• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Mengapa Bursa Saham Dunia Bareng-Bareng Rekor Tinggi? Ini Sebabnya

Mengapa Bursa Saham Dunia Bareng-Bareng Rekor Tinggi? Ini Sebabnya

October 29, 2025
Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

October 12, 2026
Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

October 12, 2026
PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

October 12, 2026
OJK Mau Bagi Pindar Jadi 4 Tier, Pakai Sederet Indikator Ini

OJK Mau Bagi Pindar Jadi 4 Tier, Pakai Sederet Indikator Ini

October 12, 2026
IHSG Anjlok 2,59% Tertekan Aksi Jual, Sentuh Level Terendah 3 Bulan

IHSG Anjlok 2,59% Tertekan Aksi Jual, Sentuh Level Terendah 3 Bulan

October 12, 2026
KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

October 12, 2026
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

October 12, 2026
China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

October 12, 2026
Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

October 12, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mengapa Bursa Saham Dunia Bareng-Bareng Rekor Tinggi? Ini Sebabnya

12 months ago
in Lifestyle
Mengapa Bursa Saham Dunia Bareng-Bareng Rekor Tinggi? Ini Sebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham di seluruh dunia tiba-tiba melejit, menembus rekor. Mulai dari Wall Street hingga Tokyo bahkan bursa Paris hingga Seoul.

Lalu apa yang terjadi? Padahal prospek politik dan ekonomi masih belum pasti?

Menurut analis City Index, Fawad Razaqzada, penyebabnya adalah memudarnya ketidakpastian atas perang dagang. Sebelumnya langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menerapkan tarif di hampir semua negara di dunia awalnya menyebabkan pasar ekuitas merosot.

Namun rekor tertinggi baru-baru ini menurutnya, baru sekadar pemulihan, kekhawatiran belum sepenuhnya hilang. Pemulihan ini juga berkaitan dengan membanjirnya dana di pasar, kinerja saham teknologi, dan kembalinya rasa percaya diri investor.

Pemangkasan Suku Bunga

Salah satu penyebab utama adalah dengan lonjakan inflasi pascapandemi yang sebagian besar terkendali, bank sentral telah mampu menurunkan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan dan lapangan kerja. Bank sentral AS, The Federal Reserve (Fed), memulai siklus pemangkasan suku bunga terbarunya pada September 2024 dan diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase lagi Kamis dini hari.

Suku bunga yang lebih rendah membuat biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen lebih murah dan mudah. Hal ini akan mendukung aktivitas ekonomi.

“The Fed- bank sentral paling berpengaruh di dunia- jelas kembali ke mode pelonggaran, dan hal itu sendiri telah mengatur ulang nada risk-on global,” kata Managing Partner di SPI Asset Management, Stephen Innes, dikutip AFP, Rabu (29/10/2025).

Kebijakan moneter yang akomodatif atau pelonggaran suku bunga ini telah mendorong investor untuk menggelontorkan dana atau likuiditas, ke pasar ekuitas untuk mengejar keuntungan. Hasilnya adalah “gelombang likuiditas yang mengangkat hampir setiap pasar dari New York hingga Tokyo.

“Bank-bank sentral besar kini memangkas suku bunga, yang memberikan kondisi yang menguntungkan bagi pasar saham dan membantu meredam dampak pelemahan ekonomi dan ketidakpastian politik,” kata Razaqzada.

Pendapatan Perusahaan

Kalender pendapatan perusahaan juga memainkan peran kunci dalam mendorong pasar saham mencapai rekor tertinggi. Perusahaan dengan saham yang diperdagangkan secara publik diwajibkan untuk mempublikasikan informasi kinerja keuangan mereka secara berkala.

Pengumuman ini dapat berdampak besar pada harga saham. Pada kuartal-III (Q3) 2025 yang baru saja berakhir ini, perusahaan-perusahaan melampaui ekspektasi pendapatan.

“Selain itu, hasil mereka tidak menunjukkan banyak dampak terkait tarif pada pendapatan tertinggi maupun terendah mereka”, tambah Razaqzada.

Daniela Sabin Hathorn, analis pasar senior di Capital.com, juga mencatat ini. Ia mengatakan bahwa estimasi pertumbuhan perusahaan ke depan juga “semakin tinggi”.

Euforia Kecerdasan Buatan (AI)

Hathorn juga menyoroti kecerdasan buatan (AI). Lonjakan belanja AI untuk chip, perangkat keras, dan struktur cloud meningkat.

“Ada narasi pertumbuhan struktural yang jauh melampaui rebound siklus sederhana,” ujarnya.

Saham teknologi telah membantu tiga indeks utama Wall Street mencapai rekor, begitu pula produsen chip yang terdaftar di indeks Kospi Seoul, Korea Selatan (Korsel).

Managing Partner di SPI Asset Management, Stephen Innes, juga mengatakan perusahaan teknologi dan AI besar kini diperlakukan sebagai infrastruktur modern ekonomi digital. Bukan hanya kisah pertumbuhan siklus.

Politik & Ekonomi Lokal Tak Berdampak

Perkembangan politik dan ekonomi lokal relatif kurang berdampak pada pasar ekuitas baru-baru ini. Bursa saham Paris, Prancis misalnya mencetak rekor baru minggu lalu meskipun ketidakpastian terus berlanjut tentang nasib pemerintah Presiden Emmanuel Macron dan Perdana Menterinya akibat defisit dan utang serta minimnya dukungan mengesahkan anggaran di parlemen.

“Banyak perusahaan yang terdaftar memperoleh porsi pendapatan yang besar di luar negeri, dan indeks-indeks utama sangat condong ke arah perusahaan multinasional semacam itu,” kata Hathorn.

“Oleh karena itu, politik atau data lokal yang lemah tidak serta merta menghambat penguatan pasar secara luas jika masalahnya hanya terbatas pada domestik,” tambahnya.

Namun, perpanjangan penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung akibat sengketa anggaran dapat mulai meresahkan investor. Hingga kini belum ada tanda-tanda pemerintah Presiden Trump dan Kongres AS, terutama dari oposisi Demokrat, berdamai.

“Kita hidup dalam konteks yang sangat fluktuatif yang ditandai dengan ketidakpastian yang tinggi,” kata Javier Diaz-Gimenez, seorang profesor ekonomi di sekolah bisnis IESE Barcelona.

“Secara umum, ketidakstabilan politik tidak baik untuk pasar saham,” tambahnya.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Israel Serang Iran, Bursa Asia Dibuka Kebakaran




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

October 12, 2026
Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

October 12, 2026
PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

October 12, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .