• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara

Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara

September 25, 2026
Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG & Rupiah Tertekan

Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG & Rupiah Tertekan

September 25, 2026
Usai Transaksi Bayan, BEI Kaji Batasan Harga di Pasar Negosiasi

Usai Transaksi Bayan, BEI Kaji Batasan Harga di Pasar Negosiasi

September 25, 2026
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

September 25, 2026
80% Pinjaman KB Bank (BBKP) Cair Kala Kredit Nganggur Industri Naik

80% Pinjaman KB Bank (BBKP) Cair Kala Kredit Nganggur Industri Naik

September 25, 2026
Dapen BUMN Masih Mampu Bayar Kewajiban Jangka Pendek

Dapen BUMN Masih Mampu Bayar Kewajiban Jangka Pendek

September 25, 2026
Dibayangi Timur Tengah, Harga Minyak-Batu Bara Bertahan Tinggi

Dibayangi Timur Tengah, Harga Minyak-Batu Bara Bertahan Tinggi

September 25, 2026
Kemenkeu & BI Makin Akur, Apa Efeknya Bagi Pasar Modal RI?

Kemenkeu & BI Makin Akur, Apa Efeknya Bagi Pasar Modal RI?

September 25, 2026
Dana Asing Kabur Rp355 Miliar, Deretan Saham Ini Malah Diburu

Dana Asing Kabur Rp355 Miliar, Deretan Saham Ini Malah Diburu

September 25, 2026
US Treasury Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp 17.900 per USD

US Treasury Melonjak, Rupiah Melemah ke Rp 17.900 per USD

September 25, 2026
BEI Setop Lelang Saham Mulai Oktober 2026, Ini Alasannya

BEI Setop Lelang Saham Mulai Oktober 2026, Ini Alasannya

September 25, 2026
Suku Bunga The Fed Berpeluang Naik Lagi, IHSG & Rupiah Ambruk

Suku Bunga The Fed Berpeluang Naik Lagi, IHSG & Rupiah Ambruk

September 25, 2026
Low Tuck Kwong Naik Jadi Juara, Ini Daftar 5 Orang Terkaya RI Terbaru

Low Tuck Kwong Naik Jadi Juara, Ini Daftar 5 Orang Terkaya RI Terbaru

September 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 25, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara

1 hour ago
in Market
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Meski rupiah masih berada dalam tren pelemahan, Airlangga menilai pergerakan tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar dan terus dipantau pemerintah.

“Ya kita lihat saja, kita monitor. Kan fluktuasi itu sesuatu yang biasa ya,” kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tekanan yang masih membayangi mata uang Garuda. Hingga perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah masih bergerak di kisaran Rp17.900 per dolar AS.

Level tersebut membuat rupiah semakin dekat dengan ambang Rp18.000 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan data Refinitiv pada pukul 13.50 WIB, terpantau nilai tukar rupiah kembali menguat ke level Rp 17.895 per dolar AS. 

Meski demikian, Airlangga tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai langkah yang akan ditempuh pemerintah untuk merespons pelemahan rupiah. Ia hanya menegaskan bahwa perkembangan nilai tukar terus dimonitor.

Pergerakan rupiah belakangan terjadi di tengah volatilitas pasar keuangan global yang masih tinggi. Fluktuasi nilai tukar juga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pergerakan dolar AS, arus modal asing, hingga sentimen terhadap prospek ekonomi global.

Pemerintah dan otoritas moneter selama ini terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

Menurut Bank Indonesia (BI), tekanan datang baik dari global maupun domestik, mulai dari ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) hingga kebutuhan dolar importir menjelang akhir kuartal III.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan pelemahan rupiah juga dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS di tengah kekhawatiran terhadap inflasi global dan outlook fiskal.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil atau yield US Treasury (UST) tenor 10 tahun hingga mencapai 5,11%, level tertinggi sejak 2007.

“Perlemahan Rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS di tengah kekhawatiran inflasi global dan outlook fiskal. Kondisi tersebut mendorong yield US Treasury 10 tahun naik hingga 5,11%, tertinggi sejak 2007,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Kamis (24/9/2026).

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari ketidakpastian konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia sehingga harga minyak Brent kembali menembus di atas US$100 per barel.

Dari dalam negeri, tekanan nilai tukar terutama berasal dari meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) oleh importir menjelang berakhirnya kuartal III serta arus keluar portofolio dari aset-aset negara berkembang atau emerging markets.

Menghadapi tekanan tersebut, BI menegaskan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental ekonomi.

BI juga memperkuat strategi operasi moneter yang lebih berorientasi pada mekanisme pasar atau pro-market. Strategi tersebut ditujukan untuk mengelola struktur suku bunga di pasar uang sekaligus memperkuat efektivitas stabilisasi.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG & Rupiah Tertekan

Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG & Rupiah Tertekan

September 25, 2026
Usai Transaksi Bayan, BEI Kaji Batasan Harga di Pasar Negosiasi

Usai Transaksi Bayan, BEI Kaji Batasan Harga di Pasar Negosiasi

September 25, 2026
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

September 25, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .