• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Sesi 1 Merosot 0,57% ke Level 8.568, Saham BBCA Jadi Beban

IHSG Sesi 1 Merosot 0,57% ke Level 8.568, Saham BBCA Jadi Beban

December 19, 2025
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, October 24, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Sesi 1 Merosot 0,57% ke Level 8.568, Saham BBCA Jadi Beban

10 months ago
in Lifestyle
IHSG Sesi 1 Merosot 0,57% ke Level 8.568, Saham BBCA Jadi Beban
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 49,52 poin atau turun 0,57% ke level 8.568,67 pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (19/12/2025).

Sebanyak 194 saham naik, 470 turun, dan 137 tidak bergerak. Nilai transaksi hingga jeda makan siang tergolong ramai atau mencapai Rp 15,63 triliun, melibatkan 23,17 miliar saham dalam 1,49 juta kali transaksi.

Transaksi terbesar hari ini datang dari saham Bangun Kosambi Sukses (CBDK) milik Aguan dengan nilai mencapai Rp 5 triliun yang berlangsung di pasar negosiasi. Sementara itu di pasar reguler, saham Bumi Resources (BUMI) tercatat masih menjadi saham paling aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 642 miliar.

Nyaris seluruh sektor perdagangan tiarap hari ini, dengan koreksi terbesar dicatatkan oleh konsumer non-primer, utilitas dan teknologi. Sementara hanya sektor energi yang bergerak di zona hijau hari ini.

Bank Central Asia (BBCA) tercatat menjadi beban terbesar pelemahan IHSG hari ini dengan sumbangsih 7,08 poin ke indeks. Emiten lainnya yang menekan kinerja IHSG termasuk BYAN, TLKM, BREN dan BRMS.

Pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen yang menggerakkan pasar hari ini, baik dari dalam ataupun luar negeri. Dari dalam negeri, realisasi APBN bisa menjadi sentimen.

Sementara itu, dari sisi internasional ada Bank of Japan, inflasi Jepang, dan dampak dari rilis data inflasi AS yang mencapai level yang lebih rendah dari bulan sebelumnya walaupun The Fed memangkas suku bunga

Pasar global hari ini berada dalam mode siaga menantikan dua rilis data krusial dari Jepang yang dijadwalkan hari ini Jumat (19/12/2025). Fokus utama tertuju pada rilis data Inflasi Nasional Jepang yang diproyeksikan akan memanas ke level 3,0% secara tahunan (yoy).

Angka ini didorong oleh kenaikan biaya energi dan impor, yang mulai menggerus daya beli riil masyarakat Jepang. Inflasi yang persisten tinggi ini menjadi amunisi utama bagi Bank of Japan (BoJ) untuk mengubah haluan kebijakan moneternya.

Sejalan dengan data inflasi, pasar meyakini BoJ akan mengambil langkah historis dengan menaikkan suku bunga acuan menjadi 0,75% dari posisi saat ini.

Jika terealisasi, ini menandakan langkah agresif Gubernur BoJ untuk menormalisasi kebijakan dan keluar dari rezim suku bunga ultra-rendah yang telah bertahan puluhan tahun.

Surplus neraca perdagangan Jepang yang baru saja rilis kemarin (surplus 322,2 miliar Yen) memberikan kepercayaan diri tambahan bagi BoJ bahwa ekonomi Jepang cukup kuat untuk menahan beban biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Bagi investor global, keputusan ini berpotensi memicu volatilitas pada nilai tukar Yen dan arus modal carry trade.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .