• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Masih Rebound, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Rebound, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

July 17, 2026
Harga Minyak Makin Panas, Ancaman Hormuz-Laut Merah Dorong Reli

Harga Minyak Makin Panas, Ancaman Hormuz-Laut Merah Dorong Reli

July 17, 2026
Bos BlackRock Sebut Rajin Menabung Bikin Susah Saat Pensiun, Kok Bisa?

Bos BlackRock Sebut Rajin Menabung Bikin Susah Saat Pensiun, Kok Bisa?

July 17, 2026
Rupiah Tak Bergerak, Dolar AS Stabil di Level Rp17.980 Pagi Ini

Rupiah Tak Bergerak, Dolar AS Stabil di Level Rp17.980 Pagi Ini

July 17, 2026
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,4% ke 6.081

Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,4% ke 6.081

July 17, 2026
RI Ngebut Mau Bangun ‘Wall Street’ Baru di Bali, Jadi Magnet Duit

RI Ngebut Mau Bangun ‘Wall Street’ Baru di Bali, Jadi Magnet Duit

July 17, 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Asing Terciduk Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

July 17, 2026
Investor Lego Saham Semikonduktor, Bursa Asia Dibuka Melemah

Investor Lego Saham Semikonduktor, Bursa Asia Dibuka Melemah

July 17, 2026
BTN Ungkap Incar Akuisisi Kredit Konsumer Bank Lain Usai SMBC (BTPN)

BTN Ungkap Incar Akuisisi Kredit Konsumer Bank Lain Usai SMBC (BTPN)

July 17, 2026
Asing Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Ngegas Balik ke Level 6.100

Asing Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Ngegas Balik ke Level 6.100

July 17, 2026
BTN RUPSLB September 2026, Ada Agenda Perubahan Pengurus

BTN RUPSLB September 2026, Ada Agenda Perubahan Pengurus

July 16, 2026
Pukulan Baru Buat Pos Indonesia! Fitch Pangkas Rating Jadi C

Pukulan Baru Buat Pos Indonesia! Fitch Pangkas Rating Jadi C

July 16, 2026
BTN Jajaki Sekuritisasi hingga Rp400 Miliar dengan SMF

BTN Jajaki Sekuritisasi hingga Rp400 Miliar dengan SMF

July 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 17, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

IHSG Masih Rebound, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

1 hour ago
in News
IHSG Masih Rebound, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,10% ke level 6.108,21 pada perdagangan Kamis (16/7). Penguatan indeks terutama ditopang oleh kenaikan saham ASII, BMRI, dan BBCA, sementara UNTR, VKTR, dan AMRT menjadi saham dengan tekanan terbesar terhadap pergerakan indeks.

Dari aktivitas investor, investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler dan sekitar Rp1,22 triliun di seluruh pasar. Arus dana asing didorong oleh peningkatan transaksi pada saham sektor perbankan dan emiten komoditas, termasuk transaksi negosiasi terkait pengambilalihan saham PKPK senilai lebih dari Rp1 triliun. Kondisi tersebut turut mendorong penguatan ETF EIDO sebesar 1,33% dan MSCI Indonesia sebesar 1,55%.

Seluruh 11 sektor di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona hijau, dengan sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 1,94%.

Di sisi global, mayoritas indeks saham Amerika Serikat ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,20%, S&P 500 terkoreksi 0,51%, sementara Nasdaq turun 1,47% seiring tekanan pada saham-saham teknologi.

Dari sisi aksi korporasi, ada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang berencana menambah kegiatan usaha baru melalui layanan Network Access Point (NAP) yang akan dijalankan oleh anak usahanya, PT Tower Bersama. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital Perseroan di luar bisnis utama penyewaan menara telekomunikasi.

Berhubung kontribusi Tower Bersama terhadap pendapatan konsolidasian melebihi 20%, maka rencana tersebut dikategorikan sebagai transaksi material dan akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 24 Agustus.

Model bisnis NAP akan difokuskan sebagai penyedia layanan wholesale IP transit dengan target pelanggan penyelenggara jasa internet (ISP) Tier 2–3 dan segmen korporasi. Pengembangan bisnis ini akan memanfaatkan sinergi aset grup yang meliputi jaringan serat optik lebih dari 60.000 kilometer, menara telekomunikasi, serta pusat data.

Perseroan menyiapkan investasi awal sekitar Rp47,40 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal sehingga tidak mengubah struktur permodalan maupun menambah utang. 

Berdasarkan studi kelayakan independen untuk periode proyeksi 2026–2041, rencana pengembangan tersebut menghasilkan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 18,65%, Net Present Value (NPV) positif Rp37,83 miliar, Profitability Index 1,86 kali, serta estimasi periode pengembalian investasi sekitar 7 tahun 4 bulan.

Lalu, ada PT Pinago Utama Tbk (PNGO) yang tengah memasuki periode penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang dilakukan oleh pengendali barunya, AEP Nusantara Holdings Limited.

Penawaran dilakukan atas maksimal 13,59 juta saham atau sekitar 1,74% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp3.584 per saham. Nilai transaksi maksimal MTO diperkirakan mencapai sekitar Rp48,69 miliar.

Periode penawaran berlangsung mulai 16 Juli hingga 14 Agustus 2026, setelah AEP Nusantara menyelesaikan akuisisi 767,66 juta saham atau sekitar 98,26% kepemilikan PNGO senilai Rp2,75 triliun pada 4 Mei lalu.

Perseroan menyampaikan bahwa pelaksanaan MTO merupakan pemenuhan ketentuan regulasi setelah perubahan pengendalian dan tidak disertai rencana penghapusan pencatatan saham dari Bursa. Apabila seluruh saham publik diperoleh sehingga kepemilikan mencapai 100%, pengendali baru tetap berkewajiban memenuhi ketentuan porsi kepemilikan publik sesuai regulasi yang berlaku.

Sementara itu, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) berencana melaksanakan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) melalui penerbitan maksimal 800 juta saham baru atau sekitar 9,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.

Harga pelaksanaan akan mengacu pada ketentuan Bursa Efek Indonesia, yakni sekurang-kurangnya 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengajuan pencatatan saham tambahan.

Seluruh dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk belanja modal. Perseroan menyatakan aksi ini tidak mengubah struktur pengendalian perusahaan. Setelah PMTHMETD terlaksana, porsi kepemilikan masyarakat diperkirakan berubah dari 13,29% menjadi 12,17%, sehingga pemegang saham publik berpotensi mengalami dilusi sekitar 8,44%.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harga Minyak Makin Panas, Ancaman Hormuz-Laut Merah Dorong Reli

Harga Minyak Makin Panas, Ancaman Hormuz-Laut Merah Dorong Reli

July 17, 2026
Bos BlackRock Sebut Rajin Menabung Bikin Susah Saat Pensiun, Kok Bisa?

Bos BlackRock Sebut Rajin Menabung Bikin Susah Saat Pensiun, Kok Bisa?

July 17, 2026
Rupiah Tak Bergerak, Dolar AS Stabil di Level Rp17.980 Pagi Ini

Rupiah Tak Bergerak, Dolar AS Stabil di Level Rp17.980 Pagi Ini

July 17, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .