• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Tunggu Kepastian Damai AS-Iran

Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Tunggu Kepastian Damai AS-Iran

June 17, 2026
OJK Respons Suntikan Rp400 T dari Purbaya: Likuiditas Bank Makin Kuat

OJK Respons Suntikan Rp400 T dari Purbaya: Likuiditas Bank Makin Kuat

July 7, 2026
Eks Bos PTPN XI Tersangka Korupsi Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes!

Eks Bos PTPN XI Tersangka Korupsi Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes!

July 7, 2026
Tantangan Industri Nikel Wujudkan Ambisi RI Jadi Pusat Baterai

Tantangan Industri Nikel Wujudkan Ambisi RI Jadi Pusat Baterai

July 7, 2026
Daya Beli Tertekan, Bisnis Jual Beli Mobil Bekas Masih Cuan?

Daya Beli Tertekan, Bisnis Jual Beli Mobil Bekas Masih Cuan?

July 7, 2026
Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

July 7, 2026
IHSG Belum Pulih tapi Ada 11 Perusahaan Antre IPO

IHSG Belum Pulih tapi Ada 11 Perusahaan Antre IPO

July 7, 2026
Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,19% Hari Ini

Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,19% Hari Ini

July 7, 2026
Kasus Debt Collector Toyota Astra Finance, Ini Teguran dari OJK

Kasus Debt Collector Toyota Astra Finance, Ini Teguran dari OJK

July 7, 2026
Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58%

Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58%

July 7, 2026
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

July 7, 2026
Kredit per Mei 2026 Naik 11,51%, Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Utama

Kredit per Mei 2026 Naik 11,51%, Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Utama

July 7, 2026
26 Asuransi Syariah Spin Off, 15 Perusahaan Bakal Merger

26 Asuransi Syariah Spin Off, 15 Perusahaan Bakal Merger

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Tunggu Kepastian Damai AS-Iran

3 weeks ago
in ENTREPRENEUR
Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Tunggu Kepastian Damai AS-Iran
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak dunia mulai bergerak naik pada perdagangan Rabu pagi (17/6/2026), setelah dua hari sebelumnya mengalami tekanan hebat. Pelaku pasar masih berusaha menakar apakah kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran benar-benar akan bertahan serta kapan arus minyak melalui Selat Hormuz dapat kembali normal.

Menurut data Refinitiv pada pukul 08.20 WIB, harga minyak Brent berada di US$79,23 per barel, naik tipis dibandingkan penutupan sebelumnya di US$78,96 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$76,27 per barel, lebih tinggi dari posisi sehari sebelumnya di US$76,05 per barel.



Meski menguat pagi ini, tren mingguan minyak masih berada dalam tekanan besar. Brent telah jatuh dari US$94,25 per barel pada 8 Juni menjadi US$79,23 per barel hari ini. Dalam kurun waktu tersebut, Brent kehilangan sekitar 15,9% nilainya. WTI bahkan turun dari US$91,30 per barel menjadi US$76,27 per barel atau terkoreksi sekitar 16,5%. Penurunan tajam ini terjadi setelah pasar mulai mengantisipasi meredanya gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Fokus utama pasar masih tertuju pada perkembangan perang Iran dan prospek pembukaan kembali Selat Hormuz. Reuters melaporkan harga minyak sempat anjlok sekitar 5% selama dua sesi perdagangan berturut-turut setelah muncul harapan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran akan mengembalikan lalu lintas energi melalui jalur pelayaran paling vital di dunia tersebut. Selat Hormuz merupakan jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global sehingga setiap gangguan di kawasan ini selalu memicu lonjakan premi risiko di pasar energi.

Rincian awal kesepakatan mulai terungkap pada Selasa waktu setempat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perjanjian tersebut akan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Seorang pejabat AS juga menyebut Iran akan kembali diperbolehkan menjual minyak setelah kesepakatan resmi ditandatangani. Nota kesepahaman tersebut memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan pada April selama 60 hari tambahan guna membuka ruang perundingan menuju perdamaian permanen.

Dalam kesepakatan itu, Amerika Serikat akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebagai imbalannya, Teheran akan membuka kembali lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz yang praktis terganggu sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari. Harapan inilah yang mendorong aksi jual besar-besaran di pasar minyak sepanjang pekan lalu hingga awal pekan ini.

Meski demikian, pasar belum sepenuhnya yakin risiko geopolitik telah berakhir. Israel mengambil jarak dari kesepakatan yang dicapai AS dan Iran sehingga muncul pertanyaan mengenai daya tahan perjanjian tersebut. Ketegangan di kawasan juga masih terlihat setelah serangan pesawat nirawak Israel di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya empat orang. Situasi ini membuat sebagian investor memilih menahan aksi jual lanjutan sambil menunggu kejelasan implementasi perjanjian damai.

Dari sisi fundamental, pasar juga mendapat dukungan dari data persediaan minyak Amerika Serikat. Laporan American Petroleum Institute (API) memperlihatkan stok minyak mentah AS turun 8,3 juta barel pada pekan yang berakhir 12 Juni. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sekitar 4,6 juta barel. Penyusutan stok yang lebih dalam dari perkiraan mengindikasikan pasokan domestik AS sedang mengetat sehingga memberikan bantalan bagi harga minyak.

Namun, sentimen permintaan global belum sepenuhnya mendukung. Data terbaru memperlihatkan tingkat pengolahan minyak mentah China pada Mei turun 9,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi yang terendah dalam hampir empat tahun. Kondisi ini memberi sinyal bahwa aktivitas kilang di negara pengimpor minyak terbesar dunia masih lesu. Perlambatan konsumsi energi China berpotensi membatasi ruang penguatan minyak meskipun ketegangan geopolitik belum sepenuhnya mereda.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Respons Suntikan Rp400 T dari Purbaya: Likuiditas Bank Makin Kuat

OJK Respons Suntikan Rp400 T dari Purbaya: Likuiditas Bank Makin Kuat

July 7, 2026
Eks Bos PTPN XI Tersangka Korupsi Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes!

Eks Bos PTPN XI Tersangka Korupsi Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes!

July 7, 2026
Tantangan Industri Nikel Wujudkan Ambisi RI Jadi Pusat Baterai

Tantangan Industri Nikel Wujudkan Ambisi RI Jadi Pusat Baterai

July 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .