• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Hobi Hidup Mewah Saat Rakyat Susah, Rumah Orang Terkaya Dijarah Habis

Hobi Hidup Mewah Saat Rakyat Susah, Rumah Orang Terkaya Dijarah Habis

September 13, 2026
5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

September 13, 2026
Sosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

September 13, 2026
Geger Mantan Menteri Diam-Diam Jualan Beras di Glodok, Keluarga Kaget

Geger Mantan Menteri Diam-Diam Jualan Beras di Glodok, Keluarga Kaget

September 12, 2026
Bos Kripto Sebar Duit Rp858 Miliar ke Partai Politik Jelang Pemilu

Bos Kripto Sebar Duit Rp858 Miliar ke Partai Politik Jelang Pemilu

September 12, 2026
Bunga The Fed Diramal Naik 25 Bps Bulan Ini, BI Rate Ikut Naik?

Bunga The Fed Diramal Naik 25 Bps Bulan Ini, BI Rate Ikut Naik?

September 12, 2026
Mau Punya Indomaret Sendiri? Siapkan Modal Minimal Segini

Mau Punya Indomaret Sendiri? Siapkan Modal Minimal Segini

September 12, 2026
Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Pasutri Hobi Dugem di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

September 12, 2026
Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

September 12, 2026
Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?

Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?

September 12, 2026
PTPP Teken MRA, Implementasi Restrukturisasi Dimulai

PTPP Teken MRA, Implementasi Restrukturisasi Dimulai

September 12, 2026
Bisnis Ayah-Anak Ini Beli Mal di Orchard Road, Harganya Rp4,3 Triliun

Bisnis Ayah-Anak Ini Beli Mal di Orchard Road, Harganya Rp4,3 Triliun

September 12, 2026
Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

Cegah Defisit Belanja, Negara Ini Pilih Jual Saham BUMN

September 12, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, September 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Hobi Hidup Mewah Saat Rakyat Susah, Rumah Orang Terkaya Dijarah Habis

45 minutes ago
in Market
Hobi Hidup Mewah Saat Rakyat Susah, Rumah Orang Terkaya Dijarah Habis
Share on FacebookShare on Twitter




 

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Roda sejarah berputar tanpa bisa ditebak. Kemilau harta dan gaya hidup mewah keluarga orang terkaya di Nusantara pada masanya seketika runtuh menjadi abu. Pada 1946, Istana Darussalam, kediaman megah Sultan Mahmud dari Kesultanan Langkat, digeruduk gelombang massa dalam peristiwa kelam Revolusi Sosial Sumatra Timur.

Bangunan istana porak-poranda disapu amukan warga, sementara harta benda keluarga bangsawan ludes dijarah. Tragedi berdarah ini sekaligus menjadi penutup tirai atas kekuasaan salah satu kesultanan paling berlimpah harta di Indonesia.

Pundi-pundi kekayaan Kesultanan Langkat sejatinya bukan tanpa dasar. Kerajaan ini bertransformasi menjadi entitas super-kaya setelah “cairan hitam” minyak bumi ditemukan di Telaga Said, Pangkalan Brandan, pada era Sultan Musa (1840-1893) yang tak lain adalah kakek dari Sultan Mahmud.

Berdasarkan literatur Sejarah Pertumbuhan Pemerintahan Kesultanan Langkat, Deli, dan Serdang (1986), kejayaan finansial Langkat meroket tajam tatkala raksasa minyak asal Belanda, Royal Dutch Petroleum, menanamkan modal dan menjadikan Pangkalan Brandan sebagai salah satu pusat kilang serta kawasan pengolahan minyak terbesar di Pulau Sumatra.

Dari konsesi tambang emas hitam tersebut, kas kesultanan dialiri pemasukan fantastis. Tercatat, Sultan Langkat mengantongi royalti sekitar US$3.000 per tahun. Belum lagi dividen dari komoditas ekspor unggulan lainnya seperti perkebunan tembakau dan eksploitasi hasil hutan.

Borjuasi Ala Eropa dan Armada Limosin Sultan

Derasnya aliran kas membuat keluarga istana hidup dalam limpahan kemewahan paripurna. Dalam riset berjudul Gaya Hidup Bangsawan Langkat (2023), pada masa kepemimpinan Sultan Aziz (1897-1927), kesultanan ini secara agresif membangun istana-istana megah bahkan memborong kapal tanker pribadi.

Gaya hidup para ningrat Langkat pun berkiblat total pada kaum kolonial Belanda. Mulai dari tren busana, tata krama kebudayaan, hingga selera kuliner harian yang serba barat.

Puncak hedonisme feodal ini terekam jelas pada era Sultan Mahmud (1927-1946). Sejarawan terkemuka Anthony Reid dalam bukunya, The Blood of the People: Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra (1979), menobatkan Sultan Mahmud sebagai penguasa paling kaya di antara seluruh kesultanan dan kerajaan di wilayah Sumatra Timur.

Catatan finansial tahun 1931 membuktikan kedigdayaan ekonomi sang sultan. Pendapatan pribadinya dari royalti minyak menembus angka fantastis 472.094 gulden-jauh meninggalkan pundi-pundi Sultan Deli dan Sultan Serdang yang nominalnya hanya sepertiga dari kekayaan Langkat.

Simbol-simbol kemewahan privat Sultan Mahmud pun berada di level berbeda: ia tercatat memiliki koleksi 13 unit mobil limosin mewah serta dua kapal pesiar pribadi untuk mobilitasnya.

Kesenjangan yang Menjadi Bom Waktu

Kendati demikian, kemewahan luar biasa yang dipamerkan para ningrat ini menciptakan jurang pemisah yang teramat lebar dengan realitas rakyat kebanyakan yang hidup dalam belenggu kemiskinan dan penderitaan.

Kesenjangan sosial akut ini menjelma menjadi bom waktu. Ketika angin revolusi pasca-kemerdekaan berhembus kencang, akumulasi kemarahan rakyat meledak menjadi sentimen anti-feodalisme yang membakar Sumatra Timur.

Revolusi Sosial 1946 datang menghancurkan segalanya. Harta karun dan kemegahan yang dulunya menjadi lambang kejayaan berubah menjadi barang jarahan. Tak berselang lama dari runtuhnya imperium tersebut, Sultan Mahmud tutup usia pada 1948, membawa serta lembaran terakhir kejayaan Kesultanan Langkat ke dalam pusaran sejarah masa lalu.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Hobi Hidup Mewah Saat Rakyat Susah, Rumah Orang Terkaya Dijarah Habis

Hobi Hidup Mewah Saat Rakyat Susah, Rumah Orang Terkaya Dijarah Habis

September 13, 2026
5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

September 13, 2026
Sosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

September 13, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .