• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Mau Caplok Bayan Resources (BYAN), Ini Gurita Bisnis Haji Isam

Mau Caplok Bayan Resources (BYAN), Ini Gurita Bisnis Haji Isam

September 18, 2026
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

September 18, 2026
AXA Financial Indonesia Spin Off Unit Syariah, Bidik Segmen Bisnis Ini

AXA Financial Indonesia Spin Off Unit Syariah, Bidik Segmen Bisnis Ini

September 18, 2026
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.730/US$

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.730/US$

September 18, 2026
Soal BUMN, Presiden Prabowo Bikin Kaget Asing

Soal BUMN, Presiden Prabowo Bikin Kaget Asing

September 18, 2026
Bank Sentral Jepang Kerek Suku Bunga Lagi, Tertinggi Sejak 1995

Bank Sentral Jepang Kerek Suku Bunga Lagi, Tertinggi Sejak 1995

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Saham-Saham Bank Jadi Pemberat

IHSG Balik Arah, Saham-Saham Bank Jadi Pemberat

September 18, 2026
Presdir Kena OTT, KPK Geledah Kantor Summarecon Agung (SMRA)

Presdir Kena OTT, KPK Geledah Kantor Summarecon Agung (SMRA)

September 18, 2026
IHSG Sesi 1 Keok, Asing Jualan Saham Rp 1,14 Triliun

IHSG Sesi 1 Keok, Asing Jualan Saham Rp 1,14 Triliun

September 18, 2026
Moody’s Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

Moody’s Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Saham-Saham Konglo Jadi Pemberat

IHSG Balik Arah, Saham-Saham Konglo Jadi Pemberat

September 18, 2026
IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%

IHSG Balik Arah, Sesi 1 Keok -0,35%

September 18, 2026
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan

September 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, September 18, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Mau Caplok Bayan Resources (BYAN), Ini Gurita Bisnis Haji Isam

5 hours ago
in News
Mau Caplok Bayan Resources (BYAN), Ini Gurita Bisnis Haji Isam
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sosok konglomerat Samsudin Andi Arsyad atau yang lebih akrab disapa Haji Isam memiliki kekayaan hingga ratusan triliun. Kekayaan Haji Isam berpeluang untuk bertambah seiring dengan akuisisi emiten tambang PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Diketahui, Haji Isam dikabarkan bakal mengakuisisi sekitar 30% saham batu bara milik salah satu konglomerat terkaya Lo Kheng Hong tersebut melalui PT Jhonlin Baratama.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement) dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.

Perjanjian tersebut mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN, setara sekitar 30% dari total saham beredar perseroan.

Meski demikian, penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan yang telah disepakati para pihak. Dengan demikian, pengalihan saham tersebut belum dapat dianggap selesai.

Kekayaan Haji Isam melonjak signifikan beberapa tahun terakhir khususnya setelah perusahaannya melantai di Bursa Efek Indonesia. Meskipun sejumlah harta kekayaannya juga digenggam lewat kepemilikan saham di perusahaan non-publik.

Berdasarkan perhitungan CNBC Indonesia, harta Haji Isam yang terikat secara langsung dan tidak langsung lewat PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) mencapai Rp 30,97 triliun.

Sementara itu, harta keluarga Haji Isam yang terikat secara tidak langsung lewat PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) mencapai 67,54 triliun. Lalu terakhir hartanya yang terikat di PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) lewat kepemilikan tidak langsung senilai Rp 2,79 triliun.

Artinya secara total harta kekayaan Haji Isam di perusahaan publik saja dan tercatat di BEI telah mencapai Rp 101,3 triliun atau lebih dari US$ 6,1 miliar.

Pengusaha yang lebih dikenal dengan sapaan Haji Isam ini merupakan sosok sentral di Kalimantan, khususnya wilayah selatan pulau, yang terkenal karena membangun perusahaannya dari nol. Haji Isam juga disebut-sebut sebagai Crazy Rich Batulicin.

Haji Isam tergolong orang kaya baru di abad ini. Ia diketahui telah memiliki pesawat jet pribadi yang memboyong penceramah tersohor Zakir Naik ke Indonesia.

Meski membesarkan bisnis di Kalimantan Selatan, keluarga Haji Isam berasal dari sebuah desa di Bone, Sulawesi Selatan, sebuah daerah etnis Bugis. Haji Isam, disebut Tempo (08/04/2018), adalah pedagang tembakau yang merantau ke Kalimantan Selatan dan memulai kejayaannya dari bawah, sebagai supir pengangkut kayu.

Haji Isam muda mengenal penambang batu bara lokal bernama Johan Maulana. Sejak 2001 dia ikut Johan Maulana dan belajar cara mengelola pertambangan.

Setelah belajar dari Johan, Haji Isam mampu melebarkan sayapnya dan menjadi kontraktor pelaksana di PT Arutmin Indonesia, salah satu anak usaha Bumi Resources (BUMI) milik keluarga Bakrie, lewat bendera CV Jhonlin Baratama.

Perusahaan milik Haji Isam kemudian bertambah. Bisnis penerbangannya diatur Jhonlin Air Transport, yang memiliki dua Fokker dan dua helikopter. Di bidang perkapalan berada dalam bendera Jhonlin Marine yang membawahi armada 16 kapal tongkang pengangkut batu bara.

Di bidang agrobisnis, terdapat Jhonlin Agromandiri yang mengelola perkebunan kelapa sawit. Bahkan dia memiliki Pabrik Biodisel bernilai Rp 2 triliun yang dikelola Jhonlin Agro Raya.

Mengutip situs Jhonlin Agromandiri yang tampaknya sudah lama tidak diperbaharui, Jhonlin Group (JG) merupakan induk perusahaan dari beberapa unit usaha di berbagai bidang termasuk pertambangan, jasa pelabuhan, jasa transportasi udara, bongkar-muat di laut lepas, agro bisnis, jasa keamanan, hingga infrastruktur dan manufaktur.

Jhonlin Agromandiri (JA) sendiri merupakan perusahaan yang khusus bergerak dalam bidang agrobisnis, di bawah bendera Jhonlin Group. JA mengelola bisnis pengolahan karet remah (Crumb Rubber), pabrik CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit mentah, serta pabrik pengolahan wood pellet.

Ketiga bidang usaha produksi ini didukung dengan perkebunan dan pembibitan milik sendiri untuk tanaman karet, sawit, serta tanaman kayu energi untuk bahan dasar wood pellet.

Tak tanggung-tanggung perusahaan milik Haji Isam memiliki hamparan perkebunan yang sangat luas di Kalimantan. JA mengantongi izin HGU (Hak Guna Usaha) Perkebunan Sawit seluas 30.000 Ha dan izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) seluas 17.730 Ha.

Selain itu, JA juga melakukan kerja sama konsesi lahan dengan total luas areal 140.995 ha, yang terdiri dari 41.425 Ha atas Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT), serta 99.570 Ha atas Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA) di Kalimantan Selatan.

Areal tersebut ditanami dengan jenis tanaman pokok karet, serta tanaman kayu pertukangan dan energi sebagai penunjang sektor agribisnis Jhonlin Agromandiri.

Sebelumnya, jejak Haji Isam di pasar modal juga sudah terlihat, meskipun secara tidak langsung. Tahun 2020 lalu, Pradiksi Gunatama (PGUN) yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan industri minyak kelapa sawit dan minyak inti kelapa sawit melakukan penawaran perdana dan mampu mengumpulkan dana publik Rp 103,50 miliar. Perusahaan perkebunan ini kini memiliki kapitalisasi pasar Rp 59,5 triliun.

Nama Haji Isam memang tidak muncul di perusahaan ini, melainkan dikuasai oleh dua orang anaknya. Prospektus IPO menyebut bahwa pengendali perusahaan adalah Liana Saputri yang merupakan kakak kandung dari Jhony Saputra. Sebelum IPO kakak beradik tersebut menguasai PGUN secara tidak langsung masing-masing 50%.

Pada tahun 2024 lalu, Jhonlin Group memesan sebanyak 2.000 ekskavator asal China yaitu SANY Group yang berfokus pada produksi alat berat.

Pesanan tersebut merupakan pesanan internasional terbesar di Dunia untuk ekskavator. Ribuan ekskavator itu nantinya akan digunakan dalam proyek-proyek pertanian di Indonesia.

Terakhir, nama Haji Isam juga muncul pada bisnis kripto baru, PT Fortuna Integritas Mandiri dengan merek International Crypto Exchange (ICEX) yang didirikan oleh Pang Xue Kai. Selain Haji Isam, pada bisnis kripto tersebut juga muncul Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI Puan Maharani.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo di Emiten Salim

September 18, 2026
AXA Financial Indonesia Spin Off Unit Syariah, Bidik Segmen Bisnis Ini

AXA Financial Indonesia Spin Off Unit Syariah, Bidik Segmen Bisnis Ini

September 18, 2026
Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.730/US$

Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp17.730/US$

September 18, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .