• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

November 2, 2026
DSI Tak Kuasai Barang, Hanya Verifikasi

DSI Tak Kuasai Barang, Hanya Verifikasi

November 3, 2026
Kondisi Bank RI saat Global Bergejolak, Kredit Naik 13%, Modal Tebal

Kondisi Bank RI saat Global Bergejolak, Kredit Naik 13%, Modal Tebal

November 3, 2026
Belanja Negara Masih Rp990 T, Suahasil Ingatkan K/L Jangan Asal Ngegas

Belanja Negara Masih Rp990 T, Suahasil Ingatkan K/L Jangan Asal Ngegas

November 3, 2026
Catat! BI Beri Insentif Bank yang Dukung Penciptaan Lapangan Kerja

Catat! BI Beri Insentif Bank yang Dukung Penciptaan Lapangan Kerja

November 3, 2026
OJK Ungkap Bukti Pasar Modal Pulih Bertahap

OJK Ungkap Bukti Pasar Modal Pulih Bertahap

November 3, 2026
Duit Asing Serbu RI, Total Tembus US,23 Miliar hingga Oktober

Duit Asing Serbu RI, Total Tembus US$13,23 Miliar hingga Oktober

November 3, 2026
Ekosistem Emas Dukung Ekonomi 8%, RI Majukan Hilirisasi Emas

Ekosistem Emas Dukung Ekonomi 8%, RI Majukan Hilirisasi Emas

November 3, 2026
Pendapatan Negara Tembus Rp2.341 T di Q3, Coretax Dongkrak Pajak!

Pendapatan Negara Tembus Rp2.341 T di Q3, Coretax Dongkrak Pajak!

November 3, 2026
Dolar Menguat ke Level Rp18.145/US$, Gubernur BI Tunjuk Masalahnya

Dolar Menguat ke Level Rp18.145/US$, Gubernur BI Tunjuk Masalahnya

November 3, 2026
Kabar Baik! Asing Borong SBN RI Rp28,79 T di Tengah Gejolak Global

Kabar Baik! Asing Borong SBN RI Rp28,79 T di Tengah Gejolak Global

November 3, 2026
Tekanan Ekonomi Membesar, Pemerintah Pede Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5,5%

Tekanan Ekonomi Membesar, Pemerintah Pede Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5,5%

November 3, 2026
Sistem Keuangan RI Masih Stabil di Q3, KSSK Soroti Tekanan Global

Sistem Keuangan RI Masih Stabil di Q3, KSSK Soroti Tekanan Global

November 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, November 3, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83

1 day ago
in Market
IHSG Ditutup Menguat 0,79% ke 5.096,83
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.096,83, naik 39,78 poin atau 0,79% pada perdagangan Senin (2/11/2026).

Pergerakan indeks hari ini cukup fluktuatif. IHSG langsung terjun tajam sejak pembukaan dan sempat menyentuh titik terendah harian di kisaran 4.980-an, sehingga menembus level psikologis 5.000. Setelah itu, indeks berbalik arah dan menguat bertahap, kembali ke zona hijau menjelang pukul 10.00 WIB.

Penguatan berlanjut hingga IHSG mencapai level tertinggi harian di atas 5.120 pada sesi pertama. Indeks sempat terkoreksi di tengah hari, lalu kembali bergerak naik-turun di kisaran 5.080-5.120 hingga akhir perdagangan.

Volume perdagangan tercatat 286,06 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp10,07 triliun.

Hari ini menjadi perdagangan pertama setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Sebanyak 81 saham dikecualikan dengan bobot sekitar 18% terhadap indeks, sehingga jumlah saham yang diperhitungkan tersisa 837.

Berikut sejumlah sentimen dan kabar genting yang wajib dicermati pekan ini:

1. Aturan Baru BEI: Saham HSC Keluar dari IHSG

BEI akan mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai Senin (2/11/2026).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan kebijakan ini tidak serta-merta memicu penurunan atau lonjakan drastis indeks. Bobot saham yang dikeluarkan akan didistribusikan kepada konstituen IHSG lainnya.

2. PMI Manufaktur RI

Pada hari ini, Senin (2/11/2026), S&P Global akan merilis data PMI Manufaktur Indonesia untuk Oktober 2026.

Sebagai catatan, aktivitas manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi pada September 2026 setelah mengalami kontraksi di Agustus.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan PMI Indonesia berada di 52,48 di September 2026 atau mengalami ekspansi,

3. Inflasi Oktober 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis inflasi Oktober 2026 pada hari ini Senin (2/11/2026). Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi/lembaga memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik atau mengalami inflasi sebesar 0,24% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026. Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi diperkirakan mencapai 3,25%.

4. Data Manufaktur China

China akan merilis data Indeks PMI manufaktur RatingDog untuk Oktober 2026.

Sebagai catatan, aktivitas manufaktur versi RatingDog menunjukkan indeks naik menjadi 52,1 di September 2026 dari 51,5 pada Agustus, melampaui ekspektasi pasar sebesar 51,6. Capaian ini menandai ekspansi terkuat sejak April.

5. Pemilu Sela AS: Ujian Berat bagi Trump

Pemilu sela AS akan digelar pada Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Pemilu akan menentukan penguasaan Kongres dan memengaruhi kemampuan Presiden Donald Trump menjalankan agenda pemerintahannya.

Seluruh 435 kursi DPR AS dan 35 dari 100 kursi Senat akan diperebutkan. Secara historis, partai yang menguasai Gedung Putih cenderung kehilangan kursi DPR dalam pemilu sela.

Survei Reuters/Ipsos yang rampung pada 26 Oktober menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump sebesar 32%. Demokrat juga unggul dalam preferensi pemilih terdaftar, dengan dukungan 47% dibandingkan 36% untuk Republik.

Hasil pemilu berpotensi memengaruhi arah kebijakan fiskal dan politik AS, sekaligus menjadi perhatian investor global.

6. Data Tenaga Kerja AS

AS akan mengumumkan sejumlah data tenaga kerja pada pekan ini.

Pada Selasa (3/11/2026), data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) untuk September 2026 akan dirilis. Data ini akan menjadi indikator permintaan tenaga kerja melalui jumlah lowongan yang tersedia.

Selanjutnya, laporan ADP untuk September 2026 akan dirilis pada Rabu (4/11/2026).
Data ini akan memberikan gambaran perubahan tenaga kerja sektor swasta, meski tidak dapat dijadikan prediksi langsung laporan tenaga kerja resmi pemerintah atau Nonfarm Payrolls (NFP) karena perbedaan metodologi.

Puncak perhatian tertuju pada Jumat (6/11/2026), saat data NFP dan angka pengangguran Oktober 2026 akan dirilis.

7. Data Manufaktur dan Jasa AS

AS akan mengumumkan data ISM Manufacturing Services Oktober 2026 pada hari ini, Senin (2/12/2026) dan data PMI Manufaktur Oktober 2026 pada Rabu (4/11/2026).

Sebagai catatan, PMI Jasa AS turun menjadi 54,9 di September 2026 dari 55,4 di Agustus, tetapi tetap berada di zona ekspansi selama 27 bulan berturut-turut. Aktivitas bisnis dan pesanan baru melambat, sedangkan tenaga kerja kembali tumbuh tipis.

Sementara itu, PMI Manufaktur AS turun tipis menjadi 54,5 pada September 2026 dari 54,6 pada Agustus, tetapi masih menunjukkan ekspansi yang kuat. Pesanan baru dan tenaga kerja meningkat, sementara produksi melambat.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
DSI Tak Kuasai Barang, Hanya Verifikasi

DSI Tak Kuasai Barang, Hanya Verifikasi

November 3, 2026
Kondisi Bank RI saat Global Bergejolak, Kredit Naik 13%, Modal Tebal

Kondisi Bank RI saat Global Bergejolak, Kredit Naik 13%, Modal Tebal

November 3, 2026
Belanja Negara Masih Rp990 T, Suahasil Ingatkan K/L Jangan Asal Ngegas

Belanja Negara Masih Rp990 T, Suahasil Ingatkan K/L Jangan Asal Ngegas

November 3, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .