• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

June 17, 2026
Happy Weekend! Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Jadi Rp17.945

Happy Weekend! Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Jadi Rp17.945

July 3, 2026
Dirut BRI Ungkap Alasan Buyback Saham Rp 500 Miliar

Dirut BRI Ungkap Alasan Buyback Saham Rp 500 Miliar

July 3, 2026
Terungkap! PT Pos Diduga Rekayasa Keuangan

Terungkap! PT Pos Diduga Rekayasa Keuangan

July 3, 2026
Investor Asing Masuk IHSG di Sesi 1, Ini 10 Saham Paling Banyak Dibeli

Investor Asing Masuk IHSG di Sesi 1, Ini 10 Saham Paling Banyak Dibeli

July 3, 2026
Gen Z Sandwich Generation Harus Persiapkan Ini Sebelum Pensiun

Gen Z Sandwich Generation Harus Persiapkan Ini Sebelum Pensiun

July 3, 2026
Harga Emas Global Masih Tinggi, Emiten Ini Bakal Cuan Besar di 2026

Harga Emas Global Masih Tinggi, Emiten Ini Bakal Cuan Besar di 2026

July 3, 2026
Video: Tebar KUR – BRILink, Jurus BRI Genjot Ekonomi Hingga ke Desa

Video: Tebar KUR – BRILink, Jurus BRI Genjot Ekonomi Hingga ke Desa

July 3, 2026
Bedah Jurus BRI Dukung Program Pemerintah & Transformasi Bisnis

Bedah Jurus BRI Dukung Program Pemerintah & Transformasi Bisnis

July 3, 2026
BRI Buyback Saham Rp500 Miliar, Hery Gunardi Ungkap Alasannya

BRI Buyback Saham Rp500 Miliar, Hery Gunardi Ungkap Alasannya

July 3, 2026
Video: BRIVolution Reignite & Ekspansi BRI Layani UMKM

Video: BRIVolution Reignite & Ekspansi BRI Layani UMKM

July 3, 2026
Hery Gunardi Bicara Daya Tahan Perbankan Mendorong Ekonomi RI

Hery Gunardi Bicara Daya Tahan Perbankan Mendorong Ekonomi RI

July 3, 2026
IHSG Melaju Kencang Sesi 1 Hari Ini, Mayoritas Saham Hijau

IHSG Melaju Kencang Sesi 1 Hari Ini, Mayoritas Saham Hijau

July 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 3, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS

2 weeks ago
in Lifestyle
Mau IPO di Bursa Hong Kong, Investor Global Bakal Serap Saham EMAS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berencana untuk melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). Sejumlah investor global pun telah dikantongi untuk melancarkan aksi tersebut.

Emiten pengelola Tambang Emas Pani di Gorontalo ini mendapat dukungan dari sejumlah investor utama (cornerstone investors) yang terbagi ke antara pelaku industri strategis dan investor keuangan global.

Investor utama tersebut mencakup Wanguo Gold Group Limited dan CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co. Limited, serta perusahaan perdagangan komoditas terkemuka seperti Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, dan Intera Mining Investment Limited (sepenuhnya dimiliki oleh JCHX Mining Management Co Ltd).

Sementara itu, investor keuangan mencakup Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF (Guangfa) Fund Management Co., Ltd., Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin mengatakan, dukungan dari investor global merupakan pengakuan terhadap kualitas aset, kemampuan eksekusi, dan prospek pertumbuhan jangka
panjang Perseroan.

“Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi Perseroan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki,” ujar Boyke tertulis, dikutip Rabu, (17/6/2026).

Perseroan akan memulai masa penawaran kepada investor institusi internasional (bookbuilding) pada Rabu ini hingga 23 Juni 2026. Menjelang dimulainya proses pemasaran tersebut, investor cornerstone telah berkomitmen untuk menyerap 49,9% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar, yang merupakan batas maksimum sesuai ketentuan pencatatan yang berlaku di HKEX.

Secara keseluruhan, penawaran global ini mewakili sekitar 7% dari modal ditempatkan Perseroan setelah pelaksanaan opsi greenshoe. Seluruh saham yang ditawarkan dalam transaksi ini merupakan saham sekunder yang dijual oleh pemegang saham minoritas.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) selaku pemegang saham pengendali tidak akan menjual sahamnya dan akan tetap mempertahankan seluruh kepemilikan strategisnya di Merdeka Gold Resources.

Rencana pencatatan saham di HKEX didukung oleh UBS dan CITIC Securities sebagai sponsor utama. Sementara itu, Morgan Stanley, HSBC, CICC, dan Macquarie bertindak sebagai Joint Overall Coordinators, Joint Global Coordinators, dan Joint Bookrunners.

Sejumlah institusi keuangan internasional lainnya, termasuk DBS, Mizuho, OCBC, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, dan Crédit Agricole, turut berpartisipasi sebagai Joint Bookrunners dan Lead Managers.

Transaksi Nego Jumbo

Tercatat ada transaksi jumbo di emiten PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) pada perdagangan sesi 1 hari ini, Rabu (17/6/2026). Sebanyak 455,11 juta saham ditransaksikan dengan harga rata-rata 6.170. Dengan demikian total transaksi mencapai Rp 2,81 triliun.

Transaksi yang terjadi di pasar negosiasi tersebut menyumbang sekitar 40% dari total transaksi di pasar modal hingga pukul 11.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan mengenai tujuan transaksi dan pihak yang melakukan aksi.

Seiring dengan transaksi tersebut, saham EMAS turun 3,57% ke level 6.750. Emiten milik Edwin Soeryadjaya dan Winato Kartono ini mengalami koreksi setelah menyentuh level tertinggi harian di 7.225.

Sebagai informasi, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada akhir bulan Mei 2026, Edwin dan Winato tercatat sebagai pemegang manfaat terakhir EMAS.

Winato tercatat memiliki secara langsung saham EMAS sebanyak 548,77 juta unit (3,72%). Selain itu dia juga mengendalikan EMAS melalui PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Sementara itu, Edwin mengendalikan EMAS melalui MDKA, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Nugraha Eka Kencana, dan PT Unitras Kapital Indonesia.

Adapun MDKA tercatat menggenggam 63,33% saham EMAS.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Happy Weekend! Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Jadi Rp17.945

Happy Weekend! Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Jadi Rp17.945

July 3, 2026
Dirut BRI Ungkap Alasan Buyback Saham Rp 500 Miliar

Dirut BRI Ungkap Alasan Buyback Saham Rp 500 Miliar

July 3, 2026
Terungkap! PT Pos Diduga Rekayasa Keuangan

Terungkap! PT Pos Diduga Rekayasa Keuangan

July 3, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .