus US$12 miliar, berbalik dari defisit US$4,8 miliar pada kuartal I-2026.

Perbaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya aliran investasi langsung dan investasi portofolio.

Investasi langsung mencatat surplus lebih tinggi seiring tetap terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi dan iklim investasi Indonesia.

Sementara itu, investasi portofolio juga meningkat seiring dengan semakin menariknya imbal hasil instrumen keuangan domestik.

Adapun investasi lainnya mencatat defisit yang lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di tengah tekanan eksternal tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia tetap kuat. BI mencatat cadangan devisa pada akhir Juni 2026 sebesar US$145,6 miliar.

Posisi tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,6 bulan impor, atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI menilai kondisi cadangan devisa tersebut menunjukkan ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Ke depan, BI memperkirakan prospek NPI tetap positif sehingga dapat terus menopang ketahanan eksternal Indonesia.

Defisit transaksi berjalan diperkirakan menyusut, didukung membaiknya prospek ekspor seiring kenaikan harga komoditas global, termasuk komoditas unggulan Indonesia.

Dampak positif dari penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) juga diperkirakan memberikan dorongan terhadap kinerja ekspor Indonesia.

Di sisi lain, transaksi modal dan finansial diproyeksikan tetap mencatat surplus. Aliran modal asing diperkirakan berlanjut seiring masih menariknya imbal hasil instrumen keuangan domestik dan positifnya prospek perekonomian Indonesia.

BI menegaskan sinergi kebijakan dengan pemerintah juga akan terus diperkuat untuk menjaga kinerja NPI sepanjang 2026, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Lanjutkan Reli, Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535

IHSG Lanjutkan Reli, Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535

August 21, 2026
Sinergi BNPB, Pemprov, dan Bank Mandiri Tangani Bencana di NTT

Sinergi BNPB, Pemprov, dan Bank Mandiri Tangani Bencana di NTT

August 21, 2026
Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Bencana di NTT

Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Bencana di NTT

August 21, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .