• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Investor Mesti Banyak Sabar, IHSG Masih Tersungkur hingga Siang Ini

Investor Mesti Banyak Sabar, IHSG Masih Tersungkur hingga Siang Ini

June 5, 2026
Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

July 3, 2026
OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

July 3, 2026
Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

July 3, 2026
Investor ‘The Big Short’ Pasang Taruhan Besar Lawan Tesla-Nvidia

Investor ‘The Big Short’ Pasang Taruhan Besar Lawan Tesla-Nvidia

July 3, 2026
Mandiri Jogja Marathon Dongkrak Belanja Warga DIY 7,4%

Mandiri Jogja Marathon Dongkrak Belanja Warga DIY 7,4%

July 3, 2026
Bos BRI (BBRI) Ungkap Jurus Transformasi Menyeluruh

Bos BRI (BBRI) Ungkap Jurus Transformasi Menyeluruh

July 3, 2026
Tiga Bulan Menjabat Jadi Dirut PT Pos, Ini Temuan Daud Joseph

Tiga Bulan Menjabat Jadi Dirut PT Pos, Ini Temuan Daud Joseph

July 3, 2026
Masuk Era Baru, ETF Emas Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia

Masuk Era Baru, ETF Emas Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia

July 3, 2026
Volume Pasar Belum Balik, IHSG Sudah Tancap Gas Naik 2,28%

Volume Pasar Belum Balik, IHSG Sudah Tancap Gas Naik 2,28%

July 3, 2026
Analis Buka-Bukaan Soal Prospek Saham ANTM, Target Segini!

Analis Buka-Bukaan Soal Prospek Saham ANTM, Target Segini!

July 3, 2026
Menguat Lebih Dari 2% di Akhir Pekan, IHSG Melaju ke 5.800-an

Menguat Lebih Dari 2% di Akhir Pekan, IHSG Melaju ke 5.800-an

July 3, 2026
BEI Lelang 11 Saham Bursa Bulan Depan, Ini Syarat Pesertanya

BEI Lelang 11 Saham Bursa Bulan Depan, Ini Syarat Pesertanya

July 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 3, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Investor Mesti Banyak Sabar, IHSG Masih Tersungkur hingga Siang Ini

4 weeks ago
in Lifestyle
Investor Mesti Banyak Sabar, IHSG Masih Tersungkur hingga Siang Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melajutkan tren negatif hingga siang ini, Jumat (5/6/2026). Pada akhir sesi 1, IHSG parkir di level 5.692,16, turun 2,53% atau -147,62 poin. 

Sebanyak 624 saham bergerak di zona merah. Lalu ada 115 saham naik dan sisanya atau 220 stagnan. Nilai transaksi terbilang ramai, yakni mencapai Rp 21,07 triliun, melibatkan 23,37 miliar saham dalam 1,29 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot jadi Rp 10.017 triliun. 

Nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 20 triliun pada sesi 1, sebagian besar disumbang oleh transaksi jumbo Chandra Asri Pacific (TPIA) di pasar negosiasi.

TPIA mencatat total transaksi Rp 22,98 triliun, di mana Rp 17,6 triliun di antaranya terjadi di pasar nego. Seiring dengan hal tersebut saham TPIAnaik 13,45% ke level 1.560.

Mengutip Refinitiv, utilitas dan finansial menjadi sektor yang turun paling dalam. Sebaliknya properti dan bahan baku menjadi dua sektor yang berhasil bertahan di zona hijau. 

Adapun setelah saham konglomerat berdarah-darah pada perdagangan beberapa hari terakhir, bank jumbo kena giliran siang ini. Bank Central Asia (BBCA) yang mencatat nilai transaksi terbesar di pasar reguler, menjadi pemberat utama IHSG siang ini dengan bobot -28,1 poin.  BBCA tercatat mengalami tekanan jual besar dan turun 5,53% ke level 5.125. 

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengekor dengan bobot -9,41 poin, Bank Mandiri (BMRI) -7,82 poin, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) -4,53 poin. 

Sementara itu, pelemahan IHSG hari ini terjadi seiring dengan rupiah yang kembali melemah dalam menyentuh rekor terendah sepanjang masa. Melansir data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp18.050/US$.

Pelemahan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (4/6/2026), mata uang Garuda ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$. Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah sepanjang sejarah rupiah terhadap dolar AS.

Imbas pelemahan signifikan, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara proaktif mengajak investor institusi hingga investor global untuk menempatkan dananya di Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), guna menekan laju indeks yang tengah turun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan pihaknya telah menyiapkan program roadshow untuk memperkuat sisi permintaan (demand side) di pasar modal. Kegiatan tersebut akan menyasar investor domestik maupun investor globa

“Kami sudah bertemu dengan beberapa stock exchanges di luar untuk kita bisa kerjasama termasuk dari sisi brokerage firm asing. Untuk kita bisa bring listed companies ke mereka dan bisa memperkenalkan sehingga bisa menarik dari sisi investor,” tutur Nyoman kepada waartawan, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (4/6/2026).

Di dalam negeri, BEI juga akan memperluas sosialisasi pasar modal ke berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan dengan memperkenalkan perusahaan-perusahaan tercatat kepada investor domestik, baik institusi maupun ritel.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sementara (PJS) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan fundamental pasar modal Indonesia saat ini berada dalam kondisi baik. Hal itu tercermin dari kinerja keuangan perusahaan tercatat yang terus mencatatkan pertumbuhan laba.

Menurut Jeffrey, seluruh perusahaan tercatat di BEI membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21% pada akhir tahun buku 2025. Sementara itu, pada kuartal I-2026, emiten yang tergabung dalam kelompok LQ45 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 29,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, sebanyak 80% perusahaan tercatat berhasil membukukan laba bersih pada kuartal I-2026. Persentase tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Jeffrey menjelaskan, pada 2020 hanya 63% perusahaan tercatat yang mencatatkan laba bersih. Adapun pada periode 2021-2025, persentasenya berada di kisaran 73%-76%, sebelum meningkat menjadi 80% pada kuartal pertama tahun ini.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

Komisaris Bank Jadi Tersangka, Diduga Salurkan Kredit Fiktif Rp14,8 M

July 3, 2026
OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

July 3, 2026
Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

July 3, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .