Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan RI masih dihadapkan pada tren pelemahan IHSG dan nilai tukar Rupiah seiring dengan berlanjutnya risiko perang Timur Tengah hingga sentimen penilaian MSCI-FTSE terhadap RI. Kondisi ini membawa IHSG anjlok hingga menembus level terendah 6.200 dan Rupiah melemah sepanjang sejarah ke Rp 17.700 per Dolar AS.
Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich mengatakan tantangan ekonomi dalam negeri dan tensi geopolitik global yang belum usai membuat pasar saham dan SBN masih sangat bergejolak.
Seperti apa pengelola dana jumbo melihat kondisi tekanan di pasar keuangan RI? Ke mana arah dan strategi investasi MI menghadapi kondisi ini? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 20/05/2026)

















