• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan

Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan

August 1, 2026
Calon Tunggal Gubernur BI Destry Damayanti Fit & Proper Test di DPR

Calon Tunggal Gubernur BI Destry Damayanti Fit & Proper Test di DPR

August 26, 2026
Entitas Djarum Beberkan Alasan Pegang 10,86% Saham Bakrie Telecom

Entitas Djarum Beberkan Alasan Pegang 10,86% Saham Bakrie Telecom

August 26, 2026
Depan DPR, Destry Beberkan Rumus ‘3I dan 1S’ Jika Terpilih Pimpin BI

Depan DPR, Destry Beberkan Rumus ‘3I dan 1S’ Jika Terpilih Pimpin BI

August 26, 2026
IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

IHSG Pangkas Koreksi di Akhir Sesi 1, Parkir di Level 6.496

August 26, 2026
Adik Prabowo Mau Sulap CO2 Jadi Aset Bernilai Tinggi

Adik Prabowo Mau Sulap CO2 Jadi Aset Bernilai Tinggi

August 26, 2026
DPR Ungkit Target Kurs Mantan Bos BI Rp16.500/US$, Ini Kata Destry

DPR Ungkit Target Kurs Mantan Bos BI Rp16.500/US$, Ini Kata Destry

August 26, 2026
Calon Gubernur BI Mau Lanjutkan Ekspansi QRIS, Ungkap Nasib Uang Tunai

Calon Gubernur BI Mau Lanjutkan Ekspansi QRIS, Ungkap Nasib Uang Tunai

August 26, 2026
Video: Bos Sekuritas Nilai Target PDB

Video: Bos Sekuritas Nilai Target PDB

August 26, 2026
Kejar Cuan Era Ketidakpastian, Hotel Fokus Genjot Okupanssi

Kejar Cuan Era Ketidakpastian, Hotel Fokus Genjot Okupanssi

August 26, 2026
Calon Gubernur BI Destry Soroti Undisbursed Loan Tembus Rp2.548 T

Calon Gubernur BI Destry Soroti Undisbursed Loan Tembus Rp2.548 T

August 26, 2026
Satu Visi (VISI) Mau Private Placement dan Akuisisi, Ini Bocorannya

Satu Visi (VISI) Mau Private Placement dan Akuisisi, Ini Bocorannya

August 26, 2026
Destry Soroti Total Kredit Belum Ditarik, Tembus Rp2.548 T

Destry Soroti Total Kredit Belum Ditarik, Tembus Rp2.548 T

August 26, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 26, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan

4 weeks ago
in Lifestyle
Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan
Share on FacebookShare on Twitter




Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Memiliki tanah di Jakarta saat ini bukan perkara mudah. Di kawasan premium seperti Sudirman Central Business District (SCBD), harga lahan bahkan sudah mencapai sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta per meter persegi.

Namun sekitar 140 tahun lalu, ada seorang pria yang berhasil mengumpulkan kekayaan dari hasil bekerja hingga akhirnya mampu membeli ribuan hektare tanah di Batavia, yang kini menjadi Jakarta. Sosok tersebut adalah J.M.L. Bohl, imigran asal Belanda yang kemudian dikenal sebagai salah satu tuan tanah terbesar pada masa Hindia Belanda.

Berdasarkan arsip harian Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie edisi 19 Juni 1920, Bohl tiba di Batavia sekitar 1864 saat usianya baru 16 tahun. Berbeda dengan citranya sebagai orang kaya di kemudian hari, ia memulai hidup sebagai pegawai biasa di perusahaan dagang Pitcairn Syaae & Co.

Penghasilannya selama bekerja tidak langsung dihabiskan untuk gaya hidup. Ia memilih menabung hingga memiliki modal untuk membeli tanah, sebuah keputusan yang kemudian mengubah nasibnya.

“Setelah bekerja, dia beralih membeli tanah dan ketika masih muda menjadi tuan tanah atas Matraman dan Sinajan (Senayan),” tulis surat kabar tersebut.

Langkah investasi itu terbukti menguntungkan. Sedikit demi sedikit, Bohl memperluas kepemilikan lahannya hingga menguasai dua kawasan yang kini menjadi bagian penting Jakarta.

Data dalam Handboek voor Cultuur en Handels-ondernemingen in Nederlandsch-Indië (1896) mencatat Bohl memiliki tanah di Senayan seluas 1.474 bau atau sekitar 1.000 hektare. Kawasan tersebut saat itu dimanfaatkan sebagai sawah dan perkebunan kelapa dengan nilai mencapai sekitar 36.000 gulden.

Tak berhenti di sana, ia juga mengakuisisi tanah partikelir di Matraman. Berdasarkan Adresboek van Nederlandsch-Indië voor den Handel (1896), luas tanahnya mencapai 502 bau atau sekitar 400 hektare.

Artinya, secara keseluruhan Bohl menguasai sekitar 1.400 hektare lahan di Batavia. Kini, sebagian besar wilayah tersebut telah berubah menjadi kawasan dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi.

Kekayaan dari bisnis pertanahan membuat kehidupan Bohl jauh berbeda dibanding saat pertama kali menginjakkan kaki di Batavia.

Di Matraman, ia membangun rumah besar yang menjadi kediamannya. Tak hanya itu, ia juga memelihara puluhan rusa, simbol kemewahan yang hanya dimiliki kalangan elite pada masa kolonial.

Lahan-lahan miliknya juga menghasilkan komoditas pertanian seperti padi dan kelapa yang menjadi sumber pendapatan tetap.

Meski demikian, kehidupan pribadi Bohl relatif tertutup. Menurut Bataviaasch Nieuwsblad, ia jarang bersosialisasi dan lebih dikenal masyarakat sebagai pemilik tanah dalam jumlah besar.

Selain sukses sebagai tuan tanah, Bohl juga sempat terjun ke dunia politik.

Harian De Locomotief edisi 21 Agustus 1908 mencatat namanya pernah maju sebagai anggota dewan yang mewakili wilayah Meester Cornelis.

Pengaruhnya di Batavia pun semakin besar, bukan hanya karena kekayaan yang dimiliki, tetapi juga posisinya di pemerintahan kolonial.

Bohl meninggal dunia pada 18 Juni 1920 dalam usia 72 tahun setelah menjalani operasi usus buntu di rumah sakit Jalan Salemba. Ia mengalami komplikasi akibat gagal ginjal.

Kepergiannya menandai berakhirnya penguasaan pribadi atas tanah-tanah luas di Senayan dan Matraman. Berbagai arsip kolonial menyebut aset tersebut kemudian diambil alih pemerintah Hindia Belanda.

Meski demikian, nama J.M.L. Bohl tetap tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tuan tanah terbesar di Batavia. Ironisnya, lahan yang dahulu dibelinya dari hasil menabung gaji kini menjadi kawasan paling mahal dan strategis di Jakarta, mulai dari Senayan, SCBD, hingga Matraman.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Calon Tunggal Gubernur BI Destry Damayanti Fit & Proper Test di DPR

Calon Tunggal Gubernur BI Destry Damayanti Fit & Proper Test di DPR

August 26, 2026
Entitas Djarum Beberkan Alasan Pegang 10,86% Saham Bakrie Telecom

Entitas Djarum Beberkan Alasan Pegang 10,86% Saham Bakrie Telecom

August 26, 2026
Depan DPR, Destry Beberkan Rumus ‘3I dan 1S’ Jika Terpilih Pimpin BI

Depan DPR, Destry Beberkan Rumus ‘3I dan 1S’ Jika Terpilih Pimpin BI

August 26, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .