• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

October 16, 2026
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

October 22, 2026
MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

October 22, 2026
Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US Miliar

Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US$30 Miliar

October 22, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

October 22, 2026
Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

October 22, 2026
Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

October 22, 2026
Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 22, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

7 days ago
in Lifestyle
IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,33% ke level 5.863,78 pada perdagangan Kamis (15/10). Sejumlah saham menjadi penggerak indeks, dengan AMMN naik 1,39%, BMRI menguat 0,51%, dan BBRI naik 0,32%. Sebaliknya, BREN turun 6,03%, DSSA melemah 6,15%, dan BBCA terkoreksi 0,82%.

Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp520,03 miliar di pasar reguler dan Rp567,96 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, seluruh 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Consumer Cyclical mencatat penurunan terdalam sebesar 3,20%.

Di bursa Amerika Serikat (AS), sejumlah indeks utama ditutup menguat. Dow Jones naik 1,08% ke level 52.177, S&P 500 menguat 0,30% ke level 7.744, sedangkan Nasdaq bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,08% ke level 26.713.

Sementara itu, MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Wacana tersebut muncul di tengah perhatian terhadap transparansi dan integritas pasar modal Indonesia dan berpotensi memengaruhi aliran dana asing. Secara year to date (YTD), investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp85,42 triliun. 

Indeks MSCI Indonesia melemah 0,28%, sedangkan ETF EIDO bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,09%.

Dalam hal ini, MSCI membuka proses konsultasi terkait usulan penurunan klasifikasi indeks Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Konsultasi dengan pelaku pasar akan berlangsung hingga 30 April 2027, sementara keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Usulan tersebut berkaitan dengan penilaian pelaku pasar terhadap sejumlah aspek investabilitas pasar saham Indonesia, termasuk transparansi struktur kepemilikan dan dugaan perdagangan terkoordinasi. Hal ini tetap menjadi perhatian meskipun otoritas pasar modal telah mengumumkan sejumlah langkah reformasi.

MSCI menyatakan proses tersebut akan dilanjutkan apabila belum terdapat bukti perbaikan tata kelola pasar yang dinilai material. MSCI juga mempertahankan pembekuan terhadap perubahan indeks saham Indonesia.

Perubahan klasifikasi menjadi Standalone Market berpotensi berdampak terhadap dana asing yang menggunakan indeks Emerging Market sebagai acuan investasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Di tengah perhatian terhadap pasar modal Indonesia, Chandra Asri Pacific (TPIA) telah menyelesaikan transaksi investasi strategis bersama Danantara Investment Management (DIM) dan Indonesia Investment Authority (INA) untuk pengembangan proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Dalam proyek tersebut, TPIA berperan sebagai penggerak utama.

Fasilitas CA-EDC dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 400 KTA soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC). Hingga September 2026, progres konstruksi proyek telah mencapai sekitar 80% dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Kemitraan tersebut menggabungkan dukungan pendanaan jangka panjang dari DIM dan INA dengan pengalaman industri Chandra Asri Group. Proyek ini sejalan dengan agenda hilirisasi nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, menghemat devisa, serta memperkuat pasokan bahan baku bagi industri hilir.

Salah satu penggunaannya berkaitan dengan rantai industri bauksit dan alumina, yang membutuhkan soda kaustik dalam proses produksinya. Selain itu, proyek CA-EDC diproyeksikan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama tahap konstruksi dan sekitar 250 posisi permanen ketika fasilitas mulai beroperasi.

Selanjutnya, ada Petrosea (PTRO) yang berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 170 juta saham baru dengan nilai nominal Rp5 per saham.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,69% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Sementara itu, harga pelaksanaan rights issue masih belum ditetapkan.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung proyek-proyek rekayasa dan konstruksi yang menjadi kegiatan usaha utama PTRO.

Aksi tersebut juga ditujukan untuk memperkuat ekuitas dan struktur permodalan perseroan dalam mendukung pertumbuhan pendapatan. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, potensi dilusi maksimal diperkirakan mencapai 1,66%.

Rencana rights issue PTRO masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

BMRI Dongkrak Kinerja Lewat Ekosistem Digital dan Kualitas Layanan

October 22, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .