• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking! Rupiah Tergelincir, Dolar AS Naik ke Rp16.790

Breaking! Rupiah Tergelincir, Dolar AS Naik ke Rp16.790

January 29, 2026
Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

September 22, 2026
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

September 22, 2026
Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

September 22, 2026
Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

Jadi Saingan RI, Bursa Saham Vietnam Naik Kelas ke Emerging Market

September 22, 2026
IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

IHSG Parkir Anjlok 1,69% di Zona Merah, Ini Penyebabnya

September 22, 2026
Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun

September 22, 2026
Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

September 22, 2026
Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Utang BLBI Akhirnya Lunas Tuntas

September 22, 2026
Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tetap Kejar Para Obligor!

September 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 22, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Breaking! Rupiah Tergelincir, Dolar AS Naik ke Rp16.790

8 months ago
in Lifestyle
Breaking! Rupiah Tergelincir, Dolar AS Naik ke Rp16.790
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah melemah cukup tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (29/1/2026). Seiring tekanan hebat yang masih membayangi pasar saham domestik.

Mengacu data Refinitiv, rupiah Garuda terdepresiasi 0,51% ke level Rp16.785/US$. Rupiah sebelumnya dibuka melemah 0,24% di posisi Rp16.740/US$. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan Rabu (28/1/2026), rupiah justru ditutup menguat 0,36% di level Rp16.700/US$.


Tekanan pada rupiah pagi ini muncul bersamaan dengan koreksi lanjutan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan pagi ini, IHSG anjlok hingga sekitar 8% sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan trading halt.

Sehari sebelumnya, IHSG juga ambruk 7,35% dan investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp6,17 triliun. Kondisi pasar saham yang bergejolak ini ikut memicu sikap defensif pelaku pasar dan menekan aset berisiko, termasuk rupiah.

Dari sisi global, tekanan terhadap rupiah juga datang seiring penguatan dolar AS setelah pasar menilai The Federal Reserve (The Fed) berpotensi menahan suku bunga lebih lama. Dalam keputusan terbarunya, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75% usai rapat FOMC dua hari yang berakhir Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (30/1/2026).

The Fed menyebut penahanan suku bunga dilakukan karena dampak pemangkasan sebelumnya masih perlu waktu dievaluasi, inflasi masih relatif tinggi, serta pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi dinilai tetap solid.

“Indikator yang tersedia menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi terus berkembang dengan laju yang solid. Pertambahan lapangan kerja tetap rendah, dan tingkat pengangguran menunjukkan beberapa tanda stabilisasi,” tulis The Fed dalam pernyataan resminya.

Nada kebijakan tersebut kembali mendorong minat ke aset berdenominasi dolar, sehingga memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

September 22, 2026
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .