• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Rights Issue, Cari Duit Rp3 Triliun

Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Rights Issue, Cari Duit Rp3 Triliun

September 30, 2026
Tok! LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Bank di 3,75%

Tok! LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Bank di 3,75%

September 30, 2026
Ada Akuisisi 35% Saham, KETR Umumkan Pengendali Baru

Ada Akuisisi 35% Saham, KETR Umumkan Pengendali Baru

September 30, 2026
IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

September 30, 2026
IHSG Naik 1% di Sesi I, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1% di Sesi I, Ini Penyebabnya

September 30, 2026
Update Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau Diangkat

Update Terbaru Klaim Asuransi KM Virgo Transport 8, Kapal Mau Diangkat

September 30, 2026
Ada Akuisisi 35% Saham, KETR Umumkan Pengendari Baru

Ada Akuisisi 35% Saham, KETR Umumkan Pengendari Baru

September 30, 2026
Breaking! IHSG Naik 1%

Breaking! IHSG Naik 1%

September 30, 2026
Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaan Ini Senilai Rp319 M

Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaan Ini Senilai Rp319 M

September 30, 2026
Konglomerat Dato Sri Tahir Jual 2,5 Juta Saham MPRO, Ini Alasannya

Konglomerat Dato Sri Tahir Jual 2,5 Juta Saham MPRO, Ini Alasannya

September 30, 2026
Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaah Ini Senilai Rp319 M

Emiten Nagita Slavina (VISI) Caplok Perusahaah Ini Senilai Rp319 M

September 30, 2026
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.910 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.910 Pagi Ini

September 30, 2026
Awal Sesi I IHSG Naik 0,27%

Awal Sesi I IHSG Naik 0,27%

September 30, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 30, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Rights Issue, Cari Duit Rp3 Triliun

59 minutes ago
in Market
Emiten Bus Listrik Bakrie (VKTR) Rights Issue, Cari Duit Rp3 Triliun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten kendaraan listrik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Tbk (VKTR), memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) alias rights issue.

Dengan diperolehnya pernyataan efektif tersebut, VKTR akan melaksanakan PMHMETD I dengan menawarkan sebanyak 15.000.000.000 (lima belas miliar) saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp10 (sepuluh Rupiah) per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp200 per saham, dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp3 triliun sebelum dikurangi biaya-biaya terkait pelaksanaan PMHMETD I.

Berdasarkan struktur PMHMETD I, setiap pemegang 35 saham VKTR yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 8 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB akan memperoleh 12 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). HMETD dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di luar BEI selama 10 Hari Bursa, yaitu pada 12 Oktober 2026 – 16 Oktober 2026 dan 19 Oktober 2026 – 23 Oktober 2026. Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD akan dicatatkan di BEI pada 12 Oktober 2026, dengan tanggal terakhir pelaksanaan HMETD pada 23 Oktober 2026.

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, menyampaikan PMHMETD I merupakan bagian dari langkah VKTR untuk memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis kendaraan listrik komersial di Indonesia. Kami melihat peluang yang semakin besar seiring dengan meningkatnya kebutuhan elektrifikasi di berbagai sektor. Karena itu, penguatan permodalan ini kami arahkan tidak hanya untuk mendukung kebutuhan modal kerja, tetapi juga memperbesar kapasitas VKTR dalam menyediakan kendaraan sekaligus solusi yang dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik oleh operator dan pelaku usaha.

Dalam pelaksanaan PMHMETD I, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selaku Pemegang Saham Utama menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya sesuai dengan porsinya dan akan mengalihkan seluruh HMETD tersebut kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI).

Selanjutnya, BCI akan melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan oleh BNBR sebanyak 3.660.631.994 saham dengan harga pelaksanaan Rp200 per saham, dengan nilai keseluruhan sebesar Rp732.126.398.800.

Selain itu, apabila masih terdapat saham baru yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham setelah proses penjatahan, BCI dan PT Biofuel Indo Sumatra (“BIS”) akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk mengambil seluruh sisa saham baru tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Secara keseluruhan, BCI dan BIS akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk sebanyak 11.339.368.006 saham dengan nilai hingga Rp2.267.873.601.200 Dari jumlah tersebut, BCI akan mengambil sebanyak-banyaknya 3.089.368.006 006 saham atau senilai hingga Rp617.873.601.200, sedangkan BIS akan mengambil sebanyak-banyaknya 8.250.000.000 saham atau senilai hingga Rp1.650.000.000.000.

Struktur tersebut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PMHMETD I sekaligus memberikan kepastian atas terserapnya sisa saham baru yang ditawarkan, sehingga PMHMETD I dapat memenuhi kebutuhan dana VKTR yang akan diperoleh dari PMHMETD I dengan tunduk pada ketentuan yang tercantum dalam Prospektus.

Dengan asumsi seluruh saham baru diterbitkan, pemegang saham VKTR yang tidak melaksanakan HMETD yang menjadi haknya akan mengalami dilusi kepemilikan saham dalam VKTR sampai dengan 25,53% setelah pelaksanaan PMHMETD I.

Dana hasil PMHMETD I, setelah dikurangi biaya pelaksanaan, akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas VKTR dalam merespon pertumbuhan permintaan kendaraan listrik komersial sekaligus memperluas akses operator dan pelaku usaha terhadap solusi elektrifikasi. Sekitar 66,86% dari dana bersih akan disalurkan melalui setoran modal kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (“SEI”) untuk mendukung pembelian kendaraan listrik dari VKTR yang diperkirakan berlangsung pada 2026-2027.

Sementara itu, sisa dana PMHMETD I akan digunakan sebagai modal kerja VKTR, termasuk untuk kebutuhan operasional dan pengadaan persediaan kendaraan listrik, yang mencakup bus listrik, truk listrik, transporter listrik, dan forklift listrik, serta biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan pembelian persediaan tersebut.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tok! LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Bank di 3,75%

Tok! LPS Pertahankan Bunga Penjaminan Bank di 3,75%

September 30, 2026
Ada Akuisisi 35% Saham, KETR Umumkan Pengendali Baru

Ada Akuisisi 35% Saham, KETR Umumkan Pengendali Baru

September 30, 2026
IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Naik 1%, Ini Penyebabnya

September 30, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .