
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026), ditopang kombinasi sentimen positif dari dalam dan luar negeri yang mulai membaik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.00 WIB IHSG berada di level 6.260,32, naik 25,82 poin atau 0,41% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.234,50.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.254,78, sempat menyentuh level tertinggi 6.264,26, dan terendah 6.255,15. Nilai transaksi mencapai Rp256,2 miliar dengan volume perdagangan 445,8 juta saham dalam 52.240 kali transaksi. Sebanyak 322 saham menguat, 95 saham melemah, dan 546 saham bergerak stagnan.
Pelaku pasar hari ini akan mencerna kombinasi sentimen positif dan negatif dari dalam maupun luar negeri. Dari domestik, Indonesia mencatat sejumlah kabar menggembirakan pada awal Agustus.
Aktivitas manufaktur kembali memasuki zona ekspansi setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur naik ke 50,2 pada Juli dari 46,9 pada Juni.
Inflasi juga melandai, bahkan terjadi deflasi bulanan sebesar 0,14%, sehingga inflasi tahunan turun menjadi 2,88%. Kinerja sektor perbankan tetap solid dengan pertumbuhan kredit mencapai 12,67% secara tahunan hingga Juni 2026.
Namun, sentimen positif tersebut dibayangi data neraca perdagangan yang kembali mencatat defisit sebesar US$450 juta pada Juni 2026, memperpanjang defisit selama dua bulan berturut-turut setelah Mei mencatat defisit US$1,61 miliar. Kondisi ini menjadi perhatian investor di tengah meningkatnya impor yang tumbuh lebih cepat dibanding ekspor.
Dari global, sentimen cenderung membaik setelah harga minyak dunia turun lebih dari 4% seiring harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga melemah, sehingga berpotensi menopang aliran dana ke aset negara berkembang.
Meski demikian, pasar masih mencermati perkembangan hubungan AS-Iran yang belum menunjukkan kepastian menuju penyelesaian diplomatik.
Investor juga akan menantikan rilis data JOLTS Job Openings Amerika Serikat malam ini untuk mencari petunjuk terbaru mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
(mkh/mkh)



















