• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

August 1, 2026
Muncul Isu Merger Mitratel dan Tower Bersama, Telkom Buka Suara

Muncul Isu Merger Mitratel dan Tower Bersama, Telkom Buka Suara

August 21, 2026
Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi

Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi

August 21, 2026
BSI Bukukan Laba Rp4,15 T, Ditopang Bisnis Emas yang Gemilang

BSI Bukukan Laba Rp4,15 T, Ditopang Bisnis Emas yang Gemilang

August 21, 2026
Oona Insurance (ABDA) Catat Pertumbuhan Premi 40%

Oona Insurance (ABDA) Catat Pertumbuhan Premi 40%

August 21, 2026
Kontribusi Terhadap UMKM Naik Terus, OJK Dorong Pertumbuhan Pindar

Kontribusi Terhadap UMKM Naik Terus, OJK Dorong Pertumbuhan Pindar

August 21, 2026
Budiawansyah Mundur dari Kursi Direksi Vale Indonesia (INCO)

Budiawansyah Mundur dari Kursi Direksi Vale Indonesia (INCO)

August 21, 2026
Persaingan Perbankan Makin Sengit, Asbanda Ingin BPD Lebih Kompetitif

Persaingan Perbankan Makin Sengit, Asbanda Ingin BPD Lebih Kompetitif

August 21, 2026
IHSG Happy Weekend, Ditutup Naik 0,37% ke Level 6.525

IHSG Happy Weekend, Ditutup Naik 0,37% ke Level 6.525

August 21, 2026
Asumsi Makro RAPBN 2027, Apa Efeknya ke IHSG & Rupiah?

Asumsi Makro RAPBN 2027, Apa Efeknya ke IHSG & Rupiah?

August 21, 2026
Saham-Saham Bank Kompak Menguat, Topang IHSG di Zona Hijau

Saham-Saham Bank Kompak Menguat, Topang IHSG di Zona Hijau

August 21, 2026
Saham-Saham Bank Kompak Menguat, TopangIHSG di Zona Hijau

Saham-Saham Bank Kompak Menguat, TopangIHSG di Zona Hijau

August 21, 2026
Rupiah Melesat ke Rp17.685/US$, Terbaik dalam Nyaris 3 Bulan Terakhir

Rupiah Melesat ke Rp17.685/US$, Terbaik dalam Nyaris 3 Bulan Terakhir

August 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, August 21, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?

3 weeks ago
in Market
Laba KAI Anjlok Meski Pendapatan Naik, Gegara Whoosh?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan penurunan laba pada semester I-2026, meskipun pada periode yang sama pendapatan perseroan mampu tumbuh.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, KAI membukukan pendapatan Rp 17,96 triliun, naik 6,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 16,85 triliun. Laba usaha (operating profit) juga tumbuh signifikan 25,8% menjadi Rp 4,66 triliun dari sebelumnya Rp 3,71 triliun.

Namun ironisnya, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada perseroan justru anjlok drastis menjadi hanya Rp 314,03 miliar, terjun 73,5% dibandingkan Rp 1,18 triliun pada semester I-2025.

Jika ditelusuri, penurunan laba bersih KAI sama sekali tidak berasal dari kinerja bisnis inti angkutan penumpang maupun logistik. Justru dari sisi operasional, kinerja KAI membaik: laba bruto naik dari Rp 5,72 triliun menjadi Rp 6,79 triliun, dan laba usaha tumbuh double digit.

Penyebab utama anjloknya laba bersih ada pada pos “Bagian Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”. Pos ini melonjak menjadi minus Rp 2,99 triliun pada semester I-2026, dari sebelumnya minus Rp 948,2 miliar di semester I-2025 — naik lebih dari 3 kali lipat.

Pos inilah yang langsung “memakan habis” hampir seluruh pertumbuhan laba usaha KAI, sehingga laba sebelum pajak justru anjlok dari Rp 1,86 triliun menjadi hanya Rp 842,69 miliar.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh (KCIC) Biang Keroknya?

Berdasarkan catatan atas laporan keuangan (Catatan 14), sumber utama kerugian tersebut berasal dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) — entitas ventura bersama yang 58,53% sahamnya dimiliki oleh KAI. PSBI adalah kendaraan investasi konsorsium BUMN yang menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

Berdasarkan data di laporan keuangan, PSBI membukukan rugi neto sebesar Rp 5,13 triliun untuk periode berjalan, dengan total aset Rp 21,53 triliun dan total liabilitas yang hampir setara yaitu Rp 21,55 triliun. Hal ini mengindikasikan tekanan keuangan yang berat pada entitas tersebut, yang notabene merupakan representasi konsolidasi kinerja proyek Whoosh.

Karena KAI mencatat investasinya di PSBI menggunakan metode ekuitas (equity method) dengan porsi kepemilikan 58,53%, maka rugi PSBI tersebut turut “menggerus” laba KAI secara proporsional. Tercatat, bagian rugi neto KAI dari investasinya di PSBI mencapai Rp 3,005 triliun pada semester I-2026, naik dari Rp 2,92 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Akibatnya, nilai tercatat (carrying value) investasi KAI di PSBI pun tergerus signifikan, dari Rp 4,79 triliun pada akhir 2025 menjadi tinggal Rp 1,79 triliun per 30 Juni 2026.

Sebagai gambaran, KAI juga selama ini turut mendanai KCIC secara tidak langsung melalui skema pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada PSBI, di mana total pinjaman yang telah dicairkan KAI kepada PSBI mencapai lebih dari Rp 1,72 triliun per akhir Juni 2026.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Muncul Isu Merger Mitratel dan Tower Bersama, Telkom Buka Suara

Muncul Isu Merger Mitratel dan Tower Bersama, Telkom Buka Suara

August 21, 2026
Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi

Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi

August 21, 2026
BSI Bukukan Laba Rp4,15 T, Ditopang Bisnis Emas yang Gemilang

BSI Bukukan Laba Rp4,15 T, Ditopang Bisnis Emas yang Gemilang

August 21, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .