• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Menguat 11 Hari tapi Asing Kabur Terus, Ada Apa?

IHSG Menguat 11 Hari tapi Asing Kabur Terus, Ada Apa?

July 21, 2025
Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

October 27, 2026
Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

October 27, 2026
IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

October 27, 2026
Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

October 27, 2026
Soal Dana Asing Terus Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

Soal Dana Asing Terus Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

October 27, 2026
Kita Harus Punya Posisi yang Jelas!

Kita Harus Punya Posisi yang Jelas!

October 27, 2026
Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

October 27, 2026
Breaking! IHSG Turun 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 3%, Ini Penyebabnya

October 27, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 27, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 27, 2026
BI Perkirakan Nilai Transaksi Mata Uang Lokal Capai USD 55 M di 2026

BI Perkirakan Nilai Transaksi Mata Uang Lokal Capai USD 55 M di 2026

October 27, 2026
Direktur Utama PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Meninggal Dunia

Direktur Utama PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Meninggal Dunia

October 27, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 27, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Menguat 11 Hari tapi Asing Kabur Terus, Ada Apa?

1 year ago
in Market
IHSG Menguat 11 Hari tapi Asing Kabur Terus, Ada Apa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing lari dari pasar keuangan Indonesia hingga mencatat net outflow sepekan lalu mencapai Rp10,49 triliun. Merujuk data Bank Indonesia berdasarkan transaksi sepanjang 14-17 Juli 2025, angka tersebut terdiri dari jual bersih di pasar saham sebesar Rp 1,91 triliun dan sebesar Rp 8,95 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Catatan positif hanya terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang terjadi net inflow sebesar Rp 0,38 triliun.

Selama tahun 2025, berdasarkan data settlement sampai dengan 17 Juli 2025, investor asing tercatat jual neto sebesar Rp58,01 triliun di pasar saham dan Rp48,07 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 59,97 triliun di pasar SBN.

Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan aksi jual asing yang terjadi sepanjang tahun ini disebabkan oleh sentimen global yang mempengaruhi perekonomian dan sektor keuangan

“Di sini kalau terkait dengan kinerja net sell, baik di pasar saham, maupun juga di SRBI, tentunya kalau saya melihat lebih disebabkan oleh dinamika global ya. Tentunya ya, saya lebih ke arah dinamika global,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (21/7/2025).

Nafan menjabarkan, tensi perang dagang sangat mempengaruhi keputusan para pelaku pasar. Menurutnya, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa menjadi sorotan utama pasar karena dapat memicu perlambatan perkembangan ekonomi global.

“Yang dimotori baik itu oleh Amerika Serikat maupun juga Uni Eropa, sehingga tentunya ini memicu terjadinya aksi net sell, ataupun juga para pelaku investor lebih cenderung menahan diri, atau di cenderung prudent. Sehingga ini mempengaruhi net sell asing,” jelasnya.

Selain itu, faktor lainnya juga kebijakan bank sentral AS, The Fed juga masih mempertahankan suku bunga yang tinggi. Apalagi jika The Fed mengundur rencana penurunan suku bunganya. “Jadi misalnya diundur menjadi Oktober, misalnya dari September, itu yang membuat para pelaku pasar asing lebih prudent saat ini, dan sehingga mempengaruhi net sell asing di pasar,” sebutnya.

Namun, pasar saham Indonesia, kata Nafan terus mengalami tren penguatan. Hal itu tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kenaikannya ditopang oleh investor domestik.

Sementara itu Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan bahwa dana asing kabur tidak lepas dari ketidakpastian yang masih menggelayuti pasar.

“Meskipun kita juga tidak bisa menutup mata, banyak sentimen positif yang hadir di pasar saat ini. Namun kata kunci yang membuat pelaku pasar dan investor khawatir sebetulnya cuma satu, yaitu, risiko fiskal yang sampai dengan saat ini masih membuat pelaku pasar dan investor khawatir,” ungkapnya saat dihubungi.

Apalagi, lanjutnya, situasi dan kondisi juga belum dapat dikatakan baik baik saja, terutama Indonesia masih harus menghadapi kenaikan tarif dari Presiden AS Donald Trump pada 1 Agustus 2025.

Meskipun Indonesia sudah mengantongi tarif 19% dari AS, akan tetapi masih banyak pihak yang mengatakan bahwa hal tersebut belum adil bagi negara ini.

Nico melanjutkan bahwa, pasar obligasi saat ini terlihat menarik bagi pelaku pasar dan investor asing. Pasalnya dana asing terus mengalir ke obligasi dan tercatat sebesar Rp 933 triliun, naik dari awal tahun yang sebesar Rp 876 triliun. 

“Di tengah ketidakpastian pelaku pasar dan investor mencari sesuatu yang lebih pasti dan memiliki tingkat risiko yang jauh lebih sedikit. Apalagi kenaikan harga obligasi terbuka lebar seiring dengan pemangkasan tingkat suku bunga,” sebutnya.

Oleh karena itu dapat disimpulkan, di tengah situasi dan kondisi yang penuh dengan ketidakpastian, pelaku pasar dan investor masih menaruh hati di pasar emerging market. 

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: IHSG Pesta Pora Tapi Asing Ramai Tinggalkan Pasar Saham RI




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

October 27, 2026
Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

October 27, 2026
IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

October 27, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .