• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 T

Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 T

August 31, 2026
Soal Isu Merger MTEL dengan TBIG, Danantara Buka Suara

Soal Isu Merger MTEL dengan TBIG, Danantara Buka Suara

August 31, 2026
Hery Gunardi Ungkap Resep Laba BRI Bisa Tumbuh 17,5%

Hery Gunardi Ungkap Resep Laba BRI Bisa Tumbuh 17,5%

August 31, 2026
BEI Uji Coba Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Uji Coba Harga Minimum Saham Jadi Rp1

August 31, 2026
Asing Net Buy di Sesi 1, Saham BBRI Diborong

Asing Net Buy di Sesi 1, Saham BBRI Diborong

August 31, 2026
DPR Panggil Purbaya, Bos BI, OJK hingga Danantara, Ini Bahasannya!

DPR Panggil Purbaya, Bos BI, OJK hingga Danantara, Ini Bahasannya!

August 31, 2026
IHSG Sesi 1 Nyaris Stagnan, Bertahan di Level 6.500-an

IHSG Sesi 1 Nyaris Stagnan, Bertahan di Level 6.500-an

August 31, 2026
Eksportir Tambang Bisa Tempatkan DHE di 15 Bank Devisa, Ini Daftarnya

Eksportir Tambang Bisa Tempatkan DHE di 15 Bank Devisa, Ini Daftarnya

August 31, 2026
Hery Gunardi Bongkar Jurus Baru BRI, Ada Dua Agenda Utama

Hery Gunardi Bongkar Jurus Baru BRI, Ada Dua Agenda Utama

August 31, 2026
Laba Jasa Marga Semester I 2026 Capai Rp1,9 Triliun

Laba Jasa Marga Semester I 2026 Capai Rp1,9 Triliun

August 31, 2026
IHSG Gamang Sambut Badai Sentimen-Rupiah Melemah Lawan Dolar AS

IHSG Gamang Sambut Badai Sentimen-Rupiah Melemah Lawan Dolar AS

August 31, 2026
Suku Bunga The Fed Diramal Segera Naik, RI Wajib Waspada Ini!

Suku Bunga The Fed Diramal Segera Naik, RI Wajib Waspada Ini!

August 31, 2026
Video:Nasib IHSG & Rupiah Saat Investor Pantau Inflasi-Rebalancing MSC

Video:Nasib IHSG & Rupiah Saat Investor Pantau Inflasi-Rebalancing MSC

August 31, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, August 31, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 T

58 minutes ago
in Market
Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir Triwulan II 2026. Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis yang diiringi dengan penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas.

Hingga akhir Triwulan II-2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, atau tumbuh 17,5% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut juga tetap ditopang oleh karakteristik utama bisnis BRI yang berfokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga akhir Juni 2026, sebesar 75,1% dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM, menegaskan konsistensi perseroan dalam menjalankan perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi yang didampingi oleh Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti dalam pemaparan kinerja yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta (31/8/2026).

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan capaian positif BRI hingga triwulan II 2026 tersebut diraih di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang tetap resilien. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026 berada di kisaran 5,30%, sementara inflasi tercatat sebesar 3,34%.

Di sisi lain, aktivitas bisnis UMKM juga menunjukkan penguatan, tercermin dari Indeks Bisnis UMKM yang meningkat dari 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I-2026. Posisi indeks di atas 100 menunjukkan bahwa pelaku UMKM secara umum masih berada dalam fase ekspansi dan optimistis terhadap aktivitas usahanya.

“Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Hery dikutip dari keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

Dari sisi industri, perbankan nasional juga tetap menunjukkan fundamental yang solid. Kredit industri perbankan hingga Triwulan II-2026 tumbuh 12,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,2% yoy dan dana murah atau CASA meningkat 11,0% yoy.

Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan dengan Loan at Risk (LaR) industri turun menjadi 8,5%, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 88,3% dan Return on Asset (ROA) terjaga pada level 2,5%.

Transformasi Mulai Berdampak pada Kinerja

Dalam menjaga momentum pertumbuhan, BRI terus menjalankan transformasi melalui BRIVolution Reignite. Transformasi tersebut diarahkan pada dua agenda besar yang dijalankan secara simultan, yakni memperkuat funding franchise serta melakukan revamp terhadap bisnis inti yang sudah ada sekaligus membangun new core sebagai sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI berfokus pada upaya memperbesar basis dana murah melalui pendekatan berbasis ekosistem. BRI juga terus memaksimalkan kapabilitas digital channel mulai dari akuisisi merchant, penguatan transaksi BRImo, QRIS hingga BRILink Agen, sekaligus memperkokoh dominasi pada klaster bisnis, integrasi value chain, serta penetrasi One BRI Solution.

Pada saat yang sama, BRI terus memperkuat bisnis mikro sebagai kekuatan utama perseroan melalui penyempurnaan proses bisnis, penguatan kapabilitas tenaga pemasar atau mantri, serta implementasi manajemen risiko yang semakin granular. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan bisnis mikro berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas aset.

Selain memperkuat bisnis inti, perseroan juga mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui akuisisi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk memperoleh nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank.

“Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Berbagai agenda tersebut telah kami eksekusi dan mulai memberikan dampak positif terhadap fundamental maupun kinerja keuangan BRI,” ujar Hery.

Implementasi berbagai agenda transformasi tersebut tercermin pada kinerja BRI hingga akhir Triwulan II-2026. Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% yoy. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang meningkat 16,2% yoy menjadi Rp1.646 triliun.

Ekspansi tersebut didukung DPK yang mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% yoy. Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, net interest income BRI meningkat 9,9% yoy dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun. Pre-Provision Operating Profit (PPOP) juga meningkat 12,8% yoy menjadi Rp65,7 triliun.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi mulai kami konversikan menjadi kinerja. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya seberapa cepat BRI bertumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut dihasilkan dari fundamental yang semakin sehat dan pada saat bersamaan memberikan manfaat yang semakin luas bagi perekonomian,” ungkap Hery.

Pertumbuhan Diiringi Fundamental yang Semakin Sehat

Peningkatan profitabilitas BRI juga berjalan beriringan dengan penguatan kualitas fundamental. Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3,0% pada Triwulan II 2025 menjadi 2,4% pada Triwulan II-2026.

Dari sisi efisiensi, Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9% menjadi 39,2%. Kualitas aset juga semakin sehat dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,0% menjadi 2,9%, sedangkan Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4% menjadi 3,1%.

Penguatan fundamental tersebut turut menopang kemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil yang solid. ROA BRI tetap terjaga pada kisaran 2,7%, sementara Return on Equity (ROE) meningkat signifikan dari 16,6% pada Triwulan II-2025 menjadi 18,8% pada Triwulan II 2026.

“Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan yang kami capai semakin berkualitas. Funding semakin efisien, efisiensi operasional membaik, kualitas aset semakin sehat, dan kemampuan BRI dalam menghasilkan return juga semakin kuat,” lanjut Hery.

Rp1.235,4 Triliun Kredit Mengalir ke Segmen UMKM

Di tengah ekspansi bisnis yang semakin terdiversifikasi, BRI tetap mempertahankan UMKM sebagai core business perseroan. Hingga akhir Triwulan II 2026, kredit kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% yoy.

Dengan demikian, sekitar 75,1% dari keseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM. Menurut Hery, besarnya porsi tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi sumber pertumbuhan BRI tidak mengubah DNA perseroan sebagai bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan. Penguatan segmen consumer, small-medium-commercial, corporate, serta pengembangan new core dilakukan untuk menciptakan struktur bisnis yang semakin terdiversifikasi, sementara UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis BRI.

“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi bisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia,” kata Hery.

Pembiayaan Diperkuat Pemberdayaan, Dorong UMKM Naik Kelas

Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan tidak hanya diwujudkan melalui pembiayaan. BRI membangun pendekatan pemberdayaan UMKM secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha secara individual.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Pada tingkat komunitas usaha, program Klasterku Hidupku menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha.

BRI juga memperluas pemberdayaan melalui platform digital LinkUMKM yang menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM. Sementara itu, pendampingan melalui Rumah BUMN melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026.

Ekosistem pemberdayaan tersebut melengkapi peran BRI dalam memperluas pembiayaan, termasuk melalui KUR. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur. Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Hery menegaskan bahwa pendekatan tersebut mencerminkan peran BRI yang tidak hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar,” ujar Hery.

“Pada akhirnya, keberhasilan BRI tidak hanya kami ukur dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Yang juga penting adalah seberapa besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, BRI akan konsisten tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia,” pungkas Hery.

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Soal Isu Merger MTEL dengan TBIG, Danantara Buka Suara

Soal Isu Merger MTEL dengan TBIG, Danantara Buka Suara

August 31, 2026
Hery Gunardi Ungkap Resep Laba BRI Bisa Tumbuh 17,5%

Hery Gunardi Ungkap Resep Laba BRI Bisa Tumbuh 17,5%

August 31, 2026
Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 T

Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 T

August 31, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .