• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
DPR & Serikat Pekerja Tolak Wacana Kemasan Polos untuk Cegah Badai PHK

DPR & Serikat Pekerja Tolak Wacana Kemasan Polos untuk Cegah Badai PHK

July 9, 2026
Menlu Sugiono Terbang ke Iran, Hormati Khamenei yang Tewas Diserang AS

Menlu Sugiono Terbang ke Iran, Hormati Khamenei yang Tewas Diserang AS

July 9, 2026
Raksasa Minyak Dunia Dihantam Krisis BBM, Negara Setop Ekspor Solar

Raksasa Minyak Dunia Dihantam Krisis BBM, Negara Setop Ekspor Solar

July 9, 2026
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Operasi Terbatas di 17 Agustus

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Operasi Terbatas di 17 Agustus

July 9, 2026
Detik-Detik Macron Gagal Cium Tangan Istri Erdogan di KTT NATO

Detik-Detik Macron Gagal Cium Tangan Istri Erdogan di KTT NATO

July 9, 2026
Perang Saudara Menggila, Milisi Bantai 18 Polisi & 11 Tentara

Perang Saudara Menggila, Milisi Bantai 18 Polisi & 11 Tentara

July 9, 2026
SRUK Jadi Fondasi Pasar Karbon RI

SRUK Jadi Fondasi Pasar Karbon RI

July 9, 2026
Asbisindo Minta PFII Bisa Digarap Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Asbisindo Minta PFII Bisa Digarap Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

July 9, 2026
Kapal Pertamina Sukses Lewati Selat Hormuz, Kemlu Ungkap Hal Ini

Kapal Pertamina Sukses Lewati Selat Hormuz, Kemlu Ungkap Hal Ini

July 9, 2026
OJK Ungkap Modus Henry Surya Gelapkan Ratusan Miliar Uang Pempol

OJK Ungkap Modus Henry Surya Gelapkan Ratusan Miliar Uang Pempol

July 9, 2026
Investor AS hingga Jepang Antre Masuk Pasar Karbon RI

Investor AS hingga Jepang Antre Masuk Pasar Karbon RI

July 9, 2026
Penampakan 485 Barang Bukti Kasus Prolife 'Indosurya' Rp113 M

Penampakan 485 Barang Bukti Kasus Prolife 'Indosurya' Rp113 M

July 9, 2026
Strategi RI Tampil di Panggung Dunia

Strategi RI Tampil di Panggung Dunia

July 9, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 9, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

DPR & Serikat Pekerja Tolak Wacana Kemasan Polos untuk Cegah Badai PHK

1 hour ago
in News
DPR & Serikat Pekerja Tolak Wacana Kemasan Polos untuk Cegah Badai PHK
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana pemerintah untuk mengatur standarisasi warna kemasan produk tembakau dan rokok elektronik melalui Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) masih menjadi sorotan karena menerima penolakan dari berbagai pihak. Kemenkes menyatakan penyeragaman ini bertujuan mendukung upaya pengendalian konsumsi produk tembakau.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan aspek yang diutamakan dalam kebijakan ini adalah kesehatan. Menurutnya dengan kemasan seragam, maka ketertarikan terhadap produk tembakau seperti rokok pun akan berkurang.

Dia menjabarkan jika kemasan produk rokok dibuat tidak menarik, maka bisa menurunkan keingintahuan dari anak-anak untuk mencoba. Tujuan kebijakan tersebut utamanya proteksi anak dan pemula sehingga menekan angka inisiasi merokok dini, dekonstruksi brand appeal untuk menekan daya tarik estetika, serta memastikan visual peringatan kesehatan bergambar tetap terlihat kontras dan efektif.

Namun dalam pelaksanaannya aturan ini dipandang akan mendorong dampak yang justru kontradiktif dengan tujuan pembuatannya. Banyak aspek yang juga disampaikan harus menjadi perhatian, bukan hanya dari sisi kesehatan melainkan juga dampaknya terhadap industri, tenaga kerja, petani, aspek hukum, hingga perekonomian nasional. Potensi naiknya angka rokok ilegal juga disuarakan oleh berbagai pihak.

Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM) SPSI juga menolak aturan penyeragaman kemasan. Menurut Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi FSP RTMM SPSI Sudarto, aturan-aturan tersebut membuat tekanan terhadap industri hasil tembakau yang cukup ketat, keras, bahkan cenderung mematikan.

Selanjutnya, dampak dari tekanan terhadap industri pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh para pekerja, terutama buruh sigaret kretek tangan (SKT).

“Perlu diketahui bahwa dalam sistem hubungan kerja sebagian pekerja di sektor khususnya sigaret kretek tangan itu adalah upah borong. Sehingga mereka ini rentan terhadap satu kebijakannya berdampak terhadap besarnya penghasilan per hari bahkan. Kalau barang yang dibuat merosot automatically upah yang diterima pun juga merosot,” jelas Sudarto dalam Coffee Morning CNBC Indonesia bertajuk “Kupas Tuntas Aturan Penyeragaman Kemasan Produk Tembakau”, Kamis (9/7/2026).

Respon DPR RI

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Nasdem, Nurhadi juga menyoroti potensi meningkatnya rokok ilegal. Menurutnya jika RPMK ini tetap diterbitkan maka akan terjadi kegaduhan.

“Sekarang saja, dengan tidak diterbitkan, atau belum diterbitkannya RPMK ini, rokok polos itu, mohon maaf, rokok ilegal itu sudah merajalela. Sudah merajalela,” tegas Nurhadi.

Menurutnya pasal-pasal dalam RMPK justru membuka pintu lebar untuk rokok ilegal. Untuk itu, dia pun menolak aturan ini karena sifatnya masih parsial. Menurutnya kebijakan bukan hanya harus melihat sisi kesehatan saja, melainkan juga sisi ekonominya.

Dia juga menilai, mengatur bentuk, warna, font, ukuran font kemasan, jauh melampaui kewenangan Kemenkes. Kebijakan ini juga melanggar HAKI merek dagang; menghapus identitas visual yang telah lama dibangun.

Senada, Anggota Komisi VI DPR RI fraksi Demokrat, Herman Khaeron mengatakan penyeragaman kemasan rokok bisa menyebabkan down trading, hingga switching ke rokok ilegal hingga 42%. Jika ada peningkatan rokok ilegal maka harus dipikirkan selanjutnya adalah penegakan hukumnya.

“Percuma saja melarang yang legal, menaikkan yang ilegal. Nanti ekonominya tidak tercapai, sasaran untuk bisa menahan tumbuhnya ataupun para perokok muda itu juga tidak tercapai. Akhirnya semuanya tidak tercapai,” ungkapnya.

Selain itu, potensi dampak ekonominya bisa menghilangkan potensi pendapatan negara, serta ada 1,2 juta orang yang bisa kehilangan pekerjaan.

“Nah, kalau ini yang terjadi tanggung jawab moralnya Kementerian Kesehatan untuk bisa meningkatkan pendapatan negara. Untuk bisa meningkatkan lapangan pekerjaan akibat kebijakan regulasinya kementerian. Ada enggak cara untuk mengkonversi?,” kata Herman.

Dia mengharapkan kebijakan yang lebih komprehensif dan tidak hanya melihat satu sektor tertentu, melainkan secara seimbang. Dia pun menegaskan harus cara lain untuk mendukung kesehatan tanpa membunuh industri rokok

“Bagaimana kita menjaga usia remaja dari bahaya kesehatan akibat rokok, iya silahkan itu tugas Kementerian Kesehatan. Tetapi bukan kemudian mengatur sektor industrialisasi, sektor hulu, atau mengatur para petani tembakau,” tegasnya.

(dpu/dpu)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Menlu Sugiono Terbang ke Iran, Hormati Khamenei yang Tewas Diserang AS

Menlu Sugiono Terbang ke Iran, Hormati Khamenei yang Tewas Diserang AS

July 9, 2026
Raksasa Minyak Dunia Dihantam Krisis BBM, Negara Setop Ekspor Solar

Raksasa Minyak Dunia Dihantam Krisis BBM, Negara Setop Ekspor Solar

July 9, 2026
DPR & Serikat Pekerja Tolak Wacana Kemasan Polos untuk Cegah Badai PHK

DPR & Serikat Pekerja Tolak Wacana Kemasan Polos untuk Cegah Badai PHK

July 9, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .