• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun 24% ke Rp14,8 Triliun di 2025

Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun 24% ke Rp14,8 Triliun di 2025

February 27, 2026
Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

September 8, 2026
Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

September 8, 2026
Purbaya Ungkap Rencana Baru, Warga Bikin KTP Otomatis Dapat Rekening

Purbaya Ungkap Rencana Baru, Warga Bikin KTP Otomatis Dapat Rekening

September 8, 2026
Pidana Pajak Dikaji Masuk RUU Perampasan Aset, Purbaya Buka Suara

Pidana Pajak Dikaji Masuk RUU Perampasan Aset, Purbaya Buka Suara

September 8, 2026
Rukun Raharja (RAJA) Rampungkan Akuisisi Saham PT Layar Nusantara Gas

Rukun Raharja (RAJA) Rampungkan Akuisisi Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
RUPSLB RATU Sepakat Private Placement 271,51 Juta Saham

RUPSLB RATU Sepakat Private Placement 271,51 Juta Saham

September 8, 2026
IHSG Ditutup Melesat 1,01% Hari Ini, Seluruh Sektor di Zona Hijau

IHSG Ditutup Melesat 1,01% Hari Ini, Seluruh Sektor di Zona Hijau

September 8, 2026
Danantara Dorong Himbara Buka Rekening Buat Penerima Bansos

Danantara Dorong Himbara Buka Rekening Buat Penerima Bansos

September 8, 2026
Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

September 8, 2026
Penyebab IHSG Naik 1% di Awal Sesi 2

Penyebab IHSG Naik 1% di Awal Sesi 2

September 8, 2026
Breaking News! IHSG Naik 1%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.700

Breaking News! IHSG Naik 1%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.700

September 8, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 8, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun 24% ke Rp14,8 Triliun di 2025

6 months ago
in ENTREPRENEUR
Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun 24% ke Rp14,8 Triliun di 2025
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatat, sepanjang tahun 2025 laba bersih UNTR turun 24% menjadi Rp14,8 triliun. Penurunan laba tersebut disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen kontraktor penambangan yang terkendala curah hujan tinggi dan segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi akibat harga jual batu bara yang lebih rendah yang sebagian dapat diimbangi oleh penguatan harga emas.

Pendapatan bersih konsolidasian UNTR mencapai Rp131,3 triliun atau turun sebesar 2% jika dibandingkan dengan tahun 2024. Pendapatan bersih tersebut terutama berasal dari segmen kontraktor penambangan sebesar Rp54,1 triliun atau turun 7%.

Kemudian segmen mesin konstruksi sebesar Rp36,6 triliun atau turun 2%, segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi sebesar Rp24,2 triliun, atau turun 7%. Namun, segmen pertambangan emas dan mineral lainnya naik 41% menjadi sebesar Rp14,0 triliun.

Dari total keseluruhan penjualan alat berat, sebesar 60% diserap sektor pertambangan, 14% diserap sektor perkebunan, 15% diserap
sektor konstruksi, dan 11% ke sektor kehutanan.

Berdasarkan riset pasar internal, pangsa pasar Komatsu sebesar 20%. Komatsu tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar alat berat di sektor pertambangan. Sementara penjualan produk merek lainnya, yaitu Scania naik 7% menjadi 466 unit dan UD Trucks turun 34% menjadi 155 unit.

Pendapatan bersih dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat turun 3% menjadi Rp11,3 triliun. Sedangkan pendapatan bersih dari mesin konstruksi turun 2% menjadi Rp36,6 triliun.

Selain itu, bidang kontraktor penambangan yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya, PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), mencatat volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya sebesar 148 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,4x.

Pemindahan tanah yang menurun terutama disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien.

Total pendapatan bersih dari kontraktor penambangan turun 7% menjadi Rp54,1 triliun.

Kemudian, untuk usaha Perseroan di bidang Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 11,6 juta ton (termasuk 3,7 juta ton batu bara metalurgi), naik 14% dari tahun 2024. Total volume penjualan batu bara termasuk batu bara pihak
ketiga mencapai 14,3 juta ton, 9% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Pendapatan segmen usaha tersebut turun sebesar 7% menjadi Rp24,2 triliun, dikarenakan penurunan rata-rata harga jual batu bara.

Selain itu, pendapatan bersih dari bisnis emas dan mineral lainnya meningkat 41% menjadi Rp14,0 triliun, terutama disebabkan oleh penguatan harga jual emas.

Anak usaha Perseroan yang bergerak di bidang pertambangan emas, PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR) mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 227 ribu ons, 2% lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

PTAR mencatatkan penjualan setara emas sebesar 213 ribu ons atau turun 7% dari tahun 2024. SJR mencatatkan 14 ribu ons penjualan setara emas.

Untuk bisnis nikel, PT Stargate Pasific Resources (SPR) mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 2,1 juta wet metric ton (wmt) sampai dengan triwulan keempat tahun 2025, yang terdiri dari 0,7 juta wmt saprolit dan
1,4 juta wmt limonit.

Nickel Industries Limited (NIC) dengan kepemilikan sebesar 20,14% merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama yang berlokasi di Indonesia.

Kinerja bisnis ini terdampak oleh pencatatan penurunan nilai terkait dua proyek RKEF lama milik NIC di kuartal terakhir tahun 2024 (yang mempengaruhi kinerja Perseroan di triwulan pertama tahun 2025). Operasional RKEF NIC melaporkan penjualan nickel metal sebesar 93.264 sampai kuartal ketiga tahun 2025.

(ayh/ayh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

September 8, 2026
Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

September 8, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .