• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Dalam Tekanan, Dibuka Turun 0,59%

IHSG Dalam Tekanan, Dibuka Turun 0,59%

February 27, 2026
Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

September 15, 2026
MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

September 15, 2026
Tok! BEI Aktifkan Kembali Transaksi Short Selling

Tok! BEI Aktifkan Kembali Transaksi Short Selling

September 15, 2026
RUPSLB Lippo Cikarang (LPCK) Ubah Susunan Komisaris

RUPSLB Lippo Cikarang (LPCK) Ubah Susunan Komisaris

September 15, 2026
Breaking News! IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

September 15, 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.650

Rupiah Melemah Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.650

September 15, 2026
IHSG Lanjut Koreksi, Dibuka Turun 0,21%

IHSG Lanjut Koreksi, Dibuka Turun 0,21%

September 15, 2026
Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US6 per Barel

Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US$106 per Barel

September 15, 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BRMS, hingga SOFA

Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BRMS, hingga SOFA

September 15, 2026
Harga Minyak Naik! Gangguan Pipa Saudi Bikin Pasokan Dunia Terancam

Harga Minyak Naik! Gangguan Pipa Saudi Bikin Pasokan Dunia Terancam

September 15, 2026
Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

Saham yang Diborong Asing Kemarin Saat Pergantian Menteri Keuangan

September 15, 2026
BEI Batal Gelar RUPSLB 15 September 2026, Ini Kata OJK

BEI Batal Gelar RUPSLB 15 September 2026, Ini Kata OJK

September 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Dalam Tekanan, Dibuka Turun 0,59%

7 months ago
in Lifestyle
IHSG Dalam Tekanan, Dibuka Turun 0,59%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi 48,95 poin atau 0,59% ke level 8.186,31 pada pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat (27/2/2026).

Sebanyak 343 saham turun, 148 naik, dan 465 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 854,5 miliar, melibatkan 2,5 miliar saham dalam 120.800 kali transaksi. 

Memasuki perdagangan Jumat ini, pergerakan pasar saham berpotensi bergerak cenderung sideways dengan potensi melemah. Ruang koreksi terbuka setelah pada perdagangan Kamis kemarin pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung atau taking profit.

Dari sisi teknikal, pelemahan IHSG pada Kamis kemarin juga membuat sinyal koreksi lanjutan kian terlihat. Indikasinya muncul lewat terbentuknya pola Bearish Rising Wedge, yakni pola kenaikan harga yang terjadi dalam rentang pergerakan yang makin menyempit. Kondisi ini kerap dibaca sebagai tanda penguatan yang mulai kehilangan tenaga dan rawan berbalik arah.

Pola tersebut muncul setelah IHSG sempat anjlok pada akhir Januari kemarin, lalu perlahan menanjak. Namun, indeks beberapa kali gagal menembus level psikologis 8.400. Gagalnya penguatan di area itu kemudian diikuti pembentukan wedge, yang secara teori sering berakhir dengan penembusan ke bawah dan memicu koreksi lanjutan.

Jika skenario Bearish Rising Wedge ini terkonfirmasi, IHSG setidaknya berpotensi menguji area support di kisaran 7.900 hingga 7.800, atau membuka ruang penurunan sekitar 4%.

Sementara itu, sentimen ekonomi global juga masih membayangi seiring dengan Amerika Serikat yang kembali mengetatkan pagar dagangnya.

Departemen Perdagangan AS atau U.S. Department of Commerce DOC pada Selasa mengumumkan pengenaan bea masuk imbalan atas impor sel dan panel surya yang masuk ke AS dari Indonesia serta India dan juga Laos. Langkah ini diambil untuk melawan subsidi yang dinilai mendukung industri di ketiga negara ini.

Mengutip Reuters, Kamis (26/2/2026), DOC menetapkan tarif subsidi umum sebesar 125,87% untuk impor dari India, 104,38% untuk impor dari Indonesia, dan 80,67% untuk impor dari Laos.

Berdasarkan data perdagangan pemerintah AS, ketiga negara itu menyumbang nilai impor sekitar US$4,5 miliar atau setara Rp75,73 triliun tahun lalu, atau sekitar dua pertiga dari total impor produk surya sepanjang 2025.

Selain tarif umum, DOC juga menghitung tarif individu bagi sejumlah perusahaan. Di India, Mundra Solar dikenakan 125,87%. Sementara dari Indonesia, PT Blue Sky Solar dikenakan 143,3% dan PT REC Solar Energy sebesar 85,99%. Dari Laos, Solarspace Technology Sole Co dan Vietnam Sunergy Joint Stock Company masing masing dikenai 80,67%.

Dalam perkembangan lain, mediator Oman menyatakan perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Jenewa menghasilkan kemajuan signifikan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kemarin, Kamis (27/2/2026).

Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi mengatakan kedua pihak telah menyelesaikan sesi diskusi intens dan berhasil membangun kerangka komunikasi yang lebih jelas, termasuk pertukaran ide yang disebut konstruktif untuk memecahkan kebuntuan nuklir yang telah berlangsung lama. Pembicaraan akan dilanjutkan ke tahap teknis di Wina dalam waktu dekat.

(mkh/mkh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

Pengendali IMPC Borong 3,4 Juta Saham, Ada Apa?

September 15, 2026
MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

MKNT Punya Pengendali Baru, Auto Diguyur Rp1,02 Triliun

September 15, 2026
Tok! BEI Aktifkan Kembali Transaksi Short Selling

Tok! BEI Aktifkan Kembali Transaksi Short Selling

September 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .