• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Dalam Tekanan, Bankir Ramai-ramai Bilang Gini

IHSG Dalam Tekanan, Bankir Ramai-ramai Bilang Gini

January 30, 2026
Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

September 8, 2026
Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

September 8, 2026
Purbaya Ungkap Rencana Baru, Warga Bikin KTP Otomatis Dapat Rekening

Purbaya Ungkap Rencana Baru, Warga Bikin KTP Otomatis Dapat Rekening

September 8, 2026
Pidana Pajak Dikaji Masuk RUU Perampasan Aset, Purbaya Buka Suara

Pidana Pajak Dikaji Masuk RUU Perampasan Aset, Purbaya Buka Suara

September 8, 2026
Rukun Raharja (RAJA) Rampungkan Akuisisi Saham PT Layar Nusantara Gas

Rukun Raharja (RAJA) Rampungkan Akuisisi Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
RUPSLB RATU Sepakat Private Placement 271,51 Juta Saham

RUPSLB RATU Sepakat Private Placement 271,51 Juta Saham

September 8, 2026
IHSG Ditutup Melesat 1,01% Hari Ini, Seluruh Sektor di Zona Hijau

IHSG Ditutup Melesat 1,01% Hari Ini, Seluruh Sektor di Zona Hijau

September 8, 2026
Danantara Dorong Himbara Buka Rekening Buat Penerima Bansos

Danantara Dorong Himbara Buka Rekening Buat Penerima Bansos

September 8, 2026
Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

September 8, 2026
Penyebab IHSG Naik 1% di Awal Sesi 2

Penyebab IHSG Naik 1% di Awal Sesi 2

September 8, 2026
Breaking News! IHSG Naik 1%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.700

Breaking News! IHSG Naik 1%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.700

September 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 8, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Dalam Tekanan, Bankir Ramai-ramai Bilang Gini

7 months ago
in Market
IHSG Dalam Tekanan, Bankir Ramai-ramai Bilang Gini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bankir-bankir buka suara mengenai manajemen risiko atas koreksi mendalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir ini, yang dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada hari Rabu lalu.

Seperti diketahui, IHSG yang awal pekan ini berada di level psikologis 9.100, mengalami koreksi lebih dari 8% dan mengalami trading halt dalam dua hari berturut-turut, dan kini berada di level 8.200. Saham-saham perbankan pun tak terhindarkan dari koreksi.

Director of Risk, Compliance, and Legal PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI), Ganda Raharja Rusli mengakui bahwa saham bank digital itu ikut terseret pelemahan IHSG, namun bukan karena fundamental perusahaan. Terlebih, pihaknya juga telah melaksanakan pembelian kembali atau buyback saham sejak pertengahan tahun 2025. Sementara itu, hanya sedikit aset kelolaan Allo Bank yang terpapar pasar saham RI.

“Allobank memiliki exposure yang sangat terbatas atas asset yang berkaitan dengan stock market, sehingga tidak ada dampak risiko untuk Allobank,” kata Ganda kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/1/2026).

Sama halnya dengan PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) alias KB Bank yang tidak memiliki pengelolaan dana investasi di pasar saham secara langsung. Oleh karena itu, pergerakan IHSG disebut tidak berdampak langsung terhadap kegiatan usaha bank asal Korea Selatan itu.

“Fokus KB Bank saat ini adalah menjaga likuiditas, kualitas aset, serta pengelolaan risiko secara prudent, termasuk melalui diversifikasi portofolio aset Bank sesuai dengan profil risiko yang ditetapkan. Bank juga terus memantau dinamika pasar dan berkoordinasi dengan regulator guna memastikan stabilitas kinerja tetap terjaga,” kata Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/1/2026).

PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) juga senada, dan masih memantau situasi pasar terkini. Bank anggota Grup Salim itu mengaku tidak terpapar pasar modal RI.

“Kami masih memantau situasi. Namun kami belum melihat pengaruh langsung ke manajemen risiko Bank INA. Sebagai bank, kami tidak punya exposure di pasar modal,” kata Wakil Direktur Utama Bank Ina, Yulius Purnama Junaedi kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/1/2026).

Menurut Direktur Kepatuhan Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) Efdinal Alamsyah, pergerakan saham berada di luar kendali manajemen. Ia menyebut tidak ada dampak langsung pada bank asal Korea Selatan itu.

“Dari sisi manajemen risiko, pergerakan saham DNAR merupakan mekanisme (risiko) pasar yang berada di luar kendali operasional bank dan tidak berdampak langsung pada kegiatan usaha, permodalan, maupun likuiditas bank,” ungkap Efdinal kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/1/2026).

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menekankan bahwa fundamental kinerja perusahaan menjadi sisi penting dalam kondisi ini. Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan perlu melihat sifat dari aksi penjualan massif yang terjadi di pasar saham.

“Jadi volatilitas saham di market harus dilihat mana yang sifatnya panic selling, mana yang karena fundamental dari perusahaan,” kata Setiyo selepas pembukaan BTN Expo 2026, Rabu (28/1/2026).

Ia meyakini, BTN memiliki kinerja yang kuat dan akan dilaporkan secara terbuka pada setiap kuartal. Setiyo juga menyoroti transparansi perusahaan sebagai bagian yang penting bagi kepercayaan pemegang saham.

“Tentunya itu yang paling adalah transparansi, supaya para investor, pemegang saham kita pun meyakini mengenai kinerja yang kita sampaikan itu, kinerja yang transparent, reliable, dan dapat dipercaya,” tukas Setiyo.

Seperti diberitakan sebelumnya, MSCI memberi pengumuman terkait penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes. Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan. Namun, banyak investor menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Menurut MSCI, persoalan mendasar masih berkaitan dengan keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham serta potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar. Oleh karena itu, MSCI menilai dibutuhkan informasi kepemilikan saham yang lebih rinci dan dapat diandalkan, termasuk pemantauan konsentrasi kepemilikan saham, guna mendukung penilaian free float yang lebih robust.

“Sejalan dengan kondisi tersebut, MSCI menerapkan perlakuan sementara atau interim treatment untuk sekuritas Indonesia yang berlaku efektif segera,” sebagaimana disampaikan dalam pengumuman di situs resminya.

Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko perputaran indeks dan risiko investabilitas sembari menunggu adanya perbaikan transparansi dari otoritas pasar terkait.

Dalam kebijakan sementara tersebut, MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham atau Number of Shares (NOS) hasil peninjauan indeks maupun aksi korporasi. Selain itu, MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) serta menahan migrasi naik antar segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Atas kejadian ini, terdapat kemungkinan penurunan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Indexes. Bahkan, MSCI membuka peluang reklasifikasi Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market, dengan tetap melalui proses konsultasi pasar.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

September 8, 2026
Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

September 8, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .