• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Mengapa Bursa Saham Dunia Bareng-Bareng Rekor Tinggi? Ini Sebabnya

Mengapa Bursa Saham Dunia Bareng-Bareng Rekor Tinggi? Ini Sebabnya

October 29, 2025
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Mengapa Bursa Saham Dunia Bareng-Bareng Rekor Tinggi? Ini Sebabnya

12 months ago
in Lifestyle
Mengapa Bursa Saham Dunia Bareng-Bareng Rekor Tinggi? Ini Sebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham di seluruh dunia tiba-tiba melejit, menembus rekor. Mulai dari Wall Street hingga Tokyo bahkan bursa Paris hingga Seoul.

Lalu apa yang terjadi? Padahal prospek politik dan ekonomi masih belum pasti?

Menurut analis City Index, Fawad Razaqzada, penyebabnya adalah memudarnya ketidakpastian atas perang dagang. Sebelumnya langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menerapkan tarif di hampir semua negara di dunia awalnya menyebabkan pasar ekuitas merosot.

Namun rekor tertinggi baru-baru ini menurutnya, baru sekadar pemulihan, kekhawatiran belum sepenuhnya hilang. Pemulihan ini juga berkaitan dengan membanjirnya dana di pasar, kinerja saham teknologi, dan kembalinya rasa percaya diri investor.

Pemangkasan Suku Bunga

Salah satu penyebab utama adalah dengan lonjakan inflasi pascapandemi yang sebagian besar terkendali, bank sentral telah mampu menurunkan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan dan lapangan kerja. Bank sentral AS, The Federal Reserve (Fed), memulai siklus pemangkasan suku bunga terbarunya pada September 2024 dan diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase lagi Kamis dini hari.

Suku bunga yang lebih rendah membuat biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen lebih murah dan mudah. Hal ini akan mendukung aktivitas ekonomi.

“The Fed- bank sentral paling berpengaruh di dunia- jelas kembali ke mode pelonggaran, dan hal itu sendiri telah mengatur ulang nada risk-on global,” kata Managing Partner di SPI Asset Management, Stephen Innes, dikutip AFP, Rabu (29/10/2025).

Kebijakan moneter yang akomodatif atau pelonggaran suku bunga ini telah mendorong investor untuk menggelontorkan dana atau likuiditas, ke pasar ekuitas untuk mengejar keuntungan. Hasilnya adalah “gelombang likuiditas yang mengangkat hampir setiap pasar dari New York hingga Tokyo.

“Bank-bank sentral besar kini memangkas suku bunga, yang memberikan kondisi yang menguntungkan bagi pasar saham dan membantu meredam dampak pelemahan ekonomi dan ketidakpastian politik,” kata Razaqzada.

Pendapatan Perusahaan

Kalender pendapatan perusahaan juga memainkan peran kunci dalam mendorong pasar saham mencapai rekor tertinggi. Perusahaan dengan saham yang diperdagangkan secara publik diwajibkan untuk mempublikasikan informasi kinerja keuangan mereka secara berkala.

Pengumuman ini dapat berdampak besar pada harga saham. Pada kuartal-III (Q3) 2025 yang baru saja berakhir ini, perusahaan-perusahaan melampaui ekspektasi pendapatan.

“Selain itu, hasil mereka tidak menunjukkan banyak dampak terkait tarif pada pendapatan tertinggi maupun terendah mereka”, tambah Razaqzada.

Daniela Sabin Hathorn, analis pasar senior di Capital.com, juga mencatat ini. Ia mengatakan bahwa estimasi pertumbuhan perusahaan ke depan juga “semakin tinggi”.

Euforia Kecerdasan Buatan (AI)

Hathorn juga menyoroti kecerdasan buatan (AI). Lonjakan belanja AI untuk chip, perangkat keras, dan struktur cloud meningkat.

“Ada narasi pertumbuhan struktural yang jauh melampaui rebound siklus sederhana,” ujarnya.

Saham teknologi telah membantu tiga indeks utama Wall Street mencapai rekor, begitu pula produsen chip yang terdaftar di indeks Kospi Seoul, Korea Selatan (Korsel).

Managing Partner di SPI Asset Management, Stephen Innes, juga mengatakan perusahaan teknologi dan AI besar kini diperlakukan sebagai infrastruktur modern ekonomi digital. Bukan hanya kisah pertumbuhan siklus.

Politik & Ekonomi Lokal Tak Berdampak

Perkembangan politik dan ekonomi lokal relatif kurang berdampak pada pasar ekuitas baru-baru ini. Bursa saham Paris, Prancis misalnya mencetak rekor baru minggu lalu meskipun ketidakpastian terus berlanjut tentang nasib pemerintah Presiden Emmanuel Macron dan Perdana Menterinya akibat defisit dan utang serta minimnya dukungan mengesahkan anggaran di parlemen.

“Banyak perusahaan yang terdaftar memperoleh porsi pendapatan yang besar di luar negeri, dan indeks-indeks utama sangat condong ke arah perusahaan multinasional semacam itu,” kata Hathorn.

“Oleh karena itu, politik atau data lokal yang lemah tidak serta merta menghambat penguatan pasar secara luas jika masalahnya hanya terbatas pada domestik,” tambahnya.

Namun, perpanjangan penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung akibat sengketa anggaran dapat mulai meresahkan investor. Hingga kini belum ada tanda-tanda pemerintah Presiden Trump dan Kongres AS, terutama dari oposisi Demokrat, berdamai.

“Kita hidup dalam konteks yang sangat fluktuatif yang ditandai dengan ketidakpastian yang tinggi,” kata Javier Diaz-Gimenez, seorang profesor ekonomi di sekolah bisnis IESE Barcelona.

“Secara umum, ketidakstabilan politik tidak baik untuk pasar saham,” tambahnya.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Israel Serang Iran, Bursa Asia Dibuka Kebakaran




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .