• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Berguguran, Harga Minyak Melonjak Jelang Keputusan The Fed

Bursa Asia Berguguran, Harga Minyak Melonjak Jelang Keputusan The Fed

September 14, 2026
Pengurus SMF Dirombak, Purbaya Angkat Budi Susanto Jadi Dirut

Pengurus SMF Dirombak, Purbaya Angkat Budi Susanto Jadi Dirut

September 14, 2026
Emiten RI Ini Mau Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp27,10 Triliun

Emiten RI Ini Mau Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp27,10 Triliun

September 14, 2026
Breaking News! Baru Dibuka IHSG Sudah Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! Baru Dibuka IHSG Sudah Turun 1%, Ini Penyebabnya

September 14, 2026
Cari Dana Rp32 T, Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Besok

Cari Dana Rp32 T, Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang Besok

September 14, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560

September 14, 2026
IHSG Dibuka Melemah, Turun 0,13% ke 6.532

IHSG Dibuka Melemah, Turun 0,13% ke 6.532

September 14, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: BRMS, ANTM, hingga IRSX

Rekomendasi Saham Hari Ini: BRMS, ANTM, hingga IRSX

September 14, 2026
Eks Bos MNC Gantikan Franky Widjaja di Kursi Komisaris DSSA

Eks Bos MNC Gantikan Franky Widjaja di Kursi Komisaris DSSA

September 14, 2026
Purbaya Desak LPEI Beri Kredit Murah Buat Industri Tekstil hingga Baja

Purbaya Desak LPEI Beri Kredit Murah Buat Industri Tekstil hingga Baja

September 14, 2026
Asing Net Sell Jumbo & IHSG Ambruk, 10 Saham Ini Justru Diborong

Asing Net Sell Jumbo & IHSG Ambruk, 10 Saham Ini Justru Diborong

September 14, 2026
Rumah Jadi Tempat Usaha, UMKM Bisa Ajukan Kredit

Rumah Jadi Tempat Usaha, UMKM Bisa Ajukan Kredit

September 14, 2026
Asing Buang Saham Rp3,36T Sepekan, Begini Nasib BBCA

Asing Buang Saham Rp3,36T Sepekan, Begini Nasib BBCA

September 14, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 14, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bursa Asia Berguguran, Harga Minyak Melonjak Jelang Keputusan The Fed

2 hours ago
in Lifestyle
Bursa Asia Berguguran, Harga Minyak Melonjak Jelang Keputusan The Fed
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham Asia merosot pada perdagangan Senin (14/9/2026), tertekan lonjakan baru harga minyak akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Investor juga bersiap menghadapi potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) dan Jepang pada pekan ini.

Indeks Nikkei Jepang turun 1,7%, sedangkan indeks saham Korea Selatan merosot 3,3%. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang juga turun 0,8% pada perdagangan awal pekan.

Harga minyak Brent melonjak sekitar 3% setelah serangkaian serangan baru terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal di kawasan Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Serangan terhadap pipa minyak Arab Saudi serta kemajuan kelompok Houthi dari Yaman berpotensi memperburuk gangguan pasokan energi akibat perang.

Pertemuan antara Iran dan negara-negara Arab Teluk di Oman yang dijadwalkan berlangsung pada Senin untuk membahas kesepakatan pembukaan Selat Hormuz juga ditunda. Ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb membuat analis memperkirakan harga minyak dapat bertahan tinggi dalam waktu cukup lama dan mendorong inflasi global.

Di pasar energi, kontrak berjangka Brent terakhir naik 2,6% menjadi US$107,36 per barel, setelah melonjak hampir 9% sepanjang pekan lalu. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,4% menjadi US$102,48 per barel.

Kekhawatiran inflasi juga meningkat setelah laporan indeks harga konsumen (CPI) AS pada Jumat menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari perkiraan.

Pasar kini memperkirakan peluang 86% Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu dan kembali menaikkannya pada Desember, yang akan menjadi kenaikan pertama sejak pertengahan 2023.

“Kami sekarang memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga dua kali tahun ini, pada September dan Desember,” ujar Chief U.S. Economist JPMorgan Michael Feroli, mengutip Reuters, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, kegagalan The Fed untuk menindaklanjuti pernyataannya dengan kebijakan nyata berisiko mengurangi kredibilitas bank sentral tersebut.

Feroli mengatakan ada dua kemungkinan, yakni kenaikan tersebut hanya merupakan penyesuaian terbatas atau menjadi awal dari siklus kenaikan suku bunga yang lebih panjang akan bergantung pada data ekonomi berikutnya.

JPMorgan memperkirakan skenario pertama lebih mungkin terjadi, meski tetap melihat adanya risiko menuju siklus pengetatan yang lebih berkelanjutan.

Tekanan turut terlihat di pasar berjangka Eropa dan AS, dengan EUROSTOXX 50 turun 0,5%, DAX melemah 0,4%, dan FTSE terkoreksi 0,1%. Di Wall Street, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,5%, sedangkan Nasdaq futures merosot 1,1%.

Imbal hasil surat utang AS tenor 10 tahun berada sedikit lebih rendah di 4,97% setelah mengalami aksi jual besar dalam beberapa pekan terakhir. Sepanjang pekan lalu, imbal hasil Treasury tenor 2 tahun melonjak 26 basis poin, sementara tenor 10 tahun naik 19 basis poin sehingga kurva imbal hasil semakin mendatar.

Chief U.S. Equity Strategist Goldman Sachs Ben Snider mengatakan kinerja laba perusahaan yang kuat dapat menopang pasar saham Wall Street apabila biaya pinjaman meningkat. Menurut dia, saham biasanya mengalami tekanan ketika The Fed mulai menaikkan suku bunga, tetapi Goldman Sachs masih memperkirakan tren bullish di pasar saham akan berlanjut.

Snider mencatat S&P 500 secara historis menghasilkan rata-rata return negatif 2% dalam tiga bulan pertama dari tujuh siklus kenaikan suku bunga dalam beberapa dekade terakhir. Namun, indeks tersebut mencatat rata-rata return positif 9% dalam 12 bulan setelah kenaikan suku bunga pertama.

Selain The Fed, pasar juga memperkirakan Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% dalam pertemuan pada Jumat. Pasar juga memperkirakan BOJ akan memberikan sinyal hawkish terkait pengetatan kebijakan lanjutan karena bank sentral tersebut berupaya mencegah pelemahan kembali yen setelah intervensi pasar membantu menjauhkan mata uang itu dari level terendah dalam 40 tahun.

Di pasar valuta asing, dolar AS berada di level 153,49 yen setelah melemah sekitar 4% dalam dua pekan terakhir dan menjauh dari level tertinggi Juli sebesar 163,99 yen. Euro juga relatif stabil di US$1,1592 setelah mendapat dukungan di level US$1,1570 pada Jumat.

Pound sterling bergerak datar di US$1,3522, sementara Bank of England diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 3,75% pada Kamis. Keputusan tersebut masih berpotensi menghasilkan suara terbelah di antara para pembuat kebijakan.

Di pasar komoditas, harga emas turun 0,3% menjadi US$4.336 per troy ounce. Kenaikan imbal hasil obligasi mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pengurus SMF Dirombak, Purbaya Angkat Budi Susanto Jadi Dirut

Pengurus SMF Dirombak, Purbaya Angkat Budi Susanto Jadi Dirut

September 14, 2026
Emiten RI Ini Mau Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp27,10 Triliun

Emiten RI Ini Mau Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp27,10 Triliun

September 14, 2026
Breaking News! Baru Dibuka IHSG Sudah Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! Baru Dibuka IHSG Sudah Turun 1%, Ini Penyebabnya

September 14, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .